Misi Conceição Hapus Memori Kelam Sang Ayah Saat Portugal Hadapi Uzbekistan
Winger timnas Portugal, Francisco Conceição, mengusung misi besar untuk menghapus memori kelam keluarganya di Piala Dunia saat menghadapi tim debutan Uzbekistan pada laga kedua Grup K Piala Dunia 2026, Rabu (24/6) nanti.
Laga ini menjadi momen krusial bagi pemain berusia 23 tahun tersebut untuk menebus kegagalan sang ayah, Sérgio Conceição, yang harus tersingkir secara tragis di fase grup 24 tahun silam.
Hapus Memori Kelam 2002
Pada Piala Dunia 2002, Sérgio Conceição yang memperkuat "Generasi Emas" Portugal datang dengan ekspektasi tinggi, namun justru pulang lebih awal setelah kalah mengejutkan dari Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Kini, Francisco yang tampil impresif bersama Juventus bertekad memastikan sejarah buruk tersebut tidak terulang.
Baca juga: Gol Bersejarah Wissa Bawa RD Kongo Tahan Imbang Portugal 1-1
"Piala Dunia saat itu tidak berjalan baik bagi mereka," ujar Francisco dalam konferensi pers di Houston. "Namun tentu saja, selalu menjadi sumber kebanggaan bagi saya untuk mengetahui bahwa ayah saya berhasil bermain di Piala Dunia dan sekarang, 24 tahun kemudian, saya juga berada di sini... Tapi saya berharap ceritanya akan berbeda."
Alarm Bahaya dari Laga Pembuka
Portugal saat ini berada dalam situasi yang menuntut poin penuh setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo di laga pembuka.
Hasil mengecewakan tersebut membuat anak asuh Roberto Martínez tertinggal dari Kolombia, yang sukses menumbangkan Uzbekistan 3-1, di papan atas klasemen Grup K.
Kemiripan situasi ini dengan tahun 2002, di mana skuad bertabur bintang Portugal membayar mahal kelengahan mereka di awal turnamen, menjadi perhatian serius bagi Francisco.
"Ayah memberi tahu saya bahwa saat itu mereka juga penuh ambisi dan memiliki generasi yang sangat bagus," tambah Francisco. "Targetnya selalu sama, yaitu melangkah sejauh mungkin. Namun, satu kesalahan kecil saja di Piala Dunia bisa menghancurkan segalanya. Itulah yang sangat ingin kami hindari kali ini."
Baca juga: Conceição Jadi Pahlawan, Portugal Bekuk Nigeria 2-1 di Laga Uji Coba Terakhir
Meskipun sering dibanding-bandingkan dengan sang ayah yang juga mantan pelatihnya di Porto, Francisco menegaskan bahwa hubungan mereka murni saling mendukung. "Ayah adalah penasihat terbaik saya. Tidak ada orang yang lebih baik untuk diajak bicara tentang sepak bola selain dia."
Reuni dengan Sahabat Lama Sang Ayah
Menariknya, laga di Stadion NRG ini juga menyajikan drama tersendiri di pinggir lapangan. Uzbekistan saat ini ditangani oleh Fabio Cannavaro, legenda Italia dan pemenang Piala Dunia 2006.
Jauh sebelum melatih tim Asia Tengah tersebut, Cannavaro adalah rekan setim Sérgio Conceição saat keduanya masih aktif bermain di Parma dan Inter Milan.
Francisco mengaku sudah mengantongi kekuatan lawan yang dipimpin oleh sahabat ayahnya tersebut. Ia memprediksi timnya harus bekerja ekstra keras untuk membongkar pertahanan rapat racikan Cannavaro.
"Saya punya gambaran jelas tentang strategi Uzbekistan. Saya sangat mengenal karakter pelatih asal Italia," jelas Conceição. "Strategi mereka adalah menahan gol pertama kami selama mungkin dengan formasi lima bek yang sangat terorganisasi, kohesif, dan rapat."
Baca juga: Hajar Uzbekistan 3-1, Awal Gemilang Kolombia di Estadio Azteca
Berburu Tiga Poin Krusial
Uzbekistan terbukti tetap merepotkan saat kalah dari Kolombia, terutama lewat pergerakan gelandang lincah Abbosbek Fayzullaev. Mereka dipastikan akan menerapkan taktik bertahan total demi meredam agresivitas Seleção das Quinas.
Di saat lini serang utama Portugal yang dihuni Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes, dan Bernardo Silva dituntut tampil lebih klinis, Francisco Conceição bisa menjadi kartu as dari bangku cadangan.
Kecepatan dan kemampuan tusukan langsungnya sangat mirip dengan gaya main sang ayah, namun pada laga nanti, target Francisco hanya satu: membawa Portugal menang, mengamankan posisi di Grup K, dan melangkah ke fase yang gagal dicapai ayahnya 24 tahun lalu.