Luis de la Fuente tidak bisa meminta hadiah ulang tahun ke-65 yang lebih indah. Enam hari setelah hasil imbang tanpa gol yang mengecewakan di laga pembuka Piala Dunia 2026 melawan tim debutan Tanjung Verde membuat timnas Spanyol dihujani kritik tajam oleh media, La Roja bangkit mengamuk di Stadion Atlanta dengan melumat Arab Saudi 4-0 dalam sebuah laga yang mempertontonkan efisiensi lini serang yang luar biasa.

Kemenangan telak ini diinspirasi oleh kembalinya si anak ajaib, Lamine Yamal, serta dua gol cepat Mikel Oyarzabal di babak pertama. Hasil ini sekaligus mengokohkan posisi Spanyol di puncak klasemen Grup H dengan raihan empat poin. Bagi De la Fuente, laga ini menjadi momen sempurna untuk menjawab langsung keraguan publik yang mendera skuadnya sepekan terakhir.

"Saya pikir sangat gila jika ada yang mempertanyakan tim ini," tegas De la Fuente dalam konferensi pers pascapertandingan. 

"Kami tidak terkalahkan dalam 33 pertandingan berturut-turut. Anda bisa mendapati hari yang baik, buruk, atau biasa saja. Namun, meragukan generasi pesepak bola muda yang memiliki masa depan cerah ini, menurut saya sangat tidak adil."

Sayap-Sayap Mematikan

Menghadapi Arab Saudi yang menerapkan strategi defensif rapat, De la Fuente melakukan perubahan struktur yang berani. Ia langsung memasang Lamine Yamal yang baru berusia 18 tahun sebagai starter setelah pulih dari cedera hamstring, berduet dengan Marc Cucurella untuk mengeksploitasi dan melebar sisi luar pertahanan The Green Falcons.

Baca juga: Spanyol Mengamuk, Arab Saudi Luluh Lantak 4-0

Perubahan taktik itu langsung membuahkan hasil dalam 10 menit pertama. Umpan matang dari Álex Baena membebaskan Oyarzabal di sisi sayap, yang kemudian mengirimkan umpan silang mendatar untuk diselesaikan dengan sempurna oleh Lamine Yamal di tiang jauh. Dalam usia 18 tahun 343 hari, Yamal mencatatkan namanya sebagai pencetak gol termuda kedelapan dalam sejarah Piala Dunia.

Saat Arab Saudi masih goyah, Oyarzabal langsung mengambil panggung utama. Penyerang Real Sociedad tersebut memanfaatkan gelombang tekanan Spanyol tanpa henti, mencetak dua gol predator dari jarak dekat hanya dalam kurun waktu tiga menit (menit ke-21 dan 24') untuk menyudahi perlawanan lawan bahkan sebelum jeda minum pertama.

Kendali Penuh dan Pertahanan Kokoh

Harapan Arab Saudi untuk bangkit pupus dengan cepat setelah turun minum. Pada menit ke-49, tendangan voli keras Marc Cucurella berbelok arah setelah mengenai bek Arab Saudi, Hassan Altambakti, dan masuk ke gawang Mohammed Al-Owais. Gol bunuh diri tersebut mengunci skor menjadi 4-0.

Dengan kemenangan yang sudah di tangan, De la Fuente menunjukkan kedalaman skuadnya yang mengerikan. Ia menarik keluar Yamal dan Oyarzabal di awal babak kedua untuk menjaga kebugaran mereka, sekaligus memberikan menit bermain bagi Nico Williams dan Mikel Merino. 

Arab Saudi gagal memberikan respons dan mengakhiri laga dengan hanya mencatat satu tembakan tepat sasaran, membuat Unai Simón menjalani malam yang sangat santai di bawah mistar gawang.

"Harga Diri Terluka"

De la Fuente mengakui bahwa reaksi keras publik pasca-hasil imbang melawan Tanjung Verde justru menjadi bahan bakar yang membakar semangat skuadnya menjelang laga hari Minggu ini, memberikan pelajaran berharga tentang ketahanan mental di turnamen besar bagi skuad mudanya.

"Tidak ada yang senang menerima kritik," tegas De la Fuente. "Harga diri mereka tentu saja terluka, karena ini bukanlah kenyataan. Kita bisa melakukan yang lebih baik dari ini, seperti yang telah kita tunjukkan pada kesempatan lain.

"Komentar-komentar yang mereka dengar, tentu saja, terkadang membuat mereka bereaksi. Dan itu bagus karena ini adalah tim yang sangat berkomitmen dan berdedikasi dengan kualitas yang luar biasa.

Baca juga: Tanjung Verde Tahan Imbang Juara Eropa Spanyol 0-0

"Kalian adalah para profesional yang hebat. Tetapi ada hal-hal yang tidak ingin saya dengar. Dan itulah mengapa saya tidak mendengarkan program apa pun, misalnya, dan itulah mengapa saya mencoba untuk tetap positif dan mengisolasi diri dari semua kebisingan itu."

Ketika ditanya mengenai Oyarzabal, yang menjawab kritik lewat performa gemilang dengan terlibat langsung dalam tiga gol Spanyol di 25 menit pertama, De la Fuente memberikan pujian setinggi langit.

"Orang-orang yang mengerti sepak bola sangat menghargainya," jelas De la Fuente.

"Sayangnya, ada orang-orang yang berpikir bahwa dia tidak memiliki dampak sebesar itu. Dampak Mikel pada tim sangat besar, mungkin lebih besar daripada pemain lain mana pun di dunia.

"Saya yakin bahwa dia adalah pemain sepak bola yang benar-benar dapat membuat sejarah dalam sepak bola Spanyol. Statistiknya luar biasa. Jadi saya hanya merayakan penampilannya dan semoga kita dapat menghargainya dengan sepatutnya."

Spanyol kini menatap laga terakhir fase grup melawan Uruguay pada pekan depan dengan kepercayaan diri tinggi, di mana hasil imbang saja sudah cukup untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar. Sementara itu, Arab Saudi menghadapi misi wajib menang melawan Tanjung Verde demi menjaga peluang lolos ke fase gugur.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!