Tim unggulan Portugal harus menerima kenyataan pahit di laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik Kongo di Stadion Houston. Sempat unggul cepat lewat sundulan tajam João Neves pada menit ke-6, kemenangan Portugal sirna akibat gol penyama kedudukan dari Yoane Wissa di masa injury time babak pertama.

Hasil imbang ini menodai malam bersejarah bagi kapten Cristiano Ronaldo, yang mencatatkan rekor sebagai pemain nonkiper tertua yang menjadi starter di Piala Dunia. Meski mendominasi aliran bola sepanjang laga, kreativitas skuat asuhan Roberto Martínez seolah buntu di hadapan organisasi pertahanan luar biasa dari tim The Leopards.

Seleção Buntu usai Gol Pembuka

Portugal sejatinya memulai laga di Texas dengan skenario impian. Baru enam menit berjalan, Pedro Neto bergerak lincah di sisi kiri dan mengirimkan umpan silang akurat ke jantung pertahanan. João Neves menyambut bola dengan sundulan mematikan yang bersarang telak di pojok gawang Lionel Mpasi. 

Baca juga: Conceição Jadi Pahlawan, Portugal Bekuk Nigeria 2-1 di Laga Uji Coba Terakhir

Gol pembuka ini terasa sangat emosional, di mana seluruh skuat Portugal mengenakan ban lengan hitam sebagai bentuk penghormatan untuk mengenakan memori mendiang rekan setim mereka, Diogo Jota.  

Sayangnya, setelah gol tersebut, intensitas serangan Portugal justru merosot tajam. Aliran bola yang dimotori Bernardo Silva dan Bruno Fernandes cenderung monoton dan berputar di lini tengah tanpa kreativitas untuk menembus kotak penalti. Ronaldo yang memimpin lini depan terisolasi sepenuhnya akibat minimnya pasokan bola matang.

"Kami tidak menciptakan cukup banyak peluang dan mungkin kami kehilangan niat untuk mencetak gol kedua," kata Martinez.

"Tapi saya pikir ini lebih tentang mentalitas untuk menghilangkan beban di pundak para pemain atau keinginan untuk memenangkan Piala Dunia karena prosesnya adalah mencoba untuk menang melawan Kongo terlebih dahulu."

Sejarah Emas Lewat Tandukan Wissa

RD Kongo yang kembali ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1974 menolak untuk inferior. Dipimpin oleh kapten Chancel Mbemba yang tampil spartan, lini belakang Kongo bermain dengan disiplin baja murni guna meredam gelombang serangan sporadis Portugal.

Kerja keras mereka membuahkan hasil luar biasa di menit kelima masa injury time babak pertama (45+5'). Memanfaatkan situasi sepak pojok dari sisi kanan, Arthur Masuaku melepaskan umpan lambung melengkung yang sangat akurat. 

Baca juga: Irak dan RD Kongo Segel Tiket Terakhir Piala Dunia 2026

Yoane Wissa berhasil meloloskan diri dari kawalan bek Portugal dan melompat paling tinggi untuk menghujamkan bola ke gawang Diogo Costa. Gol ini seketika memicu selebrasi liar di bangku cadangan Kongo sekaligus tercatat sebagai gol pertama dalam sejarah negara tersebut di kancah Piala Dunia.  

Frustrasi Babak Kedua dan Evaluasi Besar

Memasuki paruh kedua, Martínez mencoba merombak total daya dobrak dengan memasukkan tenaga baru seperti Rafael Leão dan Francisco Conceição. Portugal sempat bersorak ketika bek sayap João Cancelo mencetak gol indah lewat tendangan salto spektakuler, namun perayaan tersebut langsung dianulir oleh VAR karena Cancelo sudah terjebak posisi offside.  

Hingga peluit panjang berbunyi, pertahanan rapat RD Kongo tetap tidak goyah, bahkan mereka nyaris mencuri poin penuh andai sepakan Cédric Bakambu tidak membentur tiang gawang. Pelanggaran keras dari Tomás Araújo di menit-menit akhir laga menjadi simbol frustrasi mendalam yang dirasakan oleh raksasa Eropa tersebut.  

Dengan hasil mengejutkan ini, persaingan di Grup K kini terbuka lebar bagi semua tim. Portugal dituntut segera membenahi ketajaman lini depan mereka sebelum menghadapi Uzbekistan di Houston, sementara skuad RD Kongo yang tengah diliputi euforia akan bertolak ke Guadalajara untuk menantang Kolombia.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!