Bielsa Kecam Organisasi Permainan Uruguay Setelah Ditahan Imbang Tanjung Verde
Marcelo Bielsa tampak sangat terguncang dan tidak menahan diri dalam konferensi pers pascapertandingan di Hard Rock Stadium. Pelatih legendaris itu mengkritik keras organisasi skuad Uruguay yang dilatihnya setelah ditahan imbang 2-2 secara kacau oleh tim non-unggulan, Tanjung Verde.
Hasil imbang yang frustrasif ini menjadi hasil seri kedua berturut-turut bagi Uruguay di Grup H, yang membuat La Celeste berada di posisi sulit. Untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026, anak asuh Bielsa kini wajib menumbangkan juara Euro, Spanyol, dalam apa yang disebut oleh sang pelatih veteran sebagai "tantangan raksasa."
Rapuhnya Lini Pertahanan dan Kekacauan Taktis
Uruguay mengawali laga dengan ambisi menebus hasil imbang kontra Arab Saudi di laga pertama, namun mereka justru harus tertinggal lebih dulu. Struktur pertahanan mereka runtuh di menit ke-21 saat pemain Tanjung Verde, Kevin Pina, mencetak gol lewat eksekusi tendangan bebas apik yang membuat kiper veteran Fernando Muslera tak berkutik.
Sistem permainan intensitas tinggi khas Bielsa sempat terlihat berhasil membalikkan keadaan sebelum jeda. Dua gol cepat, diawali gol penyeimbang dari Maximiliano Araújo di menit ke-44, disusul gol Agustín Canobbio pada menit keenam masa injury time babak pertama, membuat momentum beralih sepenuhnya ke wakil Amerika Selatan tersebut.
Baca juga: Kejutan Berlanjut, Skuad Gigih Tanjung Verde Tahan Imbang Uruguay 2-2
Namun, celah di lini belakang kembali terbuka setelah satu jam laga berjalan. Operan ceroboh yang salah sasaran dari bek kiri Mathías Olivera membuat lini pertahanan Uruguay kelimpungan, memungkinkan Hélio Varela menyelinap dan dengan tenang menyelamatkan satu poin bersejarah bagi negara kepulauan kecil asal Afrika tersebut.
“Tim kami sangat tidak terorganisir,” kata Bielsa setelah pertandingan.
“Kami menyerang sambil mengambil risiko mereka mencetak gol ke gawang kami di akhir pertandingan. Kami bisa saja memenangkan pertandingan dan kami juga bisa saja kalah. Tidak diragukan lagi, Uruguay adalah tim yang lebih baik daripada Tanjung Verde. Tapi ini harus dibuktikan.”
Kontroversi Fair Play Warnai Pertandingan
Pertandingan ini juga diwarnai ketegangan antarpemain. Pelatih kepala Tanjung Verde, Bubista, secara terbuka menuduh Bielsa dan para pemainnya munafik terkait aspek sportivitas.
Titik didih terjadi dalam proses gol pertama Uruguay. Penyerang Federico Viñas terlihat sedang membantu bek Tanjung Verde, Telmo Arcanjo, yang mengalami kram betis parah.
Namun, Viñas tiba-tiba menjatuhkan kaki lawannya tersebut dan langsung kembali menyerang begitu menyadari La Celeste berhasil merebut kembali penguasaan bola. Sesaat kemudian, Araújo menyundul bola masuk ke gawang Tanjung Verde yang sedang kekurangan pemain di lini pertahanan.
Bubista mengungkapkan kekecewaan mendalam pada Bielsa, manajer yang terkenal pernah memerintahkan tim Leeds United-nya untuk membiarkan Aston Villa mencetak gol tanpa perlawanan dalam insiden fair-play terkenal pada tahun 2019 lalu.
"Saya kesal dengan itu, karena Bielsa mengajari kami untuk sportif," kata Bubista. "Itu terlihat dalam konferensi persnya, itu terlihat dalam pertandingan yang dimainkan timnya. Kami belajar apa itu permainan adil dari sikapnya.
Baca juga: Al-Owais Tampil Heroik, Arab Saudi Tahan Imbang Uruguay 1-1
"Rasanya frustrasi, tetapi itu bagian dari permainan dan bagian dari pengalaman tumbuh bersama tim. Kami bisa saja melakukan sesuatu untuk mencegah situasi itu, kami bisa saja menendang bola keluar lapangan, tetapi kami mencoba melakukan hal-hal dengan cara kami sendiri. Wajar juga jika pemain terkadang merasa tertekan dan kita bisa mengatakan hal yang sama tentang tim Uruguay. Kita hanya bisa belajar dari apa yang terjadi."
Laga Hidup Mati
Dengan raihan dua poin dari dua pertandingan, ambisi besar Uruguay di Piala Dunia kini berada di persimpangan jalan yang krusial.
Meskipun bintang Real Madrid, Federico Valverde, menunjukkan beberapa momen dominasi di lini tengah ketika bermain lebih ke dalam pada babak kedua, performa kolektif tim secara keseluruhan masih jauh di bawah standar yang diharapkan.
Hitung-hitungan matematis di Grup H membuat Bielsa tidak memiliki ruang lagi untuk melakukan kesalahan di laga terakhir.
"Ini adalah tantangan yang sangat besar bagi kita semua. Saya adalah pelatih kepala. Saya yang bertanggung jawab," ujar Bielsa.
"Uruguay hanya mampu mendapatkan dua poin dari enam pertandingan sejauh ini. Dan mengingat skuad yang dimiliki (Spanyol), kita harus meningkatkan citra kita melawan lawan yang sangat kuat.
"Tetapi sama sekali tidak akan saya katakan bahwa kita tidak akan memasuki pertandingan itu dengan tingkat motivasi tertinggi."