Pelatih kepala Uruguay, Marcelo Bielsa, mengisyaratkan bahwa ia akan meninggalkan jabatannya setelah putaran final Piala Dunia 2026 selesai pada bulan Juli mendatang.

Berbicara dalam acara Summit 2026 pada hari Kamis, juru taktik asal Argentina tersebut menyatakan secara terbuka bahwa masa baktinya bersama La Celeste akan berakhir seiring dengan tuntasnya turnamen di Amerika Utara tersebut.

"Tugas kami berakhir dengan Piala Dunia," ujar Bielsa, sekaligus meredam spekulasi mengenai kemungkinan perpanjangan kontraknya. 

“Berpartisipasi dalam Piala Dunia adalah sebuah keajaiban dalam karier olahraga profesional siapa pun. Saya akan selamanya berterima kasih kepada Uruguay karena telah mengizinkan saya menikmati kompetisi seperti Piala Dunia.”

Piala Dunia Ketiga

Meski pria berusia 70 tahun itu tidak memberikan rincian lebih lanjut, laporan dari media lokal dan sumber internal Asosiasi Sepak Bola Uruguay (AUF) mengonfirmasi bahwa Bielsa berniat menyelesaikan sisa kontrak tiga tahunnya dan langsung mundur begitu turnamen berakhir.

Baca juga: Tanpa Gol di Santiago: Uruguay Lolos Pildun, Chile Jadi Tim Terburuk

Keputusan ini memastikan bahwa turnamen yang berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli tersebut akan menjadi panggung terakhir Bielsa bersama Uruguay. Ini sekaligus menjadi Piala Dunia ketiga dalam karier kepelatihannya, setelah sebelumnya memimpin Argentina pada 2002 dan Chile pada 2014.

Babak Akhir dari Era Sepak Bola Intensitas Tinggi

Saat Bielsa mengambil alih kemudi tim nasional pada tahun 2023 menggantikan Diego Alonso, ia langsung menyuntikkan filosofi andalannya, permainan high-pressing yang agresif dan tak kenal lelah, ke dalam skuad Uruguay yang sedang berada di masa transisi. Hasil awalnya sangat luar biasa. 

Di bawah arahannya, La Celeste mencatatkan kemenangan kualifikasi bersejarah atas Brasil dan Argentina, yang kemudian memuncak pada raihan peringkat ketiga di Copa América 2024.

Namun, atmosfer kerja dengan intensitas tinggi dan penuh tuntutan yang selalu dibangun Bielsa di mana pun ia melatih, mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan dalam beberapa bulan terakhir. Situasi di dalam internal tim sempat memanas menyusul kritik pedas yang dilontarkan secara terbuka oleh pencetak gol terbanyak sepanjang masa Uruguay, Luis Suárez, yang membongkar friksi internal serta mempertanyakan metode manajemen Bielsa.

Baca juga: Uruguay Juara Piala Dunia Berapa Kali?

Ketegangan di ruang ganti tersebut tampaknya menular ke atas lapangan. Performa Uruguay dalam setahun terakhir terbilang sangat tidak konsisten, puncaknya saat mereka dihajar habis-habisan 5-1 oleh Amerika Serikat pada November lalu, disusul hasil imbang yang kurang memuaskan melawan Inggris dan Aljazair pada jeda internasional bulan Maret.

Piala Dunia Terakhir

Dengan garis finis yang kini sudah terlihat jelas, fokus Bielsa dipastikan beralih sepenuhnya untuk memberikan satu mahakarya taktis terakhir di panggung terbesar dunia. Terlepas dari drama di luar lapangan, tidak ada yang meragukan kemampuan sang pelatih jenius ini untuk membawa timnya melangkah jauh ketika para pemainnya mampu menerjemahkan strategi "gila" miliknya di lapangan.

Uruguay akan memulai Piala Dunia mereka pada tanggal 15 Juni melawan rival Grup H, Arab Saudi, sebelum nantinya menghadapi Tanjung Verde dan tim raksasa, Spanyol.

Jika turnamen ini memang menjadi laga perpisahan Bielsa bersama La Celeste, dunia sepak bola dipastikan akan menyaksikannya dengan saksama. Menang atau kalah, "El Loco" hampir tidak pernah pergi dengan senyap.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!