Akhir Sebuah Era: Guardiola Resmi Tinggalkan Manchester City
Manchester City secara resmi mengonfirmasi pada hari Jumat (22/5) bahwa manajer Pep Guardiola akan meninggalkan jabatannya pada musim panas ini, sekaligus mengakhiri satu dekade penuh kejayaan yang transformatif di Etihad Stadium.
Meskipun kontrak juru taktik asal Katalan itu menyisakan satu tahun lagi hingga 2027, ia telah mencapai kesepakatan untuk mundur 12 bulan lebih awal. Pertandingan pamungkas Premier League melawan Aston Villa pada hari Minggu besok akan menjadi laga ke-593 sekaligus laga terakhirnya memimpin The Citizens.
"Jangan tanya alasan saya pergi. Tidak ada alasan khusus, tapi jauh di lubuk hati, saya tahu ini adalah waktu yang tepat bagi saya," ujar Guardiola dalam pernyataan emosionalnya yang dirilis pihak klub.
"Tidak ada yang abadi. Jika ada, saya pasti akan tetap di sini. Yang abadi adalah perasaan, orang-orang, kenangan, dan cinta yang saya miliki untuk Manchester City."
Baca juga: Guardiola Enggan Konfirmasi Tinggalkan Manchester City
Ketua Klub, Khaldoon Al Mubarak, memberikan penghormatan tinggi dengan menyebut era sepuluh tahun Guardiola sebagai pondasi yang dibangun atas kejujuran dan kepercayaan. Ia menambahkan bahwa sang manajer tidak hanya mengubah sejarah Manchester City, tetapi juga mengubah wajah sepak bola itu sendiri.
Meskipun mundur dari kursi kepelatihan, Guardiola dipastikan tidak akan sepenuhnya meninggalkan struktur klub. Ia telah sepakat untuk mengemban peran baru sebagai Duta Global untuk City Football Group (CFG), bertindak sebagai penasihat teknis lintas klub serta mengawal proyek-proyek sepak bola pilihan di bawah naungan grup.
Warisan Emas Sepuluh Tahun di Etihad
Sejak mendarat di Manchester pada Juli 2016 setelah sukses besar bersama Barcelona dan Bayern Munich, manajer berusia 55 tahun ini telah membangun dinasti yang mendominasi sepak bola Inggris. Selama sepuluh tahun kepemimpinannya, ia sukses mempersembahkan total 20 trofi ke lemari juara Etihad Stadium.
Warisan taktisnya telah mendefinisikan ulang standar sepak bola modern di Inggris. Di bawah arahannya, City menorehkan tinta emas sejarah yang sulit tertandingi, termasuk:
- Menjadi tim Premier League pertama yang menembus angka 100 poin pada musim 2017/18.
- Meraih Treble Historis (Premier League, FA Cup, dan UEFA Champions League) pada musim 2022/23.
- Menjadi klub pertama dalam sejarah sepak bola Inggris yang menjuarai kasta tertinggi empat musim berturut-turut (2020/21 hingga 2023/24).
Pengumuman kepergian ini datang hanya beberapa hari setelah City dipastikan gagal mempertahankan mahkota juara liga domestik.
Hasil imbang 1-1 kontra Bournemouth pada tengah pekan kemarin memastikan rival mereka, Arsenal, keluar sebagai juara Premier League musim 2025/26, sekaligus menandai akhir dari perburuan gelar domestik City tahun ini.
Baca juga: Guardiola Ucapkan Selamat kepada Arteta Usai Arsenal Segel Gelar Juara
Enzo Maresca Jadi Calon Kuat Suksesor
Seiring dengan konfirmasi kepergian Guardiola, manajemen City dilaporkan langsung bergerak cepat untuk mengamankan suksesor. Mantan asisten Guardiola di City yang baru saja melepaskan jabatannya di Chelsea, Enzo Maresca, mencuat sebagai kandidat terdepan untuk mengambil alih kemudi tim.
City dikabarkan telah mencapai kesepakatan prinsip berdurasi tiga tahun dengan pria asal Italia tersebut. Namun, proses peresmiannya masih tertahan oleh urusan kompensasi kontrak dengan pihak Chelsea, mengingat klausul keluar yang masih mengikat sang pelatih di Stamford Bridge.
Bagi publik Etihad, hari Minggu besok bukan lagi sekadar laga penutup musim biasa melawan Aston Villa. Itu akan menjadi panggung perpisahan yang sangat emosional bagi salah satu manajer terhebat dalam sejarah sepak bola, sosok yang datang sebagai pelatih jenius dan pergi sebagai legenda abadi.