Manchester United secara resmi mengonfirmasi menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih kepala permanen yang baru. 

Mantan maestro lini tengah Setan Merah tersebut diikat dengan kontrak jangka panjang yang akan berjalan hingga tahun 2028.

Sukses Audisi

Keputusan ini diambil setelah Carrick melewati masa "audisi" yang sensasional selama lima bulan sebagai pelatih interim. Ia sukses membangkitkan performa tim yang sempat terpuruk, membawa Setan Merah merangkak naik dari posisi ketujuh di era Rúben Amorim, hingga mengunci posisi ketiga klasemen sekaligus mengamankan tiket kembali ke UEFA Champions League.

Baca juga: Resmi Jadi Pemain Permanen Napoli, Hojlund Ucapkan Selamat Tinggal untuk MU

“Sejak saat saya tiba di sini 20 tahun yang lalu, saya merasakan keajaiban Manchester United. Mengemban tanggung jawab memimpin klub sepak bola istimewa kami ini membuat saya sangat bangga,” kata Carrick di situs resmi United.

“Selama lima bulan terakhir, kelompok pemain ini telah menunjukkan bahwa mereka mampu mencapai standar ketahanan, kebersamaan, dan tekad yang kami tuntut di sini. Sekarang saatnya untuk bergerak maju bersama, dengan ambisi dan tujuan yang jelas. Manchester United dan para pendukung kami yang luar biasa pantas untuk kembali bersaing memperebutkan gelar-gelar tertinggi.”

Proses perekrutan yang dipimpin oleh Direktur Sepak Bola Jason Wilcox dan CEO Omar Berrada ini mendapat dukungan penuh dari pemilik minoritas INEOS, Sir Jim Ratcliffe. Meski manajemen United dilaporkan sempat mempertimbangkan kandidat dari luar, rekor luar biasa Carrick di atas lapangan membuatnya mustahil untuk diabaikan.

Ketenangan Pasca Rúben Amorim

Ketika Rúben Amorim diberhentikan pada bulan Januari lalu menyusul keretakan hubungan dengan hierarki klub, Old Trafford berada di ambang kehancuran. Skuad tampak kehilangan arah, gaya permainan tidak memiliki identitas, dan moral para penggemar berada di titik nadir.

Di sinilah Carrick masuk. Menerapkan pendekatan yang tenang, terukur, dan taktis, kontras dengan gaya kaku pendahulunya, pria berusia 44 tahun tersebut langsung membawa perubahan instan. Ia memulai masa tugasnya dengan spektakuler, mencatatkan kemenangan beruntun atas Manchester City (2–0) dan Arsenal (3–2).

Baca juga: Fernandes Samakan Rekor Asis saat Man United Menang 3-2 atas Forest

Sejak mengambil alih kemudi, Carrick menorehkan rekor impresif dengan 11 kemenangan dan tiga kali imbang dari 16 pertandingan Premier League. United menjadi klub yang mengumpulkan poin terbanyak di kompetisi domestik dibandingkan tim lain dalam periode waktu yang sama.

United juga berhasil memastikan lolos Liga Champions dengan tiga laga tersisa setelah kemenangan dramatis 3-2 atas rival abadi, Liverpool, pada 3 Mei.

Dampak Positif untuk Mainoo

Selain hasil akhir di papan skor, keberhasilan terbesar Carrick terletak pada keputusannya merombak hierarki skuad. Di bawah asuhan Amorim, gelandang muda potensial Kobbie Mainoo secara mengejutkan sempat terasingkan dan gagal menjadi starter di Premier League.

Carrick, yang merupakan mantan gelandang bertahan legendaris dengan 464 penampilan bersama United, langsung mengembalikan pemain berusia 21 tahun itu ke jantung lini tengah. 

Mainoo tercatat menjadi starter dalam 15 dari 16 pertandingan di bawah arahan Carrick, yang bahkan membuat sang pemain menyatakan siap memberikan segalanya di lapangan untuk sang manajer.

Agenda Padat di Carrington Menanti

Meski penunjukan permanen ini menjadi hadiah atas keberhasilan Carrick menyelamatkan musim United, sekaligus menandai posisi manajerial penuh waktu pertamanya sejak meninggalkan Middlesbrough pada Juni 2025, tugas berat yang sesungguhnya baru saja dimulai.

Dengan kembalinya malam Liga Champions ke Theatre of Dreams musim depan, United akan menghadapi kalender kompetisi yang padat dan melelahkan. Carrick dan Jason Wilcox harus bergerak agresif pada bursa transfer musim panas mendatang untuk memperdalam kedalaman skuad, terlebih dengan kepastian hengkangnya gelandang veteran asal Brasil, Casemiro.

United akan menutup musim domestik mereka akhir pekan ini dengan bertandang ke markas Brighton tanpa beban. Untuk pertama kalinya dalam satu tahun terakhir, atmosfer yang dibawa dari Manchester dipenuhi oleh optimisme yang nyata dan berkelanjutan.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!