Alvaro Arbeloa Konfirmasi Tinggalkan Real Madrid Akhir Musim Ini
Álvaro Arbeloa telah resmi mengonfirmasi bahwa ia akan mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala Real Madrid pada akhir musim ini. Keputusan ini mengakhiri lebih cepat masa baktinya yang singkat dan penuh tekanan di kursi kepelatihan Santiago Bernabéu.
Berbicara menjelang laga pamungkas La Liga melawan Athletic Bilbao yang digelar hari Sabtu, taktik berusia 43 tahun tersebut menjawab dengan tegas "Ya" saat didesak mengenai kepastian masa depannya. Pengumuman ini sekaligus mempertegas akhir dari kampanye yang melelahkan dan tanpa trofi bagi Los Blancos musim ini.
Gejolak Madrid di Bawah Arbeloa
Arbeloa mendadak ditunjuk memegang posisi penuh tekanan ini pada bulan Januari lalu oleh Presiden Klub Florentino Pérez, demi menstabilkan tim pasca-kepergian mendadak Xabi Alonso.
Namun, empat bulan kepemimpinannya terus diganggu oleh performa tim yang naik-turun, friksi di ruang ganti, serta tersingkirnya Madrid dari panggung Liga Champions secara menyakitkan.
"Saya meninggalkan Real Madrid dengan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya karena para pemain telah membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik," ungkap Arbeloa.
Baca juga: Carvajal Tinggalkan Real Madrid pada Akhir Musim
"Saya berharap ini hanya ucapan 'sampai jumpa lagi' karena saya selalu menganggap tempat ini sebagai rumah saya. Saya telah bersama Real Madrid selama 20 tahun dalam berbagai peran berbeda. Ini akan menjadi pertandingan terakhir saya musim ini sebagai pelatih Real Madrid, dan saya tidak tahu apakah ini akan menjadi yang terakhir dalam karier saya di sini."
Menolak Jadi Asisten dan Fokus pada Masa Depan
Kepergian Arbeloa kini membuka jalan lebar bagi perombakan struktural besar-besaran di tubuh klub. Spekulasi kuat pun berembus mengenai potensi kembalinya manajer legendaris asal Portugal, José Mourinho, ke ibu kota Spanyol.
Saat ditanya mengenai rumor kedatangan Mourinho, Arbeloa langsung menutup pintu rapat-rapat terhadap kemungkinan dirinya bertahan di klub sebagai asisten pelatih atau staf kepelatihan di bawah mantan bosnya tersebut.
“Saya di sini bukan untuk membicarakan kemungkinan. Mourinho memiliki staf pelatih yang fantastis; dia sangat didukung. Jika dia datang, dia akan datang dengan orang-orangnya sendiri, sebagaimana seharusnya,” tegasnya.
“Sama sekali tidak ada kemungkinan saya bisa bersamanya. Saya telah menghabiskan empat bulan terakhir ini memikirkan Real Madrid; mulai sekarang, saatnya untuk memikirkan diri sendiri. Saya telah mengambil langkah ini, dan saya merasa siap untuk tantangan baru.”
Mantan bek timnas Spanyol yang membela Real Madrid sebagai pemain pada periode 2009–2016 sebelum meniti karier kepelatihan di akademi ini mengakui bahwa pengalaman singkatnya memimpin tim utama memberikan pelajaran yang sangat berharga.
Baca juga: Jose Mourinho Sepakati Kontrak Dua Tahun di Real Madrid
Ia tidak menampik adanya perbedaan pandangan dengan beberapa pemain bintang di ruang ganti, namun ia menegaskan bahwa setiap keputusan yang diambil selalu demi kepentingan terbaik klub.
Laga Perpisahan di Bernabéu
Pertandingan terakhir Real Madrid melawan Athletic Bilbao pada hari Sabtu nanti memang tidak lagi menentukan posisi di klasemen, namun bagi Arbeloa, laga ini adalah kesempatan untuk memberikan salam perpisahan yang terhormat kepada para pendukung setia.
"Saya ingin melihat pertandingan yang hebat dan mengucapkan selamat tinggal kepada para penggemar dengan mempersembahkan kemenangan serta kerja keras," tambah Arbeloa.
"Saya telah melangkah maju, saya berkembang pesat dalam empat bulan ini, dan saya merasa siap untuk tantangan-tantangan baru."
Dengan diistirahatkannya Vinícius Júnior menjelang agenda musim panas yang padat, Arbeloa harus memaksimalkan kedalaman skuadnya untuk mengamankan tiga poin terakhir. Begitu peluit panjang berbunyi pada Sabtu malam, sorotan dipastikan akan langsung tertuju pada langkah Florentino Pérez berikutnya dalam memulai babak baru drama taktis di Bernabéu.