Tim nasional Portugal dan para penggemar Cristiano Ronaldo di seluruh dunia dapat bernapas lega. Bintang dan Kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, dipastikan lolos dari hukuman larangan bermain yang mengancam partisipasinya di pertandingan pembuka Piala Dunia 2026.

Komite Disiplin FIFA mengambil keputusan yang jarang terjadi: memberikan hukuman percobaan atas kartu merah langsung yang diterima Ronaldo saat Portugal kalah 0-2 dari Republik Irlandia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 pertengahan November.

Keputusan final FIFA menetapkan bahwa Ronaldo hanya perlu menjalani hukuman larangan bertanding satu pertandingan resmi, yang telah ia tunaikan saat Portugal memukul Armenia 9-1 di laga terakhir Kualifikasi.

Tangguhkan Hukuman

Insiden kartu merah langsung, yang didapat Ronaldo karena menyikut bek Irlandia Dara O'Shea, keputusan yang ditegakkan melalui intervensi VAR, awalnya dikhawatirkan akan berujung pada hukuman larangan bermain dua hingga tiga pertandingan kompetitif. 

Baca juga: Ronaldo Kartu Merah, Portugal Dibekuk Irlandia 0-2

Jika itu terjadi, Ronaldo pasti akan absen di laga-laga awal Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Namun, Komite Disiplin FIFA memutuskan untuk menangguhkan sanksi tambahan dua pertandingan tersebut.

Detail Hukuman:

  • Larangan Bermain 1 Pertandingan: Sudah dijalani (saat Portugal vs Armenia).
  • Larangan Bermain 2 Pertandingan Tambahan: Ditangguhkan dalam masa percobaan selama satu tahun.

Ini berarti, Ronaldo akan tetap bisa memimpin Portugal di dua pertandingan pertama Fase Grup Piala Dunia 2026. Hukuman skorsing dua pertandingan tambahan itu baru akan diaktifkan secara otomatis jika Ronaldo melakukan pelanggaran serius serupa selama masa percobaan tersebut.

Baca juga: Kartu Merah Kontroversial Ronaldo: Martinez Anggap Keputusan Wasit Terlalu Keras

Reaksi Keras dan Sorotan Publik

Keputusan FIFA ini sontak memicu beragam reaksi di media sosial, dengan banyak netizen menuduh badan sepak bola dunia tersebut berbelas kasihan dan mengubah aturan demi memastikan salah satu mega bintang terbesar mereka tampil di turnamen tersebut.

Banyak yang berpendapat bahwa keringanan hukuman ini menetapkan preseden buruk. Namun, Pelatih Portugal, Roberto Martínez, sebelumnya telah membela Ronaldo, bersikeras bahwa hukuman tersebut terlalu berat, apalagi melihat Ronaldo yang menghadapi kerasnya lawan sepanjang pertandingan.

"Dia kapten yang belum pernah diusir keluar lapangan dalam 226 pertandingan, jadi saya pikir itu patut diacungi jempol," kata Martinez.

"Hari ini, saya rasa agak kasar, karena dia peduli dengan tim. Dia sempat ditarik, didorong, dan diseret selama 60 menit.”

"Jelas, ketika dia mencoba melepaskan diri dari bek, aksinya terlihat lebih buruk daripada yang sebenarnya. Saya rasa bukan sikunya, tapi seluruh tubuhnya. Tapi dari sudut pandang kamera, itu terlihat seperti siku."

Ronaldo, yang kini berusia 40 tahun, hampir pasti akan memainkan Piala Dunia keenam sekaligus terakhirnya. Kehadirannya di lapangan sejak peluit pertama akan menjadi dorongan besar bagi ambisi Portugal untuk mengangkat trofi yang selama ini selalu luput dari genggaman mereka.

Undian Fase Grup Piala Dunia 2026 akan berlangsung pada 5 Desember mendatang, di mana Portugal akan mengetahui lawan-lawan pertama mereka di tengah kontroversi ringan sanksi ini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!