Kartu Merah Kontroversial Ronaldo: Martinez Anggap Keputusan Wasit Terlalu Keras
Malam yang seharusnya menjadi penentuan bagi Portugal di Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 justru berubah menjadi bencana. Setelah mengalami kekalahan mengejutkan 0-2 dari Republik Irlandia di Stadion Aviva, Seleção das Quinas juga harus kehilangan ikon mereka, Cristiano Ronaldo, yang diusir keluar lapangan untuk pertama kalinya dalam karier internasionalnya.
Manajer Portugal, Roberto Martínez, segera angkat bicara setelah pertandingan, mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan wasit yang menurutnya terlalu keras bagi sang penyerang veteran.
Momen Kartu Merah Sang Bintang
Insiden itu terjadi pada menit ke-59, saat Portugal sudah tertinggal 0-2 berkat gol cepat di babak kedua dari Troy Parrott.
Ronaldo kemudian terlibat dorongan fisik dengan bek Irlandia, Dara O'Shea, dalam duel tanpa bola di luar kotak penalti. Setelah tinjauan VAR, wasit Glenn Nyberg memutuskan bahwa sang kapten Portugal melakukan gerakan menyikut yang disengaja. Keputusan pun jatuh, kartu merah langsung untuk Ronaldo.
Baca juga: Ronaldo Kartu Merah, Portugal Dibekuk Irlandia 0-2
Pengusiran ini adalah kartu merah internasional pertama dalam karier Ronaldo dan memaksa Portugal bermain dengan 10 pemain selama setengah jam terakhir. Pelatih Roberto Martínez terlihat meradang di pinggir lapangan, merasa keputusan tersebut terlalu berat mengingat gesekan fisik yang terjadi sepanjang pertandingan.
Ronaldo meninggalkan lapangan dengan ekspresi terkejut dan marah, melambaikan tangan tidak percaya atas keputusan tersebut. Ini adalah kartu merah pertamanya dalam 225 penampilan untuk Portugal.
Pembelaan dari Martínez
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Roberto Martínez dengan tegas membela tindakan Ronaldo, meskipun ia mengakui bahwa sentuhan itu ada.
"Saya pikir itu terlalu kasar karena dia peduli dengan tim," kata Martinez kepada wartawan. "Dia hampir 60 menit di kotak penalti, direbut, ditarik, didorong, dan jelas dia mencoba melepaskan diri dari bek lawan.
"Saya pikir aksinya terlihat lebih buruk daripada yang sebenarnya. Saya rasa itu bukan sikutan, saya rasa itu sikutan seluruh badan, tetapi dari sudut pandang kamera, itu terlihat seperti sikutan. Tapi kami menerimanya."
Baca juga: Ronaldo Konfirmasi Piala Dunia 2026 Akan Jadi Panggung Pamungkas
Absen di Laga Penentuan
Kekalahan ini membuat Portugal masih berada di puncak klasemen Grup F dengan 10 poin dari lima pertandingan. Namun, mereka kini hanya unggul dua poin dari Hungaria (yang mengalahkan Armenia di laga lain) yang mengintai di posisi kedua, dan terpaut tiga poin dari Republik Irlandia di posisi ketiga.
Yang lebih penting, kartu merah Ronaldo membuatnya dipastikan absen pada pertandingan kualifikasi terakhir dan krusial Portugal melawan Armenia, di mana mereka harus mengamankan poin untuk memenangkan grup dan lolos otomatis ke Piala Dunia 2026.