Pep Guardiola Meledak Setelah Drama VAR di St. James’ Park
Kemenangan 2-0 Manchester City atas Newcastle United pada leg pertama semifinal Carabao Cup, Rabu (14/1) dini hari WIB, seharusnya menjadi malam perayaan bagi sang rekrutan baru, Antoine Semenyo. Namun, kegemilangan penyerang sayap tersebut tertutup oleh ledakan emosi Pep Guardiola yang mengecam inkonsistensi VAR setelah gol kedua Semenyo dianulir secara kontroversial.
City sejatinya tampil dominan di St James' Park. Semenyo membuka keunggulan pada menit ke-53 sebelum pemain pengganti, Rayan Cherki, mengunci kemenangan di masa injury time. Namun, momen yang memicu kemarahan Guardiola terjadi pada menit ke-63 ketika Semenyo mencetak gol keduanya lewat penyelesaian cerdik.
Intervensi Enam Menit
Setelah peninjauan VAR yang memakan waktu hampir enam menit, wasit Chris Kavanagh membatalkan gol tersebut. Erling Haaland dianggap berada dalam posisi offside subjektif dan dinilai mengganggu pergerakan bek Newcastle, Malick Thiaw, dalam proses gol tersebut.
Keputusan ini memicu protes keras dari bangku cadangan City. Meski timnya pulang dengan modal berharga untuk leg kedua, Guardiola menolak untuk tetap tenang saat berbicara kepada media seusai laga.
"Empat ofisial dan VAR tidak dapat mengambil keputusan, mereka langsung meminta keputusan wasit," kata Guardiola kepada Sky Sports.
"Saya mengerti mengapa di sini di Liga Premier, dengan [Fabian] Schar dan penalti, VAR tidak mengatakan apa pun. Saya mengerti mengapa dalam pertandingan Liga Premier di sini, penalti untuk Jeremy Doku dari [Malick] Thiaw... Lihatlah, lihatlah.”
Baca juga: Satu Kaki di Wembley, Man City Bungkam Newcastle 2-0 di St. James’ Park
"Gol kedua [malam ini] garisnya benar-benar sempurna, milimeter. Itu yang tidak saya mengerti, tetapi saya cukup yakin wasit akan menelepon saya besok dan menjelaskan mengapa VAR tidak campur tangan dalam dua penalti di sini saat skor 0-0 [pada bulan November]."
Menarik Luka Lama
Kemarahan Guardiola tidak hanya berdasar pada kejadian malam ini. Ia secara terbuka mengungkit kekalahan 2-1 dari Newcastle di Liga Inggris pada November lalu, di mana ia merasa City dirampok dua penalti setelah pelanggaran terhadap Phil Foden dan handball yang diabaikan oleh teknologi yang sama.
"Dan saya katakan hari ini, lihat konferensi pers saya dan saya tidak mengatakan apa pun setelah pertandingan Newcastle itu. Tapi hari ini VAR turun tangan. Saya menunggu saat itu, dua penalti yang luar biasa dan itu tidak terjadi,” tambahnya.
"Tapi tidak apa-apa. Kita tahu bagaimana cara kerjanya dan itu akan membuat kita lebih kuat.”
"Dalam situasi seperti itulah kita bereaksi. Ini semifinal. Kita bermain untuk banyak hal untuk mencapai final. Itu akan membuat kita lebih kuat."
Baca juga: "Saya Tidak Bisa Tidur": Guardiola Waspadai Hobi Gol Menit Akhir Newcastle
Langkah Mantap Menuju Final
Terlepas dari awan mendung VAR, performa Semenyo tetap menjadi tajuk utama. Mantan pemain Bournemouth ini membuktikan dirinya sebagai pengganti sepadan di tengah badai cedera lini belakang City.
Ia terus meneror pertahanan Newcastle sepanjang laga dan menunjukkan koneksi yang mulai padu dengan lini tengah yang digalang Bernardo Silva.
Newcastle kini menghadapi tugas berat untuk membalikkan keadaan di Etihad Stadium pada leg kedua bulan depan. Sementara bagi Manchester City, kemenangan ini memberikan satu kaki di final Wembley, meski Guardiola jelas belum selesai dengan kritiknya terhadap standar pengadilan lapangan hijau di Inggris.