Manchester United secara resmi mengumumkan penunjukan mantan kapten dan legenda klub, Michael Carrick, sebagai pelatih kepala hingga akhir musim 2025/2026. Keputusan ini diambil oleh jajaran petinggi INEOS setelah pemecatan Ruben Amorim pekan lalu dan berakhirnya masa tugas singkat Darren Fletcher sebagai pelatih sementara.

Carrick, yang memenangkan lima gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions selama 12 tahun kariernya di Old Trafford, kembali ke Theatre of Dreams dengan misi besar, yaitu memulihkan stabilitas klub yang tengah dilanda krisis.

Pilihan Utama di Atas Nama Besar

Penunjukan Carrick dilakukan setelah proses seleksi yang melibatkan beberapa nama ikonik lainnya, termasuk mantan manajer Ole Gunnar Solskjaer. 

Namun, Direktur Sepak Bola Jason Wilcox dan CEO Omar Berrada akhirnya menjatuhkan pilihan pada pria berusia 44 tahun tersebut. Carrick dinilai memiliki pendekatan kepelatihan yang lebih dekat dan pemahaman mendalam tentang filosofi klub.

“Memegang tanggung jawab untuk memimpin Manchester United adalah suatu kehormatan,” kata Carrick, dalam pernyataan resminya.

“Saya tahu apa yang dibutuhkan untuk sukses di sini; fokus saya sekarang adalah membantu para pemain mencapai standar yang kami harapkan di klub luar biasa ini, yang kami tahu bahwa kelompok ini lebih dari mampu untuk mewujudkannya.”

Baca juga: Wayne Rooney Siap Pulang ke Old Trafford: "Ini Keputusan yang Sangat Mudah"

“Saya telah bekerja dengan sejumlah pemain dan jelas terus mengamati tim dengan cermat dalam beberapa tahun terakhir, saya memiliki keyakinan penuh pada bakat, dedikasi, dan kemampuan mereka untuk sukses di sini.”

“Masih banyak yang harus diperjuangkan musim ini, kami siap untuk menyatukan semua orang dan memberikan penampilan yang pantas diterima oleh para penggemar setia kami.”

Staf Pelatih Baru

Carrick tidak datang sendirian. Ia memboyong tim pelatih yang cukup berpengalaman untuk membantunya di pinggir lapangan. 

Nama-nama seperti Steve Holland (mantan asisten timnas Inggris), Jonathan Woodgate, serta bek veteran Jonny Evans akan mendampinginya di bangku cadangan.

Sementara itu, Darren Fletcher akan kembali ke perannya semula sebagai pelatih kepala tim Under-18 setelah memimpin United dalam dua laga terakhir, hasil imbang 2-2 melawan Burnley dan kekalahan di FA Cup dari Brighton.

Bagi para pendukung setia United, Carrick merepresentasikan hubungan dengan era emas klub. Dengan catatan 464 penampilan di bawah asuhan Sir Alex Ferguson, kredibilitasnya tidak perlu diragukan. Ini juga bukan pertama kalinya ia menjawab panggilan darurat; ia sempat memimpin tiga pertandingan tak terkalahkan sebagai pelatih interim pada tahun 2021 sebelum kedatangan Ralf Rangnick.

Sejak saat itu, Carrick telah mengasah kemampuan manajerialnya di Middlesbrough. Meskipun masa jabatannya di Teesside berakhir dengan pemecatan musim panas lalu setelah finis di posisi ke-10, visi taktisnya—yang berfokus pada penguasaan bola yang sabar dalam skema 4-2-3-1—dinilai oleh dewan direksi United sebagai pendekatan "praktis" yang dibutuhkan untuk menstabilkan skuad yang sedang limbung.

Baca juga: Fletcher Sebut Skuad Man United Rapuh Usai Disingkirkan Brighton dari FA Cup

Tantangan Berat Menanti

Carrick tidak punya banyak waktu untuk beradaptasi. Laga debutnya sebagai pelatih kepala tetap akan langsung dihadapkan pada ujian paling ekstrem: Derbi Manchester melawan Manchester City di Old Trafford akhir pekan ini.

Saat ini, United terjerembab di posisi ketujuh klasemen Premier League, terpaut 17 poin dari pemimpin klasemen Arsenal. Tanpa kompetisi Eropa dan sudah tersingkir dari dua piala domestik, fokus utama Carrick adalah membawa United merangkak naik ke zona Liga Champions dalam 17 pertandingan liga yang tersisa.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!