Misi Penebusan Arteta: Arsenal Takkan Gentar di Semifinal Piala Liga
Mikel Arteta menegaskan bahwa Arsenal tidak akan membiarkan trauma masa lalu menghalangi ambisi mereka untuk meraih trofi. Menjelang laga krusial semifinal Piala Liga atau Carabao Cup, sang manajer menyatakan timnya membawa semangat untuk menebus kegagalan menyakitkan musim lalu.
Ingatan tentang kekalahan dari Newcastle United di fase yang sama tahun lalu masih membekas di London Utara. Kala itu, The Gunners harus mengubur mimpi ke Wembley setelah menelan kekalahan identik 2-0 di kedua leg semifinal, membuat mereka tersingkir dengan agregat telak 4-0.
Belajar dari Luka Newcastle
Musim lalu, Arsenal tampil dominan namun tumpul di depan gawang. Gol-gol dari Alexander Isak dan Anthony Gordon di Emirates, yang kemudian disusul oleh gol Jacob Murphy dan Gordon lagi di St. James' Park, menjadi pengingat betapa kejamnya kompetisi ini jika sebuah tim gagal tampil efisien.
Arteta mengakui bahwa rasa sakit musim lalu adalah motivator utama bagi skuadnya saat ini. Pelatih asal Spanyol tersebut ingin anak asuhnya menggunakan memori kekalahan tersebut sebagai bahan bakar untuk melangkah lebih jauh tahun ini.
Baca juga: FA Cup: Hat-trick Martinelli Bawa Arsenal Gilas Portsmouth 4-1
"Sepak bola memberi Anda kesempatan kedua. Kami benar-benar konsisten lagi dalam kompetisi ini dan sekarang kami harus menyingkirkan tim besar lainnya untuk berada di final. Itulah misinya," kata Arteta.
"Semoga, kita belajar dari tahun lalu karena itu menyakitkan, terutama cara pertandingan berlangsung dan banyaknya peluang yang kita lewatkan. Semoga, tahun ini kita lebih baik dan lebih efisien."
Krisis Lini Belakang Menghadang
Meski mengusung misi balas dendam, persiapan Arsenal tidaklah mulus. Arteta dipusingkan dengan badai cedera yang menghantam barisan pertahanan menjelang laga leg pertama melawan Chelsea di Stamford Bridge.
Para bek Piero Hincapie dan Riccardo Calafiori akan absen dalam pertandingan leg pertama, sementara William Saliba dan Leandro Trossard diragukan tampil.
Pada laga sebelumnya, Gabriel Magalhaes dan gelandang Christian Norgaard dipercaya mengisi lini belakang. Sementara Myles Lewis-Skelly dan Ben White menjadi pilihan sebagai bek sayap, begitu juga dengan pemain 16 tahun Marli Salmon.
Menghadapi Wajah Familiar
Laga semifinal kali ini juga menyajikan narasi menarik di pinggir lapangan. Arteta akan beradu taktik dengan manajer baru Chelsea, Liam Rosenior.
Baca juga: Ujian Sesungguhnya Rosenior: Chelsea Siap Ladeni Arsenal di Semifinal Carabao Cup
Keduanya memiliki sejarah panjang; mereka pernah saling berhadapan sebagai pemain di Final FA Cup 2014 saat Arteta membela Arsenal dan Rosenior memperkuat Hull City.
"Saya sudah melihat beberapa foto tentang itu. Itulah keindahan sepak bola. Dua karier yang sangat berbeda tetapi pada akhirnya saling berhadapan besok di Stamford Bridge dalam semifinal," kata Arteta.
"Saya kenal orang-orang yang pernah bekerja dengannya (Rosenior). Mereka sangat memujinya jadi saya berharap yang terbaik untuknya, kecuali untuk pertandingan besok."
Dengan Newcastle United, sang juara bertahan, yang juga masih bersaing di kompetisi ini, Arsenal tahu bahwa jalan menuju podium juara tidak akan mudah. Namun, bagi Arteta dan pasukannya, trofi Piala Liga kini bukan sekadar pelengkap, melainkan bukti bahwa mereka telah naik kelas dari kegagalan musim lalu.