"Tak Membuahkan Hasil": Presiden FIFA Ingin Cabut Sanksi Rusia
Presiden FIFA, Gianni Infantino, memicu gelombang kontroversi besar di dunia olahraga setelah secara terbuka menyatakan dukungannya untuk mencabut sanksi internasional terhadap Rusia. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Sky News pada hari Senin (2/2/2026), Infantino menegaskan bahwa isolasi sepak bola Rusia selama empat tahun terakhir telah gagal mencapai tujuannya.
Rusia telah dilarang berpartisipasi dalam semua kompetisi resmi FIFA dan UEFA sejak awal tahun 2022 usai menginvasi Ukraina. Namun, menjelang Piala Dunia 2026 yang tinggal menghitung bulan, Infantino memberikan sinyal kuat bahwa organisasi yang dipimpinnya ingin meninjau kembali keputusan tersebut.
Kritik Terhadap Efektivitas Sanksi
Menurut Infantino, larangan yang telah berjalan selama hampir empat tahun itu tidak memberikan dampak positif bagi perdamaian global.
Baca juga: Rekor Pecah: Transfer Sepak Bola Dunia Tembus Angka Fantastis $13 Miliar di 2025
Sebaliknya, ia menilai kebijakan tersebut justru memperdalam jurang permusuhan di kalangan generasi muda.
"Larangan ini tidak membuahkan hasil apa pun; ia hanya menciptakan lebih banyak rasa frustrasi dan kebencian," ujar Infantino.
"Kemungkinan anak perempuan dan laki-laki dari Rusia dapat bermain sepak bola di wilayah Eropa lainnya akan sangat membantu."
Infantino juga menekankan FIFA tidak boleh melarang negara mana pun untuk bermain sepak bola karena tindakan pemimpin politik mereka. “Seseorang harus tetap menjaga pintu dialog tetap terbuka,” tambahnya.
Reaksi Keras dari Ukraina
Pernyataan Infantino tersebut segera memancing reaksi pedas dari pemerintah Ukraina. Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menyebut komentar tersebut sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab dan mengabaikan realitas perang yang masih berlangsung.
"Enam ratus tujuh puluh sembilan anak perempuan dan laki-laki Ukraina tidak akan pernah bisa bermain sepak bola — Rusia telah membunuh mereka," tulisnya di X.
"Dan Rusia terus membunuh lebih banyak lagi sementara orang-orang yang bejat secara moral menyarankan pencabutan larangan, meskipun Rusia gagal mengakhiri perangnya. Generasi mendatang akan memandang ini sebagai aib yang mengingatkan pada Olimpiade 1936."
Baca juga: Kenapa Rusia Tidak Ikut Piala Dunia?
Menteri Olahraga Ukraina, Matvii Bidnyi, juga mengkritik Infantino. “Kata-kata Gianni Infantino terdengar tidak bertanggung jawab — bahkan kekanak-kanakan. Kata-katanya memisahkan sepak bola dari kenyataan anak-anak yang terbunuh.”
“Selama Rusia terus membunuh warga Ukraina dan mempolitisasi olahraga, bendera dan simbol nasional mereka tidak memiliki tempat di antara orang-orang yang menghormati nilai-nilai seperti keadilan, integritas, dan permainan yang adil.”
Di sisi lain, Presiden UEFA Aleksander Ceferin tetap pada pendiriannya bahwa Rusia tidak akan diterima kembali di kompetisi Eropa selama konflik belum berakhir sepenuhnya.
Jika desakan Infantino ini benar-benar terwujud dalam pemungutan suara di Kongres FIFA mendatang, hal ini akan menjadi perubahan kebijakan paling radikal dalam sejarah sanksi olahraga modern. Namun, dengan kuatnya penolakan dari sebagian besar negara Eropa, jalan menuju pencabutan sanksi tersebut diprediksi akan sangat terjal.