Spanyol gagal meraih poin penuh setelah ditahan imbang 0-0 oleh tim debutan Tanjung Verde pada laga fase grup Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium. Hasil tanpa gol ini menjadi kejutan terbesar turnamen sejauh ini, mengingat status La Roja sebagai raksasa Eropa dan salah satu kandidat kuat juara.

Skuad asuhan Luis de la Fuente mendominasi penguasaan bola sepanjang 90 menit namun tampil tanpa arah di sepertiga akhir lapangan. Sebaliknya, Tanjung Verde bermain dengan disiplin taktis yang luar biasa demi mengamankan satu poin bersejarah dalam debut Piala Dunia mereka, sekaligus membuat persaingan di Grup H langsung terbuka lebar.

Frustrasi Melawan Tembok Kokoh

Spanyol turun dengan trio lini tengah terbaiknya: Rodri, Pedri, dan Fabián Ruiz, didukung oleh pergerakan agresif Gavi. Namun, aliran umpan pendek tiki-taka mereka jarang membuahkan peluang bersih. Ferran Torres dan Mikel Oyarzabal terisolasi di lini depan akibat rapatnya jarak antara lini belakang dan lini tengah Tanjung Verde yang dikomandoi oleh Roberto Lopes dan Diney Borges.

Baca juga: Spanyol Siap Mainkan Yamal Lawan Tanjung Verde

Kiper veteran Tanjung Verde, Vozinha, tampil gemilang di bawah mistar dengan mementahkan sejumlah tembakan jarak jauh dan memotong umpan-umpan silang Spanyol dengan sangat tenang. Setiap kali pemain Spanyol menemukan celah, barisan pertahanan berkaus biru selalu siap menutup ruang tembak.

Memasuki pertengahan babak kedua, atmosfer di stadion semakin tegang. De la Fuente akhirnya mengambil risiko pada menit ke-71 dengan memasukkan winger muda Lamine Yamal menggantikan Gavi untuk menambah daya gedor dari sektor sayap.

Sengatan Lamine Yamal yang Terlambat

Masuknya Yamal langsung mengubah intensitas serangan Spanyol. Hanya dalam waktu kurang dari dua puluh menit, pemain muda Barcelona ini mencatatkan 5 dribel sukses, lebih banyak daripada pemain lain di lapangan sepanjang laga (data Opta). Yamal berulang kali mengobrak-abrik sisi kanan pertahanan lawan, namun umpan tariknya kerap dipatahkan oleh lini belakang Tanjung Verde yang tampil kesetanan.

Baca juga: Siapa Pemenang di Piala Dunia 2010?

Sadar waktu hampir habis, Tanjung Verde mulai memperlambat tempo permainan dengan pelanggaran taktis. Frustrasi kubu Spanyol memuncak di masa injury time ketika Pedri diganjar kartu kuning pada menit ke-92 setelah terlibat adu argumen di lini tengah. Tak lama berselang, Rodri ditarik keluar untuk digantikan Nico Williams sebagai upaya terakhir, namun skor kacamata tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Persaingan Grup H Memanas

Begitu laga usai, seluruh pemain dan staf kepelatihan Tanjung Verde langsung berlari ke dalam lapangan untuk merayakan poin bersejarah ini. Bagi mereka, hasil imbang ini terasa seperti sebuah kemenangan besar atas kekuatan sepak bola dunia.

Bagi Spanyol, hasil ini menjadi alarm bahaya yang nyata. Datang ke Amerika Utara dengan status unggulan, mereka kini menghadapi tekanan besar dalam dua laga sisa fase grup melawan Arab Saudi dan tim tangguh Uruguay demi mengamankan tiket ke babak gugur.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!