Redam Ego Jadi Cadangan Brazil, Endrick Sepenuhnya Percaya Ancelotti
Penyerang muda Brasil, Endrick, menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak risau meski harus memulai debut Piala Dunia 2026 dari bangku cadangan. Alih-alih menuntut menit bermain lebih atau memburu sorotan kamera, remaja ajaib berusia 19 tahun tersebut mengaku berada dalam situasi yang sangat damai dan mendukung penuh segala keputusan taktis yang diambil oleh sang pelatih kepala, Carlo Ancelotti.
Pernyataan mendinginkan suasana ini muncul di tengah derasnya desakan dari suporter Selecao yang menginginkan striker Real Madrid itu tampil sebagai starter sejak fase grup. Menjelang laga krusial babak 16 besar melawan Norwegia, Endrick justru memuji ketegasan Ancelotti yang selalu menomorsatukan kepentingan kolektif di atas ambisi individu pemain.
Tak Pusingkan Jadi Cadangan
Berbicara dalam konferensi pers menjelang laga krusial babak 16 besar melawan Norwegia di New York New Jersey Stadium, Endrick menunjukkan kedewasaan mental yang luar biasa untuk pemain seusianya. Ditanya mengenai minimnya kesempatan starter yang ia dapatkan, tercatat hanya bermain selama 79 menit dari tiga laga yang ia lakoni, Endrick meresponsnya dengan kepala dingin.
Baca juga: Solbakken Klarifikasi, Tantangan ke Ancelotti Hanya Candaan Ruang Ganti
"Dia (Ancelotti) tidak akan melakukan apa yang terbaik untuk saya, dia akan melakukan apa yang terbaik untuk tim," kata Endrick.
"Dia tidak takut mengambil keputusan sulit. Dia melakukan apa yang dia yakini benar, dan segalanya selalu berjalan lancar. Seolah-olah Tuhan selalu menjaganya. Apa pun yang Carlo lakukan, hasilnya selalu berbuah manis.
"Ketika manajer menyuruh saya melakukan sesuatu, saya tidak akan menoleh ke belakang; saya hanya akan melakukan apa yang dia minta."
Sikap tenang ini sekilas kontras dengan ekspektasi masif yang dipikulnya sejak mendarat di Amerika Utara. Namun bagi Endrick, dinamika ini bukanlah hal baru. Mengingat kembali musim debutnya di Eropa di bawah asuhan pelatih asal Italia tersebut, situasi serupa sempat ia alami sebelum akhirnya dipercaya tampil penuh di kompetisi domestik seperti Copa del Rey.
Ketika jurnalis mempertanyakan apakah ketidakpastian menit bermain ini mengganggu psikologisnya, Endrick menjawab sembari tersenyum, "Saya rasa saya akan tetap tidur nyenyak seperti bayi. Saya sangat damai karena sebelum tidur, saya melakukan apa yang harus saya lakukan: berdoa, berbicara dengan Tuhan, dan percaya bahwa momen itu akan datang pada waktunya."
Peran Krusial dari Bangku Cadangan dan Mentor di Sisi Lapangan
Meski tidak menjadi starter, kontribusi Endrick di atas lapangan tidak bisa dipandang sebelah mata. Usai tidak dimainkan pada laga pembuka kontra Maroko yang berakhir imbang, ia selalu menjadi senjata rahasia Ancelotti di babak kedua.
Baca juga: Menang Dramatis atas Jepang, Ketenangan Ancelotti Loloskan Brasil ke 16 Besar
Penampilan teranyarnya di babak 32 besar melawan Jepang menuai banyak pujian. Masuk menggantikan Lucas Paquetá yang cedera di awal babak kedua, pergerakan cerdas Endrick di sektor tengah sukses mengacak-acak fokus lini belakang Jepang, membuka ruang bagi Gabriel Martinelli untuk mencetak gol kemenangan dramatis 2-1 pada menit ke-90+6.
Menariknya, kehidupan di bangku cadangan justru memberikan berkah tersendiri bagi pemain bernomor punggung 19 ini. Endrick mengungkapkan bagaimana ia memanfaatkan waktu luangnya di sela-sela turnamen untuk menyerap ilmu dari para kapten dan pemain senior, termasuk megabintang Neymar yang kebetulan kerap duduk bersebelahan dengannya di bangku cadangan.
"Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Ney. Kami bercanda setelah latihan, bermain kartu, dan mengobrol. Di hari libur kami, kami bersama, kami mengobrol. Sangat penting untuk berbicara dengan orang-orang yang menjadi kapten tim nasional, seperti Marquinhos, Casemiro, dan Alisson,” ungkap Endrick, yang musim lalu bermain sebagai pemain pinjaman di Lyon dari Real Madrid
"Mendapatkan pengalaman dari mereka adalah hal yang luar biasa. Mereka adalah orang-orang yang memahami sepak bola. Mengetahui lebih banyak tentang ini sangat bagus. Dan itu tidak berbeda dengan Ney. Kami juga duduk berdampingan di bangku cadangan. Saya akan mencoba untuk mendapatkan yang terbaik dari itu, karena saya masih memiliki waktu yang panjang dalam karier saya."
Kepercayaan Penuh pada Proyek Ancelotti
Bagi publik sepak bola Brasil, kehadiran Carlo Ancelotti di kursi kepelatihan diharapkan mampu mengembalikan trofi emas yang sudah absen selama 24 tahun. Bagi Endrick pribadi, reuni dengan sang mentor di level internasional adalah sebuah keuntungan besar bagi transisi generasional Selecao.
"Dia adalah manajer pertama saya ketika saya tiba di Eropa. Bagi saya, memiliki dia sebagai manajer pertama saya adalah salah satu pengalaman terbaik yang pernah saya alami dalam karier saya," kata Endrick.
Baca juga: Ancelotti Tuntut Kesabaran Soal Endrick Jelang Laga Brasil Kontra Haiti
"Di musim pertama saya bersama (Ancelotti) di Real, saya banyak bermain. Hanya beberapa menit di sana-sini, tetapi saya masuk sebagai pemain pengganti di hampir setiap pertandingan. Dia akan menyuruh saya untuk tetap tenang, bahwa waktu saya akan tiba."
Brasil dijadwalkan menghadapi Norwegia pada hari Senin nanti. Apakah Ancelotti akan terus menyimpan sang berlian muda sebagai peluru darurat, atau akhirnya memberikan panggung utama sejak menit pertama? Satu hal yang pasti: Endrick siap kapan pun peluit instruksi itu berbunyi.