Tuchel Puji Naluri Mematikan Kane seperti Hiu Usai Loloskan Inggris ke 16 Besar

Tuchel Puji Naluri Mematikan Kane seperti Hiu Usai Loloskan Inggris ke 16 Besar
2/07/2026 - 15:55 WIB
12

Inggris berhasil lolos dari lubang jarum dan mengamankan tiket babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Republik Demokratik Kongo 2-1 di Atlanta. 

Thomas Tuchel, yang sempat diambang kehancuran setelah tertinggal lebih awal, langsung melayangkan pujian setinggi langit kepada sang kapten, Harry Kane, yang ia ibaratkan seperti "hiu yang mencium bau darah" di kotak penalti.  

Insting Bak Hiu

Tertinggal sejak menit ke-7 akibat gol kejutan Brian Cipenga, The Three Lions menunjukkan mentalitas baja yang sudah lama tidak terlihat. 

Dua gol telat dari Kane pada menit ke-75 dan 86 tidak hanya membalikkan keadaan, tetapi juga mencatatkan sejarah baru: ini adalah pertama kalinya Inggris memenangkan laga Piala Dunia setelah kebobolan lebih dulu sejak final legendaris 1966 silam.  

"Mereka semua adalah hiu," ujar Tuchel usai laga, merujuk pada barisan striker elit dunia termasuk Kane, Lionel Messi, dan Kylian Mbappé. "Jika mereka mencium bau darah, mereka akan datang dan mencetak gol.”

Baca juga: Inggris 2-1 RD Kongo: Dua Gol Telat Kapten Kane Loloskan Tiga Singa

"Para pemain hebat di Piala Dunia ini, apakah mereka saling mengamati, lalu mereka berkata 'tidak, bukan aku' lalu aku mencetak gol, lalu aku mencetak hat-trick, dan kemudian kalian bertanya 'apa yang terjadi?' Ini gila.

"[Kane] sangat, sangat hebat. Dia kapten kami, dia pemimpin kami, dan menentukan hasil pertandingan sepak bola dengan penyelesaian yang luar biasa hari ini dua kali. Gol kedua benar-benar brilian, dan saya senang dia [pemain kami]."

Taktik Jitu dan Mentalitas Tanpa Rasa Takut

Sepanjang babak pertama, Inggris dibuat frustrasi oleh pertahanan rapat dan disiplin tinggi para pemain Kongo. Keputusan Tuchel untuk memasukkan tenaga baru seperti Anthony Gordon, Bukayo Saka, dan Eberechi Eze di babak kedua terbukti menjadi kunci utama yang merusak momentum lawan.  

Tuchel mengungkapkan bahwa pesan yang ia sampaikan kepada anak asuhnya selama hydration break sangat sederhana namun krusial: jangan panik dan terus menggedor pertahanan lawan.  

“Pesan yang disampaikan selalu sama,” jelas Tuchel. “Teruslah berusaha, berusaha, berusaha. Teruslah percaya. Teruslah melakukan apa yang biasa kita lakukan. Jangan menyerah, kamu jangan menyerah. Itulah inti dari tim ini. Rasanya sangat menyenangkan bisa merasakan hal ini di pinggir lapangan sebagai seorang pelatih.

“Saat Anda mencoba mendukung dan membantu, Anda mendapatkan perasaan bahwa para pemain bebas, para pemain tidak cemas. Kami tidak bermain dengan rasa takut. Kami bermain dengan tekad dan kemudian kami tidak menerimanya.

“Kami memiliki koneksi yang lebih baik dari Ebs karena dia bermain di sayap kanan dan membantu Bukayo Saka untuk memiliki koneksi ini. Dan Declan menyelesaikan sebagai bek sayap, jadi kami memiliki umpan silang berbahaya.

Baca juga: Madueke Janjikan Inggris Tampil Lebih Cair, Tapi Haram Remehkan Kongo

“Setelah 60, 70 menit kami datang dengan kaki yang segar dan kemudian Anda hanya mencoba membantu dan mendukung serta menemukan solusi dari bangku cadangan. Tapi saya merasa itu mudah hari ini. Kami tidak perlu membuka sesuatu secara taktis. Setiap kali mereka berbicara kepada saya, mereka terlibat, mereka jelas.”

Tantangan Berat Menanti di Stadion Azteca

Kemenangan dramatis ini secara resmi mempertemukan Inggris dengan salah satu tuan rumah turnamen, Meksiko, dalam laga babak 16 besar yang akan digelar di Stadion Azteca yang tersohor pada hari Senin mendatang.  

Selain harus menghadapi atmosfer suporter tuan rumah yang dipastikan akan menggelegar, tantangan terbesar bagi anak asuh Tuchel adalah faktor geografis. Stadion Azteca terletak di ketinggian sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut, sebuah kondisi ekstrem yang mustahil untuk diadaptasi secara fisik hanya dalam waktu empat hari.  

"Saya baru saja pulang dari pertandingan ini, dan mencoba menikmatinya, tetapi ini mungkin salah satu pertandingan terindah, pertandingan paling menarik yang bisa Anda dapatkan," jelas Tuchel.

"Anda bermain melawan Meksiko di Azteca, dan akan ada banyak sekali rintangan yang menunggu kita. Belum lagi ketinggian tempat akan menjadi kerugian besar, karena kita tidak bisa beradaptasi secara fisik dalam empat hari. Itu mustahil dan mungkin akan ada lebih banyak rintangan lagi.

"Tetapi kami siap untuk itu, mungkin kami membutuhkannya. Kami memiliki landasan yang ideal sekarang untuk benar-benar percaya bahwa kami siap untuk itu, dan ketika keadaan menjadi sulit, kami akan menemukan jawabannya."

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!

Related News

0 Komentar
Lihat Komentar Lainnya
Ads
Loading...
Tunggu Sebentar...