Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Mantan manajer Manchester United, Erik ten Hag, memperingatkan bahwa mantan klubnya berpotensi mengalami degradasi dari Premier League musim 2026-27. Menurut pelatih asal Belanda tersebut, ketatnya persaingan di kasta tertinggi sepak bola Inggris membuat tidak ada tim yang benar-benar aman ketika terjebak dalam periode buruk.
Peringatan itu disampaikan setelah Manchester United kalah 0-2 dari Chelsea di Stamford Bridge, Sabtu (31/10). Kekalahan tersebut membuat Setan Merah terpuruk di peringkat ke-17 dengan hanya mengumpulkan tujuh poin dari sembilan pertandingan, unggul selisih gol atas Crystal Palace yang berada di zona degradasi.
Dalam wawancara bersama ESPN, Ten Hag ditanya mengenai kemungkinan Manchester United terdegradasi untuk pertama kalinya sejak 1974. Ia menilai ancaman tersebut tidak bisa dianggap remeh mengingat kekuatan klub-klub yang berkompetisi di Premier League saat ini.
"Di Premier League, hal itu tentu saja mungkin terjadi karena semua tim sangat kuat. Mereka memiliki skuad yang kuat dan pelatih-pelatih yang bagus," ujar Ten Hag.
Baca juga: Butuh Stabilitas, Tielemans Dukung Carrick Bertahan di Manchester United
"Ketika sebuah tim sekali saja berada di sisi yang salah dan benar-benar terjebak dalam lingkaran negatif, situasinya bisa menjadi sangat, sangat sulit," tambahnya.
Komentar tersebut mencerminkan kekhawatiran terhadap kondisi Manchester United yang semakin sulit menemukan konsistensi. Mereka telah melewati sembilan pertandingan terakhir di seluruh kompetisi tanpa kemenangan. Menurut data Opta, catatan tersebut menjadi periode tanpa kemenangan terpanjang klub sejak 1984.
Sebelum kekalahan dari Chelsea, Manchester United juga dihantam Bournemouth dengan skor 0-3 di Old Trafford dan mengalami kekalahan telak 1-4 saat menghadapi Como di Liga Champions. Rangkaian hasil tersebut semakin meningkatkan tekanan terhadap pelatih Michael Carrick.
Terlepas dari tekanan yang meningkat, manajemen Manchester United memutuskan tetap mempertahankan Carrick untuk pertandingan melawan Chelsea. Namun, keputusan tersebut belum memberikan hasil yang diharapkan setelah mereka kembali gagal meraih poin.
Manchester United sebenarnya memulai pertandingan di Stamford Bridge dengan cukup menjanjikan. Namun, gol Morgan Rogers dan Cole Palmer pada babak kedua memastikan kemenangan 2-0 bagi Chelsea. Situasi semakin sulit bagi tim tamu setelah Lisandro Martinez menerima kartu merah akibat pelanggaran terhadap Wesley Fofana di kotak penalti.
Baca juga: Carrick Tegaskan Pertahankan Fernandes Sebagai Kapten Manchester United
Kekalahan itu membuat Manchester United hanya memiliki satu kemenangan dalam sembilan pertandingan Premier League musim ini. Dengan tujuh poin, mereka kini harus mulai memperhatikan persaingan di sekitar zona degradasi, bukan sekadar mengejar posisi untuk kembali ke kompetisi Eropa.
Ten Hag juga menyinggung periode kepemimpinannya di Old Trafford. Pelatih yang menangani Manchester United sejak 2022 hingga dipecat pada 2024 tersebut berhasil mempersembahkan Piala Liga Inggris 2023 dan Piala FA 2024 sebelum meninggalkan klub.
"Menurut saya, kami tampil cukup baik bersama United," ujar Ten Hag. "Bahkan, menurut saya performa kami lebih dari sekadar cukup baik. Kami tidak mungkin bisa melakukannya dengan lebih baik lagi.
"Sebelum kami datang, mereka tidak memenangkan trofi selama enam tahun. Lihatlah posisi mereka sekarang. Kami enam kali tampil di Wembley, kami memainkan dua final Piala FA. Kami memenangkan dua trofi dan finis di peringkat ketiga. Jadi ya, kami memang tampil cukup baik. Bahkan, terkadang kami juga memainkan sepak bola yang cukup apik.
"Kami juga sempat mengalami masa-masa sulit... Namun, Premier League adalah liga yang sangat kuat, dan ketika Anda menghadapi masa sulit, ya, saat itulah Anda benar-benar menghadapi masalah."
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Ten Hag masih mengikuti perkembangan mantan klubnya, meskipun kini memiliki peran berbeda sebagai direktur teknis FC Twente.
Manchester United selanjutnya dijadwalkan menjamu AS Roma dalam pertandingan Liga Champions sebelum menghadapi Aston Villa di Premier League pada akhir pekan berikutnya. Dua pertandingan tersebut berpotensi menjadi periode penting bagi Carrick untuk membuktikan bahwa dirinya masih mampu membalikkan keadaan.