Arsenal berhasil membawa pulang tiga poin penting setelah mengalahkan Liverpool dengan skor tipis 1-0 dalam pertandingan pekan kesembilan Premier League 2026-27 di Anfield, Minggu, 1 November 2026. Gol tunggal Kai Havertz pada babak pertama menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat dan diwarnai sejumlah kontroversi keputusan wasit.

Kemenangan ini terasa istimewa bagi Arsenal karena menjadi kemenangan liga pertama mereka di Anfield dalam 14 tahun terakhir. Hasil tersebut juga mengantarkan tim asuhan Mikel Arteta ke puncak klasemen dengan keunggulan tiga poin atas Manchester City, sementara Liverpool tertinggal sembilan angka dari rivalnya tersebut. 

Havertz Bawa Arsenal Unggul di Awal Laga

Arsenal memulai pertandingan dengan cukup percaya diri meskipun harus menghadapi tekanan dari pendukung tuan rumah. Kedua tim sempat kesulitan menciptakan peluang bersih pada menit-menit awal sebelum The Gunners berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-16.

Gol tersebut berawal dari kesalahan Alisson Becker ketika mencoba membangun serangan dari belakang. Arsenal berhasil merebut penguasaan bola dan melancarkan serangan cepat melalui Martin Odegaard. Declan Rice kemudian melakukan pergerakan di sisi kanan sebelum mengirimkan umpan silang mendatar ke depan gawang.

Baca juga: Raya Tak Peduli Arsenal Disebut Membosankan, Arteta Sebut Kritikus Hanya Minoritas

Havertz berada di posisi yang tepat untuk menyambut umpan tersebut dan mengarahkan bola ke gawang dari jarak dekat. Gol itu membawa Arsenal unggul 1-0 sekaligus memberikan tekanan besar kepada Liverpool.

Tuan rumah berusaha segera membalas. Florian Wirtz hampir menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas, tetapi bola hasil sepakannya hanya membentur mistar gawang David Raya. Alexis Mac Allister juga mendapatkan peluang emas melalui sundulan tanpa pengawalan, tetapi bola masih melambung di atas mistar.

Liverpool sebenarnya memiliki kesempatan mendapatkan penalti setelah Jurrien Timber terlihat menarik kaus Alexander Isak di dalam kotak penalti. Namun, wasit tidak menunjuk titik putih dan VAR juga tidak merekomendasikan pemeriksaan ulang. Keputusan tersebut memicu protes dari para pemain serta pendukung tuan rumah. 

Liverpool Gagal Menembus Pertahanan Arsenal

Memasuki babak kedua, Liverpool meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyeimbang. Andoni Iraola memasukkan Dominik Szoboszlai untuk menambah kreativitas di lini tengah, tetapi Arsenal tetap mampu menjaga organisasi pertahanan mereka.

The Reds terus mencoba memanfaatkan lebar lapangan melalui Bradley Barcola dan Milos Kerkez. Namun, sejumlah umpan silang mereka gagal menghasilkan peluang yang benar-benar mengancam gawang Raya.

Arsenal justru beberapa kali mendapatkan kesempatan untuk memperbesar keunggulan. Bruno Guimaraes melepaskan tembakan yang melenceng tipis, sedangkan Rice memaksa Alisson melakukan penyelamatan setelah menerima umpan dari sisi kanan.

Baca juga: Carabao Cup: Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti

Memasuki fase akhir pertandingan, Liverpool kembali meningkatkan intensitas serangan. Namun, pertahanan Arsenal yang dikawal Gabriel Magalhaes dan Ezri Konsa tampil disiplin dalam menghalau berbagai upaya tuan rumah.

Sementara peluang terbaik Arsenal datang dari Christos Tzolis. Namun Alisson menjaga konsentrasinya untuk menepis tembakan mendatar ke tiang jauh.

Liverpool akhirnya gagal mencetak gol meskipun melepaskan 17 tembakan sepanjang pertandingan. Tidak satu pun dari upaya tersebut berhasil mengarah tepat ke gawang Arsenal, sebuah statistik yang menggambarkan betapa sulitnya mereka menembus pertahanan tim tamu. 

Peluit panjang memastikan kemenangan 1-0 bagi Arsenal sekaligus mengakhiri penantian panjang mereka untuk meraih kemenangan liga di Anfield. 

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!