Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, memberikan respons tajam terhadap kontroversi dua keputusan penalti dalam kemenangan 3-0 atas Racing Santander pada pertandingan pekan ke-11 La Liga 2026-27, Minggu (1/11). Mourinho menyebut banyak orang yang memprotes keputusan wasit tidak memahami peraturan sepak bola, khususnya terkait insiden handball Aurelien Tchouameni pada babak kedua.
Los Blancos mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-11 setelah Kylian Mbappe dinilai dilanggar di dalam kotak terlarang. Sementara itu, Racing Santander sempat mendapatkan penalti pada babak kedua setelah bola mengenai tangan Tchouameni, tetapi keputusan tersebut dibatalkan setelah wasit meninjau VAR.
Berbicara setelah pertandingan di El Sardinero, Mourinho mengaku tidak terkejut dengan banyaknya protes dari pemain maupun pendukung Racing Santander. Meski demikian, pelatih asal Portugal tersebut tetap memuji atmosfer stadion dan antusiasme suporter tuan rumah.
Menurut Mourinho, dukungan penuh para penggemar Racing menciptakan tekanan besar bagi tim tamu. Namun, ia menilai protes terhadap keputusan wasit dalam pertandingan tersebut juga menunjukkan kurangnya pemahaman mengenai aturan permainan.
Baca juga: Hajar Racing Santander 3-0, Real Madrid Raih Enam Kemenangan Beruntun
"Saya sangat menyukai stadion ini dan para penggemarnya. Mereka tidak hanya datang untuk menonton pertunjukan, tetapi benar-benar terlibat dan menciptakan atmosfer yang sangat sulit bagi tim lawan," ujar Mourinho.
"Namun, ada juga fakta bahwa banyak orang menyaksikan pertandingan dengan penuh emosi, dan banyak orang yang tidak memahami aturan."
Mourinho kemudian secara khusus membahas insiden handball Tchouameni yang sempat membuat wasit Jose Luis Munuera Montero menunjuk titik putih. Menurutnya, keputusan VAR membatalkan penalti tersebut sudah tepat karena bola terlebih dahulu membentur bagian tubuh sang gelandang sebelum mengenai tangannya.
"Orang-orang tidak menyadari bahwa insiden Tchouameni tidak mungkin dianggap penalti karena bola memantul dari tubuhnya sendiri. Itu bukan penalti," tegas Mourinho.
Ia mengaku tetap tenang ketika wasit awalnya memberikan penalti kepada Racing karena tidak dapat melihat kejadian secara jelas dari jarak sekitar 60 meter. Namun, setelah menyaksikan tayangan ulang melalui iPad, ia yakin keputusan tersebut akan dibatalkan VAR.
"Ketika wasit menunjuk titik putih, saya tetap tenang karena tidak bisa menilainya dari jarak 60 meter. Namun, setelah melihatnya melalui iPad, saya berkata, 'Kalau VAR tidak sedang tertidur, itu bukan penalti'," tambahnya.
Menariknya, Mourinho tidak memberikan penilaian secara langsung mengenai keputusan wasit yang menghadiahkan penalti kepada Real Madrid setelah Mbappe terjatuh di kotak penalti pada menit ke-11.
Ketika ditanya mengenai kedua insiden tersebut, ia lebih banyak menyoroti protes Racing dan menjelaskan alasan keputusan penalti untuk tuan rumah harus dibatalkan. Dengan demikian, Mourinho tidak secara tegas menyatakan apakah keputusan memberikan penalti kepada Mbappe merupakan keputusan yang benar atau keliru.
Pelatih berusia 63 tahun itu justru memberikan pujian kepada Munuera Montero. Ia menilai sang wasit menjalankan pertandingan dengan baik, baik dari sisi teknis maupun pengendalian emosi para pemain.
Baca juga: Real Madrid Minta Maaf setelah Komentar Mbappe Picu Kontroversi
Menurut Mourinho, pertandingan berlangsung keras dan kompetitif, tetapi wasit mampu mengendalikan situasi dengan baik tanpa harus mengeluarkan banyak kartu.
Di luar kontroversi wasit, Mourinho juga mengaku puas dengan perkembangan permainan Real Madrid. Kemenangan 3-0 atas Racing Santander memperpanjang catatan positif Los Blancos menjadi enam kemenangan beruntun di seluruh kompetisi.
Gol Mbappe dari titik penalti, Jude Bellingham, dan Yan Diomande memastikan tiga poin bagi tim tamu. Gol Bellingham juga menjadi gol ke-50 gelandang Inggris tersebut bersama Real Madrid sejak bergabung dari Borussia Dortmund pada 2023.
Real Madrid kini mengalihkan perhatian ke pertandingan Liga Champions melawan AEK Athens sebelum kembali beraksi di La Liga menghadapi Valencia. Mourinho berharap perkembangan positif tersebut dapat berlanjut, meskipun ia menyadari masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu diperbaiki.