Kamu bisa masuk kembali kapan saja.
Semua data dan riwayat kamu akan terhapus secara permanen.
Max Verstappen berhasil meraih kemenangan dramatis dalam Formula 1 GP Meksiko 2026 setelah mengalahkan Lewis Hamilton dengan selisih hanya 0,799 detik di Autodromo Hermanos Rodriguez, Senin (2/11) dini hari WIB. Pembalap Red Bull tersebut mengamankan kemenangan ketiganya musim ini sekaligus mencatatkan kemenangan keenam sepanjang kariernya di GP Meksiko.
Namun, sorotan utama balapan kali ini tertuju kepada Kimi Antonelli. Pembalap Mercedes itu finis di posisi ketiga dan memastikan gelar juara dunia Formula 1 2026, sekaligus mencatatkan sejarah sebagai juara dunia termuda sepanjang sejarah olahraga tersebut.
Balapan 71 putaran tersebut dimulai dengan Lewis Hamilton mempertahankan keunggulan dari pole position. Namun, rekan setimnya di Ferrari, Charles Leclerc, langsung memberikan perlawanan ketika keduanya memasuki tikungan pertama.
Persaingan antara kedua pembalap Ferrari berlanjut hingga Tikungan 4, ketika Leclerc melebar melewati rumput dan berhasil mengambil alih pimpinan balapan. Verstappen yang memulai balapan dari posisi kelima memanfaatkan situasi tersebut untuk naik ke posisi kedua, sementara Hamilton kehilangan posisi di belakang pembalap Red Bull tersebut.
Baca juga: Rafael Câmara Promosi ke Formula 1 Bersama Haas untuk Musim 2027
Leclerc kemudian menerima penalti waktu lima detik karena dianggap mendapatkan keuntungan setelah keluar lintasan. Keputusan itu menjadi keuntungan besar bagi Verstappen, yang berhasil mengambil alih pimpinan setelah rangkaian pit stop pada lap ke-28.
Sementara itu, Hamilton kembali masuk pit satu lap kemudian. Strategi Ferrari membuat pembalap Inggris tersebut harus berjuang mengejar Verstappen dalam persaingan menuju kemenangan.
Ketegangan meningkat pada lap ke-44 ketika Valtteri Bottas mengalami kerusakan suspensi depan kiri pada mobil Cadillac miliknya. Mobilnya menghantam pembatas di Tikungan 1 dan memicu keluarnya Safety Car.
Insiden tersebut kemudian membuat FIA mengibarkan red flag untuk memberikan waktu kepada petugas memperbaiki pembatas lintasan. Balapan dihentikan selama hampir 40 menit sebelum kembali dilanjutkan melalui standing restart pada lap ke-47.
Verstappen mempertahankan posisi terdepan ketika balapan dimulai kembali. Hamilton berhasil melewati Leclerc untuk merebut posisi kedua, sementara Antonelli juga memanfaatkan kesalahan pengereman pembalap Ferrari tersebut untuk naik ke posisi ketiga.
Hamilton kemudian terus memberikan tekanan kepada Verstappen sepanjang periode terakhir. Namun, pembalap Red Bull itu mampu mempertahankan keunggulannya meskipun Ferrari beberapa kali berada dalam jarak serang.
Balapan kembali memasuki periode Safety Car ketika Oscar Piastri dan Arvid Lindblad terlibat tabrakan pada lap ke-59. Insiden tersebut membuat Lindblad kehilangan kendali dan menghantam pembatas lintasan.
Baca juga: Verstappen Incar Kemenangan Perdana di GP Singapura, Tapi Tak Mau Terlalu Pede
Setelah balapan dilanjutkan dengan delapan putaran tersisa, Verstappen kembali melakukan restart dengan sempurna dan tidak memberikan kesempatan kepada Hamilton untuk menyalipnya.
Di tengah persaingan sengit di barisan depan, Antonelli berhasil menjalankan balapan dengan sangat tenang. Pembalap Italia berusia 20 tahun itu memulai balapan dari posisi keempat dan hanya membutuhkan finis di posisi kesembilan untuk memastikan gelar juara dunia, terlepas dari hasil yang diraih para pesaingnya.
Antonelli bahkan berhasil mendapatkan podium setelah melewati Leclerc pada fase restart. Ia kemudian mempertahankan posisi ketiga hingga bendera finis dikibarkan, memastikan gelar juara dunia pertamanya bersama Mercedes.
Pada usia 20 tahun dan 68 hari, Antonelli menjadi pembalap termuda yang pernah memenangkan kejuaraan dunia Formula 1. Ia mematahkan rekor Sebastian Vettel dan sekaligus mengakhiri penantian panjang Italia untuk kembali memiliki juara dunia sejak Alberto Ascari pada 1953.
Gelar tersebut juga memastikan Mercedes kembali menjadi rumah bagi juara dunia setelah beberapa musim sebelumnya menghadapi persaingan ketat. Antonelli mengakui bahwa pencapaian tersebut tidak mungkin diraih tanpa dukungan keluarga dan seluruh anggota tim Mercedes.
1. Max Verstappen (Red Bull) 71 laps
2. Lewis Hamilton (Ferrari) +0.799s
3. Kimi Antonelli (Mercedes) +4.006s
4. Charles Leclerc (Ferrari) +10.707s
5. Lando Norris (McLaren) +11.778s
6. George Russell (Mercedes) +12.263s
7. Liam Lawson (Racing Bulls) +20.899s
8. Gabriel Bortoleto (Audi) +22.041s
9. Isack Hadjar (Red Bull) +22.503s
10. Ryo Hirakawa (Haas) +25.373s
11. Alex Albon (Williams) +27.562
12. Carlos Sainz (Williams) +28.638s
13. Oscar Piastri (McLaren) +29.475s
14. Nico Hulkenberg (Audi) +29.977s
15. Franco Colapinto (Alpine) +30.204s
16. Sergio Perez (Cadillac) +30.695s
17. Pierre Gasly (Alpine) +51.483s
DNF Arvid Lindblad (Racing Bulls)
DNF Ollie Bearman (Haas)
DNF Valtteri Bottas (Cadillac)
DNF Lance Stroll (Aston Martin)
DNF Fernando Alonso (Aston Martin)