Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, melontarkan kritik keras terhadap keputusan wasit yang tidak memberikan hadiah penalti kepada timnya ketika menghadapi Arsenal dalam pertandingan pekan kesembilan Premier League 2026-27 di Anfield, Minggu (1/11). Bahkan, pelatih asal Spanyol tersebut mengaku akan meminta para pemainnya untuk lebih berani menjatuhkan diri di dalam kotak penalti apabila mengalami tarikan atau pelanggaran serupa pada pertandingan mendatang.

Kontroversi terjadi ketika Alexander Isak ditarik bajunya oleh bek Arsenal, Jurrien Timber, saat berusaha menyambut umpan silang Bradley Barcola. Namun, penyerang asal Swedia itu tetap berdiri dan wasit Andy Madley tidak menunjuk titik putih. Liverpool akhirnya harus menerima kekalahan 0-1 setelah gol Kai Havertz pada menit ke-16 menjadi satu-satunya pembeda. 

Iraola Kecewa Isak Tidak Dapat Penalti

Iraola menilai Liverpool seharusnya mendapatkan hadiah penalti karena tarikan Timber jelas menghalangi Isak untuk menyambut bola di depan gawang. Menurutnya, keputusan wasit tidak memberikan penalti justru memperlihatkan bahwa pemain yang tetap berusaha berdiri setelah mengalami pelanggaran berada dalam posisi yang dirugikan.

Ketika ditanya apakah Isak seharusnya menjatuhkan diri untuk mendapatkan perhatian wasit, Iraola memberikan jawaban yang cukup mengejutkan.

"Sayang sekali Anda menanyakan hal ini kepada saya, tetapi sejujurnya, ya, kami harus memberi tahu mereka untuk menjatuhkan diri karena kalau tidak, mereka tidak akan memberikan penalti," ujar Iraola.

Baca juga: Akhiri Penantian 14 Tahun, Arsenal Kalahkan Liverpool 1-0 di Anfield

"Setelah itu, wasit justru mengeluh mengapa para pemain sering menjatuhkan diri. Karena kalau tidak terjatuh, pelanggaran tidak akan dianggap. Menurut saya, Alex adalah pemain yang jujur. Dia berusaha mengejar bola, dan semua orang bisa langsung melihat bahwa ada tarikan yang sangat jelas," tambahnya.

Iraola menegaskan bahwa Isak tidak memiliki alasan untuk sengaja menjatuhkan diri karena dirinya masih berusaha memainkan bola. Namun, ia merasa keputusan tersebut memberikan pesan yang salah kepada para pemain bahwa mereka harus bereaksi secara berlebihan agar mendapatkan perhatian wasit. 

Dua Klaim Penalti Liverpool Ditolak Wasit

Insiden Isak bukan satu-satunya keputusan yang membuat Liverpool kecewa sepanjang pertandingan. The Reds juga sempat meminta hadiah penalti setelah Cody Gakpo terlibat kontak dengan bek Arsenal, Christos Tzolis, di dalam kotak terlarang.

Situasi tersebut sempat ditinjau oleh VAR yang bertugas melalui Stuart Attwell, tetapi keputusan wasit di lapangan tetap dipertahankan. Berbeda dengan insiden Isak, Iraola mengakui bahwa dirinya bisa memahami alasan mengapa klaim penalti Gakpo tidak dikabulkan.

Menurutnya, bola berada terlalu lama di udara sehingga Gakpo kemungkinan tidak akan mampu menjangkaunya meskipun tidak mengalami tarikan. Namun, ia mempertanyakan konsistensi penggunaan alasan tersebut ketika menilai insiden yang melibatkan Isak.

"Saya pikir ada dua situasi yang saling berkaitan. Insiden Isak adalah penalti yang jelas. Dia akan menyundul bola di depan gawang, tetapi bajunya ditarik sehingga tidak bisa melakukannya," jelas Iraola.

Baca juga: Carabao Cup: Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti

"Mengenai insiden Gakpo, saya memahami argumen mereka bahwa bola terlalu lama di udara dan Cody tidak akan mampu menjangkaunya. Namun, dengan begitu mereka sebenarnya menerima bahwa insiden pertama merupakan penalti. Kita tidak bisa menggunakan alasan yang berbeda untuk dua situasi tersebut," lanjutnya. 

Arsenal Akhiri Penantian 14 Tahun di Anfield

Kekecewaan Iraola semakin besar karena Liverpool gagal mendapatkan hasil positif meskipun mampu memberikan tekanan kepada Arsenal sepanjang pertandingan. The Reds mencatatkan 17 percobaan tembakan, tetapi tidak satu pun yang mengarah tepat ke gawang David Raya.

Florian Wirtz sempat membentur mistar melalui tendangan bebas, sedangkan Alexis Mac Allister gagal memanfaatkan peluang emas lewat sundulan dari jarak dekat. Arsenal justru tampil sangat disiplin dalam bertahan dan berhasil mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

Kemenangan tersebut menjadi sangat istimewa bagi Mikel Arteta karena merupakan kemenangan liga pertama Arsenal di Anfield dalam 14 tahun terakhir. Tambahan tiga poin juga membawa The Gunners ke puncak klasemen Premier League dengan keunggulan tiga poin atas Manchester City dan sembilan poin atas Liverpool. 

Kontroversi di Anfield kini kembali memunculkan perdebatan mengenai konsistensi keputusan wasit dan penggunaan VAR di Premier League. Sementara itu, pernyataan Iraola bahwa dirinya akan meminta pemain untuk menjatuhkan diri menjadi sindiran tajam terhadap standar penilaian pelanggaran di dalam kotak penalti. 

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!