Sentuhan Magis Carrick, Cunha Sejajarkan Sang Bos dengan Sir Alex Ferguson
Penyerang Manchester United asal Brasil, Matheus Cunha, melontarkan pujian setinggi langit kepada pelatih interim Michael Carrick, dengan menyatakan bahwa sang juru taktik telah membawa kembali magis yang identik dengan era legendaris Sir Alex Ferguson ke Carrington dan Old Trafford.
Pernyataan ini muncul menyusul kemenangan dramatis 3-2 United atas rival abadi mereka, Liverpool, pada hari Minggu lalu. Hasil tersebut tidak hanya mengamankan tiket Liga Champions bagi The Red Devils musim depan dengan tiga laga tersisa, tetapi juga memperkuat posisi Carrick sebagai kandidat utama manajer permanen.
Carrick Miliki Magis Sir Alex
Cunha, yang mencetak gol pembuka dalam kemenangan di Old Trafford tersebut, mengungkapkan bahwa pendekatan Carrick dalam melatih memiliki kemiripan yang mencolok dengan mentalitas juara yang ia pelajari selama bermain di bawah asuhan Sir Alex.
Baca juga: Man United 3-2 Liverpool: Mainoo Pastikan United Kembali ke Liga Champions
Ditanya apakah ia ingin Carrick tetap menjadi pelatih kepala musim depan, Cunha mengatakan, "Ya, ya, jujur saja, saya rasa kita perlu mengatakannya.
"Saya rasa itu bukan di tangan saya. Tapi apa yang telah ia lakukan, ia penuh percaya diri pada tim dan, lihat, saya pernah duduk di bangku cadangan bersamanya, tetapi cara ia mengajar semua orang sungguh luar biasa.
"Saya rasa ia memiliki semacam magis di era Ferguson, hal-hal semacam itu. Kemudian ia datang dan membawanya kepada kami, mengajari kami bagaimana seharusnya.
"Dan, ya, menjadi bagian dari semua yang telah ia lakukan adalah suatu kesenangan, dan tentu saja saya rasa ia pantas mendapatkannya."
Baca juga: Carrick Tak Hiraukan Soal Kursi Permanen di Man United
Carrick, yang merupakan bagian inti dari skuad United yang memenangkan lima gelar Premier League dan satu Liga Champions di bawah Ferguson, dianggap berhasil mengembalikan identitas klub yang sempat hilang setelah pemecatan Ruben Amorim pada Januari lalu.
Transformasi di Bawah Carrick
Statistik mendukung klaim Cunha. Sejak mengambil alih kursi kepelatihan, Carrick telah membawa United merangkak naik dari posisi ketujuh ke posisi ketiga. Catatan 10 kemenangan dari 14 pertandingan menjadikannya manajer dengan performa terbaik di liga selama periode tersebut.
"Merupakan salah satu hak istimewa terbesar yang saya miliki untuk bermain di klub ini dan kami tahu tujuan musim ini adalah untuk berada di sana,” ujar Cunha.
"Saya pikir Liga Champions tanpa klub ini bukanlah kompetisi yang sama, dan klub ini tanpa Liga Champions bukanlah klub yang sama.
Baca juga: Sir Alex Ferguson Dilarikan ke Rumah Sakit Jelang Kick-off Lawan Liverpool
"Untuk menjadi bagian dari ini, untuk menjadi salah satu dari mereka. Ketika kami datang, saya pikir ada banyak keraguan tentang bagaimana klub ini akan bangkit kembali. Saya sangat senang menjadi bagian dari ini."
Menatap Masa Depan
Dengan kualifikasi Liga Champions yang sudah di tangan dan moral tim yang berada di titik tertinggi dalam satu dekade terakhir, Old Trafford kini kembali menjadi tempat yang ditakuti lawan.
Bagi pendukung The Red Devils, pernyataan Cunha bukan sekadar pujian kosong. Di bawah asuhan Michael Carrick, Manchester United tampak telah menemukan kembali detak jantungnya, sebuah identitas yang berakar pada sejarah masa lalu namun dibangun untuk menaklukkan masa depan.