Pelatih interim Chelsea, Calum McFarlane, tidak menahan diri setelah melihat timnya hancur berkeping-keping di tangan Nottingham Forest pada Selasa (5/5) dini hari WIB. McFarlane menyebut penampilan anak asuhnya pada 15 menit pertama sebagai sesuatu yang "tidak bisa diterima" setelah The Blues mencatatkan rekor kelam: enam kekalahan beruntun di Premier League untuk pertama kalinya sejak 1993.

Kekalahan 1-3 di Stamford Bridge ini semakin mempertegas jurang kehancuran yang dialami klub musim ini. Meski telah menghabiskan dana fantastis, Chelsea kini berada di posisi ke-9 klasemen, terasing dari kompetisi Eropa, dan terlihat tanpa arah di bawah kepemimpinan transisi.

Bencana di Awal Laga

Chelsea langsung tertinggal dalam dua menit pertama melalui sundulan Taiwo Awoniyi, sebelum penalti Igor Jesus di menit ke-15 menggandakan keunggulan tim tamu. Rentetan kesalahan individu dan kurangnya koordinasi di lini belakang membuat Forest yang melakukan banyak rotasi tampak seperti tim papan atas.

“Menurut saya, 15 menit pertama kami sama sekali tidak berada di level yang seharusnya,” kata McFarlane. “Gol cepat itu seperti pukulan telak. Kami tahu mereka suka melakukan umpan silang ke tiang belakang. Kami tahu pemain nomor 9 suka bergerak ke tiang belakang. Kami seharusnya bisa bertahan lebih baik di momen itu.”

Baca juga: Chelsea Derita Enam Kekalahan Beruntun usai Tumbang 1-3 dari Forest

Terlepas dari gol salto spektakuler João Pedro di menit akhir, Chelsea terlihat tumpul dan rapuh. Kegagalan penalti Cole Palmer di babak pertama menjadi simbol dari keberuntungan yang menjauh serta krisis kepercayaan diri yang melanda tim.

“Kami memiliki momen-momen kami,” ujar McFarlane. “Ketika Anda memulai dengan buruk seperti itu, Anda membutuhkan momen-momen yang menguntungkan Anda, untuk memberi Anda kesempatan untuk bangkit kembali dalam pertandingan. Tetapi pada akhirnya, 15 menit pertama tidak dapat diterima.”

Rekor Terburuk Sejak 1993

Statistik tidak berbohong, dan sejarah mencatat bahwa Chelsea saat ini sedang berada dalam titik terendah mereka dalam tiga dekade terakhir. 

Terakhir kali klub ini kalah dalam enam pertandingan liga berturut-turut adalah 33 tahun yang lalu, sebuah fakta yang membuat para suporter di tribun Matthew Harding Stand meluapkan kemarahan mereka dengan cemoohan sepanjang laga.

Baca juga: Mudryk Ajukan Banding ke CAS, Lawan Sanksi Doping Empat Tahun dari FA

Namun McFarlane tetap menyebut anak asuhnya masih memiliki motivasi untuk memberikan yang terbaik. “Saya mengenal kelompok ini. Saya sudah mengenal mereka cukup lama. Mereka memiliki motivasi tinggi,” ucapnya.

“Mereka menginginkan yang terbaik untuk diri mereka sendiri. Mereka menginginkan yang terbaik untuk klub ini. Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mencoba memenangkan setiap pertandingan yang kami bisa mulai sekarang hingga akhir musim.”

Dengan absennya kualifikasi Liga Champions musim depan, tekanan kini beralih ke manajemen klub terkait masa depan jangka panjang tim. Sementara itu, McFarlane harus segera membangkitkan moral pemainnya sebelum kunjungan berat ke markas Liverpool akhir pekan ini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!