Mitoma Buyarkan Pesta Gol ke-150 Haaland saat Brighton Tahan Imbang Man City
Manchester City kembali harus menelan pil pahit dalam upaya mereka mengejar Arsenal di puncak klasemen. Berlaga di hadapan pendukungnya sendiri di Etihad Stadium, Kamis (8/1) dini hari WIB, sang juara bertahan dipaksa berbagi poin setelah ditahan imbang 1-1 oleh Brighton & Hove Albion.
Hasil ini menandai hasil imbang ketiga berturut-turut bagi The Citizens di awal tahun 2026, sebuah tren mengkhawatirkan yang bisa membuat mereka tertinggal delapan poin dari Arsenal jika The Gunners berhasil menaklukkan Liverpool malam nanti.
Pencapaian Pahit Erling Haaland
Tuan rumah sebenarnya memulai laga dengan ambisi besar. Meski sempat diganggu oleh peluang awal Pascal Groß yang memaksa Gianluigi Donnarumma melakukan penyelamatan gemilang, City akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-41.
Baca juga: Krisis Lini Belakang City: Gvardiol Divonis Patah Tulang Kering dan Harus Operasi
Wasit menunjuk titik putih setelah Diego Gomez melanggar Jeremy Doku di area terlarang. Erling Haaland yang maju sebagai algojo dengan tenang mengecoh Bart Verbruggen untuk mencetak gol ke-150 bagi Manchester City hanya dalam 173 penampilan.
Namun, sejarah yang dicatatkan sang mesin gol Norwegia ini harus ternoda oleh kegagalan timnya mengunci kemenangan.
Sengatan Mitoma di Babak Kedua
Brighton, di bawah arahan taktik yang disiplin, tidak gentar dengan tertinggal satu gol. Memasuki babak kedua, The Seagulls bermain lebih terbuka dan mulai mengeksploitasi celah di lini tengah City yang ditinggalkan Rodri.
Gol penyeimbang yang ditakuti publik Etihad akhirnya lahir di menit ke-60. Berawal dari umpan matang Yasin Ayari, Kaoru Mitoma melepaskan tembakan akurat ke sudut bawah gawang yang tak mampu dijangkau Donnarumma.
Gol ini mengubah dinamika permainan, membuat City tampak gugup dalam membangun serangan.
Upaya Tanpa Hasil
Di sepuluh menit terakhir, Pep Guardiola memasukkan Rayan Cherki untuk menambah daya dobrak. City benar-benar mengurung pertahanan Brighton dan menciptakan serangkaian peluang emas.
Baca juga: Guardiola Cemas Krisis Cedera Ancam Ambisi Gelar Manchester City
Haaland hampir mencetak gol keduanya, namun tembakan jarak dekatnya tepat mengarah ke pelukan Verbruggen. Sementara itu, tendangan keras Cherki di masa injury time hanya melenceng tipis di sisi kanan tiang gawang.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-1 tetap bertahan. Brighton pulang dengan kepala tegak membawa satu poin krusial yang membawa ke posisi 11 klasemen.
Masalah Efektivitas City
Pep Guardiola kini dihadapkan pada masalah klasik: dominasi tanpa penyelesaian yang mematikan.
Meski Haaland mencapai tonggak sejarah pribadinya, kegagalan lini serang lainnya untuk mengonversi peluang menjadi gol mulai berdampak serius pada perburuan gelar Premier League musim ini.
“Saya sangat menyukai cara kami bermain. Banyak pemain baru dan hal-hal bagus - saya menyukainya,” kata Guardiola.
“Tapi kami tidak mencetak gol. Begitu banyak peluang emas. Bukan hanya satu atau dua pemain, tetapi semua pemain di lini depan.”
“Mencetak gol adalah bagian dari tugas kami saat menganalisis pertandingan. Kami bermain sangat baik.”
“Di saat-saat bagus di masa lalu, selalu manfaatkan peluang. Kami memiliki peluang, dan kami melakukan hal-hal baik dalam bertahan.”