PSG Raih Gelar Trophée des Champions Setelah Drama Penalti Lawan Marseille
Paris Saint-Germain kembali menegaskan dominasi mereka di kancah sepak bola Prancis dengan mengamankan gelar Trophée des Champions atau Piala Super Prancis 2025 pada Jumat (9/1) dini hari WIB.
Dalam laga bertajuk Le Classique yang penuh tensi tinggi, skuat asuhan Luis Enrique sukses menundukkan rival abadi mereka, Olympique de Marseille, melalui babak adu penalti yang berakhir 4–1 setelah bermain imbang 2–2 selama waktu normal.
Dominasi Awal dan Perlawanan Sengit Marseille
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi khas final. PSG langsung menggebrak sejak peluit pertama dibunyikan dan hanya butuh 13 menit bagi Ousmane Dembélé untuk memecah kebuntuan.
Setelah memanfaatkan kesalahan di lini belakang Marseille, Dembélé melepaskan tembakan cungkil yang gagal dihalau kiper Marseille.
Baca juga: PSG Tundukkan Paris FC 2-1 di Derbi Paris
Marseille sejatinya memiliki lebih banyak peluang. Namun Lucas Chevalier tampil gemilang di bawah mistar.
Namun, Marseille di bawah arahan Roberto De Zerbi menunjukkan mentalitas baja. Memasuki menit ke-76, harapan muncul bagi Les Phocéens setelah mereka dihadiahi penalti. Mason Greenwood yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna, mengubah skor menjadi 1–1.
Drama Menit Akhir yang Tak Terduga
Sepuluh menit terakhir pertandingan berubah menjadi drama yang menguras emosi penonton di Jaber Al-Ahmad International Stadium. Pada menit ke-87, Marseille berbalik unggul setelah bek PSG, Willian Pacho, melakukan gol bunuh diri saat mencoba menghalau umpan silang mendatar.
Kemenangan Marseille seolah sudah di depan mata hingga memasuki masa injury time. Namun, PSG membuktikan mengapa mereka adalah raja Prancis. Pada menit ke-90+5, Gonçalo Ramos muncul sebagai penyelamat setelah memanfaatkan umpan Bradley Barcola melalui serangan balik cepat. Gol dramatis tersebut memaksa pertandingan langsung berlanjut ke babak tos-tosan.
Baca juga: PSG Segel Gelar Interkontinental usai Kalahkan Flamengo Lewat Adu Penalti
Lucas Chevalier Jadi Pahlawan di Bawah Mistar
Jika Ramos adalah penyelamat di waktu normal, maka Lucas Chevalier adalah bintang di babak adu penalti. Kiper muda PSG tersebut tampil luar biasa dengan menepis dua tendangan pemain Marseille.
Di sisi lain, para algojo PSG tampil tanpa cela. Désiré Doué, Nuno Mendes, Vitinha, dan akhirnya Gonçalo Ramos sukses menyarangkan bola ke gawang. Eksekusi tenang dari Doué memastikan PSG membawa pulang trofi keempat mereka secara beruntun di ajang ini.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Luis Enrique untuk mengarungi sisa musim 2025-26. Sementara bagi Marseille, meski kalah menyakitkan, performa impresif mereka membuktikan bahwa mereka adalah pesaing serius di kompetisi domestik tahun ini.