Chelsea Derita Enam Kekalahan Beruntun usai Tumbang 1-3 dari Forest
Gemuruh cemoohan yang menggema di Stamford Bridge pada Selasa (5/5) dini hari WIB saat Chelsea kalah memalukan 1-3 dari Nottingham Forest. Kekalahan ini membuat musim yang dibangun dengan investasi besar ini resmi terjun ke dalam krisis.
Nottingham Forest besutan Vítor Pereira tiba di London Barat dengan melakukan delapan rotasi pada starting XI mereka, sebuah perjudian yang mengisyaratkan fokus mereka terbagi ke kompetisi Eropa. Namun, dalam waktu 15 menit, para pemain pelapis tersebut justru berhasil menyudahi perlawanan tuan rumah, memaksa Chelsea menelan kekalahan keenam berturut-turut di Premier League, rekor terburuk mereka sejak 1993.
Serangan Kilat Forest
Mimpi buruk dimulai hampir seketika. Pada menit ke-2, Dilane Bakwa menemukan ruang terlalu luas di sisi kanan dan melepaskan umpan silang ke tiang jauh. Taiwo Awoniyi melompat lebih tinggi dari lini pertahanan Chelsea yang statis untuk menyundul bola masuk ke gawang.
Baca juga: Mudryk Ajukan Banding ke CAS, Lawan Sanksi Doping Empat Tahun dari FA
Keunggulan tim tamu berlipat ganda hanya 13 menit kemudian. Lagi-lagi Bakwa menjadi aktor antagonis bagi pertahanan Blues, melewati Marc Cucurella sebelum umpan silangnya memicu penalti. Malo Gusto dianggap menarik jersey Awoniyi, dan Igor Jesus yang maju sebagai algojo dengan tenang menaklukkan Robert Sánchez dari titik putih.
Babak Pertama yang Kelam
Chelsea sempat menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat sepakan Enzo Fernández membentur tiang gawang, namun babak pertama berakhir dengan kekhawatiran nyata alih-alih kebangkitan.
Benturan kepala yang hebat antara pemain muda Chelsea, Jesse Derry, dan bek Forest, Zach Abbott, menyebabkan laga terhenti selama 10 menit. Derry akhirnya harus ditandu keluar lapangan dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga: Sundulan Enzo Fernandez Bawa Chelsea ke Final FA Cup
Ketika pertandingan dilanjutkan dan Chelsea dihadiahi penalti di akhir babak pertama, drama justru berpihak pada tim tamu. Cole Palmer, yang biasanya berdarah dingin dari titik putih, mendapati tendangan rendahnya ditepis secara gemilang oleh Matz Sels. Chelsea masuk ke ruang ganti dengan defisit dua gol dan moral yang hancur.
Dominasi Awoniyi
Harapan untuk perubahan taktis dari manajer Calum McFarlane pupus tujuh menit setelah babak kedua dimulai. Morgan Gibbs-White, yang masuk sebagai pemain pengganti, langsung menunjukkan kelasnya dengan membelah lini tengah Blues untuk memberi umpan matang kepada Awoniyi. Gol kedua sang striker mengubah skor menjadi 3-0, membuat sebagian pendukung tuan rumah mulai meninggalkan stadion lebih awal.
Pertandingan kembali diwarnai kekhawatiran saat Gibbs-White dan kiper Robert Sánchez terlibat benturan keras, yang memaksa keduanya ditarik keluar lapangan karena cedera.
Chelsea baru bisa memecah kebuntuan di masa injury time. João Pedro memberikan satu-satunya hiburan bagi publik London dengan mengontrol umpan silang Cucurella menggunakan dada sebelum melepaskan tendangan salto spektakuler ke pojok atas gawang. Itu adalah gol dengan kualitas individu yang luar biasa, namun tetap terasa hampa di tengah performa kolektif yang berantakan.
Situasi di Klasemen
Bagi Nottingham Forest, kemenangan ini membuat mereka menjauh enam poin dari zona degradasi dan menjadi suntikan moral krusial jelang laga Liga Europa melawan Aston Villa.
Bagi Chelsea, statistiknya sangat menyakitkan: 13 pertandingan tanpa clean sheet dan merosot ke posisi ke-9 klasemen, dengan jarak 10 poin dari spot terakhir untuk lolos ke Liga Champions musim depan.