Pelatih interim Chelsea, Calum McFarlane, memberikan pujian tinggi atas karakter dan ketangguhan mental skuadnya setelah berhasil bangkit dari kekecewaan Final Piala FA demi mengamankan kemenangan krusial 2-1 atas Tottenham Hotspur di Stamford Bridge pada Rabu dini hari WIB.

Hanya berselang empat hari setelah kekalahan tipis 1-0 dari Manchester City di Wembley, The Blues berhasil mengakhiri tren buruk dan mengamankan tiga poin penting dalam Derby London. Kemenangan ini sekaligus menjaga peluang mereka untuk lolos ke kompetisi Eropa musim depan tetap hidup menjelang pekan terakhir Premier League.

“Senang bisa menang. Sejak menit pertama sudah jelas bahwa kami, di beberapa momen, kekurangan energi dan intensitas yang dibutuhkan. Kami memang tampil bagus di beberapa momen, tetapi memang akan sulit mengingat jeda waktu yang singkat setelah final FA Cup,” kata McFarlane 

“Beban fisik dan psikologis yang kami alami, kami tahu itu akan terjadi. Saya pikir kami bermain sangat bagus di babak pertama. Saya pikir kami pantas unggul dua gol saat itu. Dan kemudian, Spurs jelas menunjukkan lebih banyak energi, mereka memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan pertandingan, lebih banyak istirahat. Anda bisa melihat itu akan terjadi dan kami hanya perlu berjuang untuk mendapatkan hasil. Saya pikir kami telah bermain bagus pada akhirnya.

Eksperimen Taktis Berbuah Hasil

McFarlane, yang memimpin tim utama sebelum kedatangan Xabi Alonso pada musim panas mendatang, memilih untuk kembali ke pakem formasi 4−2−3−1. Keputusan taktisnya terbukti jitu sejak menit awal pertandingan.

Baca juga: Spurs Masih Terancam Degradasi usai Takluk 2-1 di Kandang Chelsea

Enzo Fernández, yang diinstruksikan untuk bergerak lebih melebar dari sisi kiri, memecah kebuntuan pada menit ke-18. Menerima umpan tarik matang dari Pedro Neto, gelandang asal Argentina tersebut mengontrol bola di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras yang gagal dihalau kiper Tottenham, Antonín Kinský.

Chelsea terus mendominasi jalannya laga melalui penguasaan bola dan tekanan agresif, memaksa lini tengah Tottenham melakukan banyak kesalahan. Tuan rumah akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-66. Berawal dari umpan terobosan cerdik Enzo Fernández, Andrey Santos sukses mencetak gol perdana di Premier League dengan sepakan terarah ke tengah gawang.

Bertahan dari Tekanan Akhir Laga

Meskipun Tottenham sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-73 lewat sontekan Richarlison yang memanfaatkan umpan matang, lini pertahanan Chelsea tampil solid di sisa waktu pertandingan guna mengamankan kemenangan.

“Menurut saya, atmosfer malam ini luar biasa. Saya rasa Anda bisa merasakan energinya. Saya rasa suasana di Wembley juga luar biasa. Saya pikir itu selalu membantu tim ketika kita mendapatkan energi positif dan itu mendorong kita untuk berbuat lebih banyak,” tambah sang pelatih interim. 

“Ada beberapa pemain di luar sana malam ini yang sudah sangat kelelahan. Tetapi penonton, antusiasme, dan dorongan dari penonton membuat mereka berusaha lebih keras lagi dan saya rasa itu terlihat jelas malam ini.

Baca juga: Audisi di Depan Mata, McFarlane Desak Skuad Chelsea Curi Perhatian Xabi Alonso

Perebutan Tiket Eropa dan Ancaman Degradasi

Tambahan tiga poin ini menempatkan Chelsea di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 52 poin dari 37 pertandingan, spot terakhir untuk bermain di Conference League, dan itu pun masih belum aman dari kejaran Brentford dan Sunderland.

Di sisi lain, kekalahan ini semakin menyulitkan posisi Tottenham dalam upaya mereka bertahan di kasta tertinggi. Skuad asuhan Roberto De Zerbi tersebut tertahan di peringkat ke-17 dengan 38 poin, hanya unggul dua angka dari zona degradasi, dan wajib meraih kemenangan di laga terakhir musim ini untuk memastikan diri tidak turun kasta ke Championship.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!