De Zerbi Sebut Laga Spurs vs Everton Lebih Krusial Ketimbang Final Europa League
Tepat dua belas bulan lalu, Tottenham Hotspur berada di puncak dunia, mengangkat trofi Europa League setelah malam yang tak terlupakan melawan Manchester United di Bilbao. Hari ini, mereka justru menatap langsung ke dalam jurang degradasi yang mengerikan menuju Championship.
Menyusul kekalahan di markas Chelsea pada Rabu (20/5) dini hari WIB, manajer Roberto De Zerbi dengan tegas menyatakan bahwa laga kandang hari Minggu besok melawan Everton jauh lebih penting daripada kejayaan Eropa musim lalu.
Lebih Penting dari Final Europa League
Dengan nasib bertahan di Premier League yang dipertaruhkan pada pekan terakhir musim ini, juru taktik asal Italia itu menegaskan bahwa Tottenham kini tengah memperjuangkan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sebuah trofi: identitas mereka.
"Hari Minggu adalah final bagi Tottenham. Bukan Bilbao melawan Manchester United (di Liga Europa musim lalu). Pertandingan terpenting adalah hari Minggu," kata De Zerbi asal Italia. "Sekarang kita bermain untuk sesuatu yang lebih dari sekadar trofi.
Baca juga: Spurs Masih Terancam Degradasi usai Takluk 2-1 di Kandang Chelsea
"Ini untuk kebanggaan klub dan sejarah. Trofi bisa Anda menangkan dan mendapatkan satu trofi lagi, tetapi ini lebih penting. Ini tentang martabat."
Berjuang Melawan Krisis
Sejarah modern Tottenham memang penuh dengan drama, namun sangat sedikit yang bisa memprediksi mereka akan terjebak dalam perang pemecahan rekor degradasi sebesar ini.
Kekalahan di Stamford Bridge membuat Spurs tertahan di peringkat ke-17, hanya terpaut dua poin di atas West Ham United yang berada di slot degradasi terakhir. Berkat keunggulan selisih gol yang sangat signifikan atas The Hammers (-10 dibandingkan dengan West Ham -22), hasil imbang melawan Everton di Tottenham Hotspur Stadium secara realistis sudah cukup untuk menjamin keselamatan mereka.
Namun, mengamankan satu poin di kandang sendiri telah menjadi beban psikologis yang berat bagi skuad ini. Tottenham belum pernah lagi merasakan kemenangan Premier League di stadion mereka sendiri sejak 6 Desember.
Baca juga: Rival Pingin Tottenham Degradasi, De Zerbi Jadikan Motivasi
Dengan rekor buruk hanya meraih dua kemenangan kandang sepanjang musim, mereka mencatatkan rekor kandang terburuk di kasta tertinggi bersama Burnley yang sudah dipastikan terdegradasi.
Fokus Penuh Empat Puluh Lima Hari
De Zerbi, yang mengambil alih kemudi di tengah musim yang kacau untuk membawa klub melewati krisis kasta tertinggi terburuk dalam beberapa dekade terakhir, menegaskan bahwa skuadnya berada dalam satu visi menjelang laga pamungkas hari Minggu nanti.
“Karena saya hidup hanya untuk Tottenham. Saya telah menjalani 45 hari terakhir hanya untuk satu hal – Tottenham dan untuk para pemain saya, dan saya mengenal mereka dengan sangat baik,” tegas De Zerbi
“Kemudian kita bisa membuat perbedaan karena tidak semua orang sama seperti rekan satu timnya, karena karakter, tingkat semangat, dan kepribadiannya berbeda karena setiap orang berbeda. Tetapi setiap dari mereka, mereka fokus pada target. Mereka bekerja keras selama seminggu dan setiap dari kita ingin mencapai tujuan tersebut.
Superkomputer Opta sebenarnya masih sangat mengunggulkan Tottenham untuk bertahan, dengan memberikan peluang 86,7% bagi mereka untuk lolos dari jerat degradasi. Namun, statistik tidak akan berarti banyak dalam perebutan poin di hari terakhir musim, terutama bagi para suporter yang telah menyaksikan musim mereka runtuh menjadi kecemasan total.