Sunderland resmi mengukir sejarah emas di panggung Premier League. Hanya dalam musim perdana mereka setelah promosi dari Championship, skuad berjuluk The Black Cats ini secara luar biasa sukses mengamankan tiket ke kompetisi Eropa musim depan usai menumbangkan Chelsea 2-1 di Stadium of Light pada laga pamungkas, Minggu malam.  

Kemenangan dramatis ini membuat Sunderland finis di peringkat ketujuh klasemen akhir dengan koleksi 54 poin, sekaligus menyamai rekor legendaris Wolverhampton Wanderers (musim 2018/19) sebagai tim promosi yang langsung menembus UEFA Europa League. Sebaliknya, kekalahan ini menjadi tamparan tragis bagi Chelsea yang harus rela finis di posisi ke-10 dengan 52 poin dan dipastikan absen total dari panggung Eropa musim depan.  

Voli Trai Hume Pecah Kebuntuan

Chelsea sebenarnya mengambil inisiatif serangan lebih dulu sejak menit awal. Bintang The Blues, Cole Palmer, langsung menebar ancaman pada menit ke-4 lewat tembakan kerasnya, namun kesigapan kiper Sunderland, Robin Roefs, berhasil mematahkan peluang tersebut.  

Baca juga: Abraham Jadi Pahlawan dalam Kemenangan Aston Villa 4-3 atas Sunderland

Sunderland yang tampil di hadapan puluhan ribu pendukungnya tidak tinggal diam. Perlahan tapi pasti, lini tengah yang dikomandoi Granit Xhaka mulai mendominasi alur permainan.

Stadion bergemuruh pada menit ke-25. Berawal dari umpan panjang akurat dari Robin Roefs yang diteruskan dengan cerdik oleh Luke O'Nien, bola jatuh ke ruang tembak Trai Hume. Tanpa kontrol, Hume melepaskan sepakan voli first-time mematikan yang menghujam pojok kanan gawang Robert Sánchez. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Petaka Malo Gusto dan Kartu Merah Fofana

Memasuki paruh kedua, intensitas serangan Sunderland sama sekali tidak mengendur. Lima menit babak kedua berjalan, petaka mendatangi lini pertahanan Chelsea. Striker tuan rumah, Brian Brobbey, merangsek masuk dan melepaskan tembakan di depan gawang. Bola berniat dihalau oleh Malo Gusto, namun justru berbelok masuk ke gawangnya sendiri. Skor berubah 2-0 untuk keunggulan mutlak Sunderland.

Chelsea sempat menghidupkan asa untuk bangkit pada menit ke-56. Memanfaatkan umpan dari Pedro Neto, Cole Palmer memamerkan kelasnya dengan melepaskan tembakan jarak jauh yang gagal dijangkau Roefs, mengubah kedudukan menjadi 2-1.  

Baca juga: Bekuk Tottenham 2-1, Mcfarlane Puji Skuad Chelsea usai Kekalahan di Final FA Cup

Namun, momentum comeback anak asuh London Barat itu runtuh seketika pada menit ke-61. Bek Chelsea, Wesley Fofana, menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran, memaksa tim tamu bermain dengan 10 orang di sisa laga. Unggul jumlah pemain membuat Sunderland dengan nyaman mendikte permainan hingga peluit panjang berbunyi.  

Sejarah Baru Setelah Setengah Abad

Bagi publik Wearside, kelolosan ke kompetisi Eropa ini adalah momen emosional yang sudah dinantikan selama lebih dari setengah abad, tepatnya sejak tahun 1973 silam. Keberhasilan meruntuhkan dominasi tim raksasa mapan seperti Chelsea menjadi bukti sahih efektivitas taktik dan mentalitas baja yang ditanamkan di skuad Sunderland sepanjang musim ini.

Mereka juga merupakan tim promosi Premier League ke-10 yang lolos ke Eropa dan hanya tim kelima yang melakukannya melalui finis di liga setelah Newcastle United (1993-94), Nottingham Forest (1994-95), Ipswich Town (2000-01) dan Wolves (2018-19).

Saat wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, ribuan suporter langsung tumpah ruah merayakan pencapaian magis ini. Kota Sunderland dipastikan akan begadang semalam suntuk untuk merayakan status baru mereka: penantang baru di panggung Eropa.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!