Dalam musim yang terus menyuguhkan kejutan, Aston Villa dan Sunderland menyajikan sebuah laga klasik Premier League pada Minggu malam. Kemenangan mendebarkan 4-3 bagi skuad asuhan Unai Emery baru bisa dipastikan pada menit ke-93 ketika pemain pengganti, Tammy Abraham, menyambar umpan silang Lucas Digne. Gol tersebut menghancurkan hati para pendukung Sunderland yang baru saja merayakan comeback luar biasa sesaat sebelumnya.

Hasil ini membuat Villa menyamai perolehan poin Manchester United di posisi ketiga, sekaligus memperkuat peluang mereka di zona Liga Champions. Di sisi lain, Sunderland terpaksa pulang ke Wearside dengan tangan hampa meski telah menunjukkan karakter yang luar biasa.

Sejarah Baru Ollie Watkins

Drama dimulai hampir seketika setelah peluit dibunyikan. Dalam kurun waktu dua menit, Ollie Watkins mencatatkan namanya lebih dalam di buku rekor Villa. 

Baca juga: Emery Nantikan Duel Klasik Lawan Forest di Semifinal Liga Europa

Memanfaatkan umpan lambung terukur dari John McGinn, Watkins menyundul bola melewati Robin Roefs untuk mencetak gol ke-101 bagi klub, resmi masuk ke dalam jajaran sepuluh pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub.

Namun, Sunderland enggan sekadar menjadi penonton. Chris Rigg, sensasi remaja yang terus bersinar musim ini, menyamakan kedudukan lewat tendangan melengkung indah dari tepi kotak penalti yang membuat Emi Martínez terpaku.

Villa kembali unggul sebelum turun minum. Berawal dari tekanan tanpa henti Morgan Rogers, Ian Maatsen melepaskan umpan silang rendah yang disambut Watkins dengan insting predatornya. Sundulan keduanya malam itu menjadi gol ke-11 Watkins di Premier League musim ini.

Rollercoaster di Babak Kedua

Tuan rumah tampak sudah mengunci kemenangan hanya enam puluh detik setelah babak kedua dimulai. Keberhasilan McGinn merebut bola di area vital memungkinkan Watkins memberikan umpan kepada Rogers, yang kemudian meliuk di dalam kotak penalti dan mengarahkan bola ke sudut jauh: 3-1 untuk Villa.

Selama 40 menit berikutnya, suasana Villa Park dipenuhi pesta seiring dominasi penguasaan bola tim tuan rumah. Namun, anak asuh Régis Le Bris telah membuktikan ketangguhan mereka sepanjang musim. Pada menit ke-87, Trai Hume menemukan celah sempit dan melepaskan tembakan keras ke pojok atas gawang untuk memperkecil ketinggalan menjadi 3-2.

Baca juga: Sunderland Menang Tipis 1-0 atas Tottenham di Laga Debut De Zerbi

Keheningan melanda stadion hanya semenit kemudian. Langsung dari kick-off, Enzo Le Fée mencuri bola dan mengirimkan umpan terobosan sempurna kepada Wilson Isidor. Pemain asal Prancis itu tidak menyia-nyiakan peluang, menaklukkan Martínez dan membuat tribun tim tamu bergemuruh hebat.

Penyelamatan Martínez dan Gol Penentu Abraham

Pertandingan mencapai puncak ketegangan dalam tujuh menit tambahan waktu. Sunderland hampir saja melakukan misi mustahil ketika Habib Diarra lolos  sendirian menuju gawang. Ia tampak pasti akan mencetak gol, namun Emi Martínez melakukan penyelamatan gemilang, menepis bola cungkil dari Diarra.

Penyelamatan itu menjadi katalisator. Villa menyerbu ke depan untuk terakhir kalinya. Lucas Digne mendapatkan ruang di sisi kiri dan mengirimkan bola berbahaya ke depan gawang. Tammy Abraham, yang masuk menggantikan Watkins, menyontek bola masuk, memicu euforia luar biasa di tribun Holte End.

Hasil ini membuat Villa kokoh di posisi ketiga dengan 58 poin, unggul 10 poin dari Chelsea di peringkat keenam. Sementara Sunderland berada di posisi ke-11 dengan 46 angka.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!