Mikel Arteta membuat pengakuan mengejutkan dengan menyatakan bahwa dirinya sempat ragu apakah ia adalah orang yang tepat untuk membawa Arsenal menjuarai Premier League. Pernyataan emosional tersebut disampaikannya sesaat setelah The Gunners mengangkat trofi liga pertama mereka dalam 22 tahun terakhir di Selhurst Park, Minggu malam.  

Arsenal menutup musim bersejarah Premier League 2025–2026 dengan kemenangan tipis 2-1 atas Crystal Palace, memastikan mereka finis di puncak klasemen dengan raihan 85 poin, unggul tujuh angka dari Manchester City. Namun, di perayaan meriah dan pesta sampanye ribuan Gooners di tribun Arthur Wait Stand, Arteta memilih momen tersebut untuk merefleksikan beban mental berat yang dipikulnya selama masa-masa sulit masa lalu.  

Beban Sejarah dan Keraguan Sang Manajer

Gelar juara ini sebenarnya sudah resmi dikunci pada pertengahan pekan ketika Manchester City ditahan imbang Bournemouth. Namun, prosesi penyerahan trofi baru dilaksanakan di pekan pamungkas ini, mengakhiri dahaga panjang publik London Utara sejak era legendaris The Invincibles pada tahun 2004 silam.  

Baca juga: Arsenal Balas Kritik dengan Gelar Premier League, Saka: "Tidak Ada Lagi Ejekan”

Saat berbicara dengan medali juara melingkar di lehernya, pelatih asal Spanyol itu membuka diri tentang gejolak batin yang dirasakannya setelah kegagalan-kegagalan menyakitkan di musim-musim sebelumnya.

“Saya pikir kami menunjukkan koneksi yang luar biasa, komitmen yang luar biasa, dan keberanian yang luar biasa,” kata Arteta kepada Sky Sports. “Segala sesuatu di sekitar kami telah memicu keinginan kami untuk melakukannya dan lihatlah itu.

“Ada keraguan… Saya pikir keraguan dan pemahaman bahwa mungkin, oke, saya telah mampu membawa mereka sampai di sini tetapi mungkin orang lain harus datang dan melakukan pekerjaan terakhir. Tapi syukurlah. Saya merasa sangat gembira dan jujur ​​​​saja sedikit lega.

Arteta menambahkan bahwa dukungan tanpa henti dari jajaran direksi, staf, dan terutama para pemainnya yang akhirnya memadamkan keraguan tersebut.

“Saya dapat mengendalikan hal-hal tertentu tetapi ada banyak hal yang berada di luar kendali Anda, dan itulah mengapa Anda membutuhkan orang-orang terbaik di sekitar Anda,” tambahnya.

“Terkadang ketika Anda ragu pada diri sendiri, memiliki orang-orang di samping Anda untuk mengatakan, tidak, kami akan melakukannya dan kami akan melakukannya bersama Anda.”

Menjaga Standar Juara di Selhurst Park

Meski status juara sudah di tangan dan Arteta melakukan rotasi besar-besaran demi menjaga kebugaran jelang final Liga Champions akhir pekan depan, Arsenal tetap tampil profesional dan dominan sejak awal laga. 

Mereka mendapatkan guard of honour dari para pemain Palace saat memasuki lapangan, sebelum merespons tuntutan Arteta untuk bermain dengan standar baru sebagai raja Inggris.  

Gabriel Jesus membuka keunggulan The Gunners pada menit ke-42 setelah menerima umpan terobosan manis dari Gabriel Martinelli dan melepaskan tembakan mendatar yang gagal dihalau Dean Henderson.  

Baca juga: Arteta Akui Tak Kuat Nonton Man City Saat Arsenal Segel Gelar Juara Premier League

Hanya tiga menit setelah turun minum, keunggulan Arsenal berlipat ganda melalui rekrutan anyar Noni Madueke, memanfaatkan skema bola mati andalan klub musim ini setelah menerima asis sundulan dari Kai Havertz. Tuan rumah hanya mampu memperkecil ketertinggalan di menit ke-89 lewat gol Jean-Philippe Mateta, namun hal itu sama sekali tidak merusak pesta juara tim tamu.  

Menuju Ambisi Doubel Gelar Bersejarah

Keberhasilan memenangkan liga dengan catatan 26 kemenangan dari 38 laga barulah babak pertama dari potensi musim terhebat dalam sejarah klub. Skuad asuhan Arteta kini langsung mengalihkan fokus penuh mereka ke Budapest, tempat mereka akan menantang Paris Saint-Germain di final UEFA Champions League pada 30 Mei mendatang.  

Andai mampu menumbangkan raksasa Prancis tersebut, Arteta tidak hanya akan mengubur semua keraguan lama tentang kapasitas dirinya, melainkan resmi mematri namanya di jajaran pelatih tersukses sepanjang sejarah sepak bola modern.

“Jersey ini mewakili sesuatu yang lain,” tambahnya. “Sekarang kita memiliki kesempatan untuk menciptakan sejarah baru di klub kita. Saya yakin kita akan melakukannya.”

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!