Kutukan dari tahun 2004 akhirnya resmi dipatahkan. Untuk pertama kalinya dalam 22 tahun yang panjang, Arsenal kembali menjadi raja sepak bola Inggris.

Momen penentuan ini tidak terjadi di tengah gemuruh riuh Stadion Emirates, melainkan melalui layar televisi di pusat latihan klub, London Colney. Menyusul kemenangan krusial 1-0 Arsenal atas Burnley pada Selasa (19/5) dini hari WIB, hasil imbang dramatis 1-1 yang diraih Manchester City di markas Bournemouth pada Rabu (20/5) secara matematis menutup rapat persaingan gelar juara.

Dengan mengoleksi 82 poin dan menyisakan satu pertandingan lagi, The Gunners asuhan Mikel Arteta kini unggul empat poin yang tidak mungkin lagi terkejar oleh skuad Pep Guardiola. Siklus menyakitkan menjadi runner-up selama tiga musim berturut-turut akhirnya terhenti. Mahkota juara resmi kembali ke London Utara.

"Sudah Aku Bilang... Semua Sudah Selesai"

Saat gol penyeimbang Erling Haaland pada menit ke-95 gagal menghasilkan kemenangan bagi City di Vitality Stadium, peluit panjang wasit langsung memicu histeria massal di London Colney. 

Hanya dalam hitungan menit, Declan Rice mengunggah foto di Instagram bersama Bukayo Saka, Kai Havertz, William Saliba, dan rekrutan bulan Januari, Eberechi Eze, dengan pernyataan singkat: “I told you all .. it's done” (Sudah aku bilang ke kalian semua.. ini sudah selesai). 

Baca juga: Arsenal 1-0 Burnley: Gol Tunggal Havertz Bawa The Gunners di Ambang Juara

Unggahan itu menjadi balasan puitis atas seruan penyemangatnya sendiri, "Ini belum selesai," saat mereka kehilangan poin dari City bulan lalu.

Video para pemain yang menyanyikan yel-yel “Campeones” dengan lantang pun langsung beredar luas, bahkan Eze dilaporkan sampai melompat ke atas meja. Kegembiraan luar biasa ini menular kepada ribuan Gooners yang langsung memadati Stadion Emirates untuk merayakan gelar juara. Legenda klub, Ian Wright, terlihat di antara kerumunan fans, berurai air mata bahagia di bawah langit malam London Utara.

Bahkan Arsene Wenger turut merayakan keberhasilan ini dari kejauhan. Dalam sebuah video yang dirilis klub, ia bersulang dengan segelas anggur merah, memberikan pesan simbolis serah terima takhta: "Kalian berhasil. Juara terus maju ketika yang lain berhenti. Ini adalah waktu kalian. Sekarang, teruslah dan nikmati setiap momennya."

Bagaimana Sang Juara Dibangun

Gelar juara ini merupakan pembuktian tertinggi bagi Mikel Arteta, yang mengambil alih klub yang sempat retak pada Desember 2019 dan secara perlahan, sistematis, merajut mahakarya ini. Di usia 44 tahun, pria asal Spanyol tersebut menjadi manajer termuda kedua yang memenangkan Premier League, hanya kalah dari pencapaian Jose Mourinho bersama Chelsea pada tahun 2005.

Di saat Manchester City memiliki daya ledak luar biasa dari Erling Haaland, Arsenal justru membangun benteng pertahanan kokoh yang meredam seluruh tim di liga. Dimotori oleh duo tangguh William Saliba dan Gabriel Magalhaes, the Gunners mencatatkan 19 clean sheet yang luar biasa, sekaligus memastikan penghargaan Golden Glove bagi David Raya untuk musim ketiga berturut-turut.

Arsenal langsung tancap gas sejak awal, memimpin puncak klasemen selama lebih dari 200 hari. Bahkan ketika City sempat menggeser mereka menjelang akhir April setelah duel sengit di Etihad, anak asuh Arteta menolak untuk mentalnya runtuh akibat trauma masa lalu. 

Baca juga: Demi Arsenal Juara, Arteta Jadi Suporter "Terbesar" Bournemouth

Mereka merespons layaknya seorang juara sejati, menyapu bersih empat kemenangan beruntun tanpa kebobolan satu gol pun, yang mencapai puncaknya lewat gol penentu dari Kai Havertz saat melawan Burnley.

Menuju Sejarah Double Winner?

Trofi Premier League akan diserahkan secara resmi kepada Martin Odegaard dan skuadnya pada hari Minggu ini di Selhurst Park, setelah pertandingan pekan terakhir melawan Crystal Palace.

Namun, tidak ada waktu untuk larut dalam pesta pora. Sementara jalanan London merayakan kemenangan bersejarah generasi ini, fokus Arteta dipastikan sudah beralih. 

Pada 30 Mei mendatang, Arsenal akan bertolak ke Budapest untuk menghadapi Paris Saint-Germain di final UEFA Champions League. Puasa gelar domestik selama 22 tahun telah berakhir, dan kini sebuah dongeng benua Eropa yang jauh lebih besar hanya berjarak 90 menit saja.

Era hampir juara telah mati. Arsenal kembali menjadi raja Inggris.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!