Arsenal Rayakan Gelar Juara Premier League di Selhurst Park
Arsenal resmi merayakan penobatan mereka sebagai juara Premier League untuk pertama kalinya dalam 22 tahun dengan kemenangan tipis 2-1 atas Crystal Palace di Selhurst Park pada Minggu malam.
Meskipun gelar juara sebenarnya sudah berhasil dikunci di pertengahan pekan berkat hasil imbang Manchester City di markas Bournemouth, pasukan Mikel Arteta tetap tampil profesional untuk menutup musim kompetisi 2025–26 dengan manis. Arsenal mengakhiri musim di puncak klasemen dengan koleksi 85 poin, unggul tujuh angka dari City, sekaligus memicu parade perayaan emosional dari ribuan Gooners yang memadati tribun tandang.
Guard of Honour dan Dominasi Babak Pertama
Atmosfer pesta sudah terasa bahkan sebelum peluit pertama dibunyikan. Para pemain Crystal Palace memberikan penghormatan emosional lewat tradisi guard of honour saat armada London Utara memasuki lapangan, mengapresiasi keberhasilan Arteta meruntuhkan dominasi Manchester City.
Meski Arteta melakukan rotasi besar-besaran demi menjaga kebugaran skuad menjelang final Champions League melawan Paris Saint-Germain pekan depan, termasuk memberikan menit bermain bagi talenta muda Max Dowman, The Gunners tetap memegang kendali penuh sejak awal laga.
Baca juga: Lewis Hamilton Akui Menangis Usai Arsenal Segel Gelar Juara Premier League
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-41. Berawal dari umpan tumit Dowman, Gabriel Martinelli mengirimkan umpan terobosan ke dalam kotak penalti yang langsung disambar oleh tembakan mendatar Gabriel Jesus ke tiang dekat. Bola melewati penjagaan Dean Henderson dan membawa tim tamu unggul 1-0 hingga jeda.
Madueke Menggandakan Keunggulan
Memasuki babak kedua, Arsenal tidak menurunkan intensitas. Hanya butuh waktu tiga menit setelah turun minum bagi The Gunners untuk memperlebar jarak.
Pada menit ke-48, pemain pengganti Kai Havertz langsung memberikan dampak instan lewat assist jitu meneruskan tendangan sudut yang mengarah tepat ke jalur lari Noni Madueke.
Dengan penyelesaian akhir yang tenang, Madueke sukses mengonversi peluang tersebut menjadi gol kedua Arsenal, mengubah papan skor menjadi 2-0 dan membuat seisi stadion bergemuruh oleh nyanyian suporter tim tamu.
Perlawanan Akhir Palace dan Pesta Angkat Trofi
Crystal Palace, yang sudah aman dari zona degradasi di peringkat ke-15, menolak untuk menyerah begitu saja di hadapan publik sendiri. Masuknya Jean-Philippe Mateta di menit-menit akhir memberikan angin segar bagi lini serang The Eagles.
Pada menit ke-88, Mateta sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 setelah memanfaatkan umpan silang dari Yéremy Pino dengan sebuah sundulan tajam yang gagal dihalau Kepa Arrizabalaga.
Baca juga: Arteta Akui Tak Kuat Nonton Man City Saat Arsenal Segel Gelar Juara Premier League
Palace sempat menekan di waktu yang tersisa demi mencari gol penyeimbang, namun gol Yeremy Pino di menit akhir dianulir karena sempat menyentuh Evann Guessand yang dalam posisi offside.
Air Mata Kelegaan Arteta
Saat peluit akhir ditiup, pesta pora resmi pecah. Penantian menyakitkan sejak era "The Invincibles" pada musim 2003–04 silam akhirnya resmi dikubur dalam-dalam. Di atas panggung podium yang didirikan di Selhurst Park, kapten Martin Ødegaard mengangkat trofi Premier League tinggi-tinggi ke udara, diiringi hujan confetti dan air mata kebahagiaan dari para pemain yang mengenakan jersi khusus bertuliskan "Champions".
"Ada keraguan dan pemahaman bahwa mungkin Anda bukan orang yang tepat. Syukurlah kami telah berhasil," kata Arteta kepada Sky Sports.
"Saya merasakan banyak kegembiraan dan juga banyak kelegaan. Saya dapat mengendalikan banyak hal tetapi ada hal-hal yang berada di luar kendali Anda, saat itulah Anda membutuhkan orang-orang terbaik di sekitar Anda."
Dengan trofi Premier League yang sudah aman di kantong, Arsenal kini mengalihkan fokus penuh mereka ke Budapest pekan depan. Skuad muda besutan Arteta ini berada di ambang sejarah yang jauh lebih besar: mengunci gelar Double legendaris jika mampu menumbangkan PSG di final kompetisi tertinggi Eropa.