De La Fuente Waspada, Sebut Prancis Jauh Lebih Kuat Dibanding Euro 2024
Pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, memperingatkan pasukannya bahwa Prancis yang akan mereka hadapi di semifinal Piala Dunia 2026 adalah tim yang jauh lebih tangguh dan matang dibandingkan skuad yang mereka kalahkan di semifinal Euro 2024 dua tahun lalu.
Berbicara menjelang laga klasik di Dallas Stadium, Texas, De la Fuente menegaskan bahwa Les Bleus telah bertransformasi secara signifikan sejak kekalahan 2-1 di Munich tersebut. Alih-alih terbuai dengan keunggulan psikologis sejarah pertemuan, sang pelatih meminta skuad La Roja untuk bersiap menghadapi ujian terberat mereka di turnamen ini.
Transformasi Menakutkan Skuad Deschamps
Spanyol memang mendominasi panggung Eropa dalam dua tahun terakhir, termasuk menyingkirkan Prancis di Euro 2024 dan semifinal UEFA Nations League 2025. Namun, De la Fuente menilai kekalahan-kekalahan tersebut justru memaksa Prancis untuk mendewasakan permainan mereka.
"Prancis jauh lebih baik sekarang daripada saat kami menghadapi mereka sebelumnya," kata De La Fuente.
Baca juga: Deschamps Prediksi Duel Semifinal Spektakuler Prancis vs Spanyol
"Secara individu, mereka telah berkembang. [Kylian] Mbappé lebih baik, [Ousmane] Dembélé lebih baik. Sebagai tim, mereka lebih baik. Kami juga telah meningkat."
Kekhawatiran De la Fuente sangat beralasan. Lini serang Prancis tampil mengerikan sepanjang turnamen ini, dipimpin oleh Mbappe yang sudah mengemas 8 gol dan Dembele dengan 5 gol. Keduanya menjadi motor utama di balik keberhasilan Prancis melangkah ke semifinal usai melibas Maroko 2-0 di babak sebelumnya.
Misi Meredam Transisi Cepat
De la Fuente menjelaskan bahwa kunci untuk meredam agresivitas Prancis adalah dengan menutup ruang gerak para pemain kunci mereka agar tidak bisa melakukan transisi cepat dengan bebas.
"Kami telah mempelajari Prancis dengan sangat cermat. Kualitas sepak bola mereka luar biasa. Tapi begitu juga dengan kualitas sepak bola kami," jelas De La Fuente.
"Tujuannya adalah untuk mencegah para pemain itu bergerak bebas, menghentikan mereka untuk saling berkoordinasi, dan mengurangi dampak kekuatan mereka sebisa mungkin. Itulah sepak bola."
Di sisi lain, perjalanan Spanyol menuju semifinal kali ini terbilang dramatis. La Roja harus berjuang ekstra keras hingga menit-menit akhir saat menyingkirkan Portugal dan Belgia berkat gol-gol penentu dari sang super-sub, Mikel Merino.
Baca juga: Konate Tegaskan Prancis Tak Takut Spanyol Jelang Semifinal Piala Dunia 2026
Senjata Rahasia Bernama Lamine Yamal
Meski sangat menghormati kekuatan Prancis, De la Fuente tetap menyimpan rasa percaya diri yang tinggi terhadap skuad mudanya. Ia bahkan meyakini bahwa bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, belum mengeluarkan kemampuan terbaiknya di Piala Dunia kali ini.
“Saya sudah bilang padanya tidak perlu khawatir – biarkan dia menikmati dirinya sendiri. Saya yakin hari besar Lamine di Piala Dunia masih akan datang. Saya harap itu besok dan, jika tidak, maka di final, jika kita bisa sampai ke sana," pungkas pelatih berusia 65 tahun tersebut.
Pemenang dari laga panas di Dallas ini dipastikan akan melaju ke partai puncak untuk menghadapi pemenang dari laga semifinal lainnya antara Argentina dan Inggris. Bagi Spanyol, ini adalah kesempatan emas untuk kembali ke final Piala Dunia setelah penantian panjang sejak generasi emas mereka menjuarainya pada edisi 2010 silam.