Akhir dari Masa Pengasingan, Sterling dan Chelsea Sepakat Putuskan Kontrak
Chelsea secara resmi mengumumkan bahwa Raheem Sterling telah meninggalkan klub melalui kesepakatan bersama pada Rabu (28/1). Langkah ini mengakhiri drama berkepanjangan yang menyelimuti masa depan sang pemain di Stamford Bridge, sekaligus menjadikan penyerang sayap berusia 31 tahun itu sebagai agen bebas.
Keputusan ini diambil setelah Sterling menghabiskan paruh pertama musim 2025-26 berlatih terpisah dari skuad utama, atau yang populer disebut media Inggris sebagai bagian dari "bomb squad". Dengan hanya sisa waktu beberapa hari sebelum bursa transfer Januari ditutup, pemutusan kontrak ini memberikan kesempatan bagi Sterling untuk menentukan pelabuhan baru tanpa hambatan biaya transfer.
Akhir dari Penantian 19 Bulan
Bagi Sterling, hari ini adalah akhir dari masa-masa yang menyakitkan. Pertandingan kompetitif terakhirnya untuk The Blues tercatat pada Mei 2024.
Chelsea dikabarkan harus merogoh kocek cukup dalam, dengan laporan menyebut angka hingga £22 juta untuk mencapai kesepakatan pemutusan kontrak ini. Langkah drastis ini diambil manajemen klub guna menyeimbangkan neraca gaji dan membersihkan skuad dari pemain yang tidak lagi masuk dalam skema teknis.
Baca juga: Napoli Gugur di UCL usai Kalah 2-3 dari Chelsea
“Raheem Sterling hari ini telah meninggalkan Chelsea Football Club atas kesepakatan bersama, mengakhiri tiga setengah musimnya sebagai pemain kami, setelah bergabung pada musim panas 2022 saat ia pindah dari Manchester City,” tulis Chelsea.
“Kami berterima kasih kepada Raheem atas kontribusinya selama menjadi pemain Chelsea dan mendoakan yang terbaik untuk tahap selanjutnya dalam kariernya.”
Mata Menatap Masa Depan
Tak lama setelah pengumuman resmi tersebut, Sterling memecah kebisuannya melalui unggahan singkat di media sosial. "Semua mata menatap masa depan. Tuhan itu luar biasa," tulisnya, memberikan sinyal bahwa ia sudah siap untuk kembali merumput di level tertinggi.
Ia didatangkan dari Manchester City pada musim panas 2022 lalu seharga £50 juta dengan kontrak lima tahun.
Ia kemudian gagal masuk ke dalam rencana taktis manajer Enzo Maresca, yang memaksanya dipinjamkan ke Arsenal pada Agustus 2024. Ia kemudian memainkan laga terakhirnya pada laga terakhir musim 2024-25.
Baca juga: Rosenior Tepis Rumor Kepindahan Palmer ke Manchester United
Datangnya Liam Rosenior juga tidak memberikan kemahuan. Ia terus berada di pinggir lapangan meski menyandang status sebagai salah satu pemain dengan gaji tertinggi di liga, yakni £325.000 per pekan.
Selama tiga setengah musim membela Chelsea, Sterling mencatatkan 19 gol dan 15 assist dalam 81 penampilan di semua kompetisi. Meski sempat menjadi andalan di era awal, performanya dianggap menurun dan ia sering menjadi sasaran kritik suporter saat tim mengalami tren negatif.
Destinasi Selanjutnya
Status agen bebas membuat Sterling kini menjadi komoditas panas di pasar transfer. Rumor yang beredar kencang di London menyebutkan bahwa beberapa klub rival di ibu kota siap menampung pemain yang telah mengoleksi 82 caps bersama timnas Inggris tersebut.
Fulham muncul sebagai kandidat terkuat, disusul oleh West Ham United dan Crystal Palace. Keinginan Sterling untuk tetap tinggal di London menjadi faktor kunci dalam negosiasi yang sedang berlangsung. Di luar Inggris, Juventus dan Bayer Leverkusen juga dikabarkan terus memantau situasi sang pemain.