Juara bertahan Paris Saint-Germain harus menerima kenyataan pahit setelah ditahan imbang 1-1 oleh Newcastle United di Parc des Princes. Hasil ini menjadi antiklimaks bagi publik Paris, karena kegagalan meraih poin penuh membuat Les Parisiens terlempar dari posisi delapan besar klasemen fase liga Champions League dan harus berjuang melalui babak play-off untuk mencapai babak 16 besar.

Laga ini menyajikan drama sejak menit pertama, namun ketenangan lini belakang Newcastle serta ketangguhan Nick Pope menjadi kunci yang menggagalkan ambisi tuan rumah.

Start Sempurna yang Ternoda

Pertandingan baru berjalan 45 detik saat wasit menunjuk titik putih setelah VAR menganggap Lewis Miley menyentuh bola dengan tangan. 

Namun, eksekusi penalti Ousmane Dembele berhasil dibaca dengan sempurna oleh Nick Pope, memberikan hembusan nafas bagi tim tamu yang tampil dengan formasi defensif.

Baca juga: Bajak Mutiara La Masia: PSG Resmi Datangkan Dro Fernández dari Barcelona

PSG akhirnya benar-benar memecah kebuntuan pada menit ke-8. Berawal dari aksi individu Khvicha Kvaratskhelia di sisi kanan, bola dialirkan ke tengah menuju Vitinha. 

Gelandang Portugal itu menunjukkan kelasnya dengan mengecoh Lewis Hall sebelum melepaskan tembakan melengkung yang bersarang di pojok gawang. Stadion bergemuruh, dan untuk sesaat, PSG tampaknya akan melenggang mulus ke fase gugur.

Willock Bungkam Publik Paris

Dominasi bola PSG yang mencapai 68% tidak lantas membuat Newcastle menyerah. Di bawah arahan Eddie Howe, The Magpies tetap disiplin dan menunggu momentum melalui serangan balik.

Petaka bagi tuan rumah datang tepat sebelum turun minum. Di masa injury time babak pertama (45+2'), sebuah skema bola mati yang diawali sundulan Dan Burn berhasil dimanfaatkan oleh Joe Willock. 

Dengan reaksi cepat, Willock menyambar bola liar untuk menaklukkan Matvey Safonov. Skor 1-1 bertahan hingga jeda dan mengubah suasana di tribun menjadi tegang.

Baca juga: Newcastle United Lumat PSV 3-0, Satu Kaki di Babak 16 Besar

Frustrasi di Babak Kedua

Di babak kedua, Luis Enrique mencoba menambah daya gedor, namun PSG seolah kehilangan kreativitas untuk membongkar pertahanan gerendel Newcastle. Lini depan PSG berkali-kali merepotkan sisi sayap, namun penyelesaian akhirnya selalu melambung atau membentur pemain bertahan lawan.

Kabar mengenai gol-gol di pertandingan lain (termasuk kemenangan Manchester City dan Chelsea) semakin menambah beban mental pemain PSG. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap 1-1. 

Hasil ini menempatkan PSG di posisi ke-11 klasemen, sementara Newcastle mengekor di posisi ke-12.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!