FIFA baru saja merilis Global Transfer Report 2025 pada Rabu (28/1/2026), dan angka-angka yang tersaji cukup untuk membuat dahi para pengamat ekonomi olahraga berkerut. Sepak bola pria internasional tidak hanya pulih, tetapi melesat ke level yang belum pernah terbayangkan sebelumnya, memecahkan rekor volume transfer dan total belanja dalam satu kalender tahunan.

Menurut data otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut, tercatat sebanyak 24.558 transfer internasional dilakukan sepanjang tahun 2025 di sepak bola pria. Angka ini merupakan kenaikan signifikan sebesar 7% dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menandai aktivitas perpindahan pemain tersibuk dalam sejarah sepak bola modern.

Pesta Belanja: Menembus Batas $10 Miliar

Yang paling mencuri perhatian adalah total nilai transaksi yang menyentuh angka $13,08 miliar (sekitar Rp219 triliun). Ini adalah kali pertama dalam sejarah di mana belanja transfer global melampaui ambang batas $10 miliar dalam satu tahun tunggal.

Baca juga: Real Madrid Jadi Klub dengan Pendapatan Tertinggi di 2026

Kenaikan belanja ini mencerminkan agresivitas klub-klub papan atas, terutama dari Premier League Inggris yang tetap menjadi motor utama penggerak pasar. Transfer Alexander Isak ke Liverpool senilai $172 juta menjadi salah satu tonggak sejarah individu termahal di tahun tersebut.

Dominasi Eropa dan Kebangkitan Kekuatan Baru

Meski klub-klub Eropa di bawah naungan UEFA masih mendominasi pengeluaran dengan total belanja yang sangat masif, laporan FIFA juga menyoroti pergeseran tren di wilayah lain.

Klub-klub Inggris memimpin daftar pengeluaran dengan total belanja mencapai $3,82 miliar, jauh mengungguli Spanyol dan Jerman.

Brazil kembali mengukuhkan diri sebagai produsen bakat terbesar dengan 1.005 pemain yang dilepas ke luar negeri, serta mendatangkan 1.190 pemain dengan pemasukan sebesar $689 juta bagi klub-klub lokal.

Meski sempat mereda, Saudi Pro League tetap menjadi pemain kunci di Asia dengan total belanja mencapai $907 juta, menempatkan mereka di jajaran elit konsumen pemain global.

Baca juga: Perburuan Sepatu Emas Eropa: Kane dan MbappĂ© Saling Sikut, Haaland Mengintai

Tren Pemain Bebas Transfer

Menariknya, di tengah angka-angka triliunan tersebut, FIFA mencatat bahwa mayoritas perpindahan pemain sebenarnya tidak melibatkan biaya transfer sama sekali. Sekitar 62% dari total transfer melibatkan pemain yang berstatus bebas kontrak. Hal ini menunjukkan strategi klub yang semakin cermat dalam mengelola neraca keuangan dengan mengincar pemain gratisan berkualitas.

Sepak bola wanita kembali mencatatkan pertumbuhan signifikan, dengan 2.440 transfer internasional yang diselesaikan pada tahun 2025, meningkat lebih dari 6% dari tahun sebelumnya. Total pengeluaran transfer mencapai rekor $28,6 juta, lebih dari 80% lebih tinggi dibandingkan tahun 2024.

Dengan angka-angka yang terus membubung tinggi, pertanyaan besar bagi para jurnalis dan analis adalah: kapan titik jenuh dari inflasi harga pemain ini akan tercapai? Untuk saat ini, industri sepak bola tampaknya masih jauh dari kata berhenti.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!