Pelatih BarcelonaHansi Flick, menegaskan komitmennya untuk selalu melindungi Lamine Yamal menyusul gelombang kritik yang menerpa sang bintang muda setelah kemenangan dramatis 2-1 atas Atlético Madrid, akhir pekan lalu.

Meski kemenangan tersebut membawa Blaugrana unggul tujuh poin di puncak klasemen La Liga, perhatian publik justru tertuju pada reaksi marah Yamal di penghujung laga. Pemain berusia 18 tahun itu terlihat frustrasi, tidak ikut merayakan gol kemenangan Robert Lewandowski di menit ke-87, dan langsung menuju lorong pemain sambil beradu argumen dengan staf pelatih.

Mengelola Emosi Sang Bintang Muda

Dalam konferensi pers menjelang laga perempat final Liga Champions melawan lawan yang sama, Flick pasang badan untuk anak asuhnya. 

Pelatih asal Jerman itu meminta publik untuk tidak terus-menerus menempatkan setiap gerak-gerik Yamal secara detail.

Baca juga: Dominasi Total di Camp Nou: Barcelona Hancurkan Newcastle 7-2

"Lamine adalah pemain yang luar biasa," kata pelatih asal Jerman itu ketika ditanya apakah percakapan Lamine dengan de la Fuente menjadi sumber ketidakpuasannya.

"Tapi dia baru berusia 18 tahun. Dan, tentu saja, terkadang dia marah ketika saya menggantinya atau mungkin ketika dia menggiring bola melewati empat, lima pemain lalu menembak dan gagal [seperti saat melawan Atlético]. Terkadang itu juga membuatnya frustrasi karena tidak mencetak gol."

Laporan media lokal menyebutkan bahwa kemarahan Yamal dipicu oleh teguran keras dari pelatih kiper senior, Jose Ramon de la Fuente, di pinggir lapangan. De la Fuente dikabarkan berteriak meminta Yamal untuk mengalirkan bola lebih cepat setelah sang pemain kehilangan penguasaan bola di menit-menit krusial.

Tantangan di Tengah Sorotan Global

Flick mengakui bahwa reaksi emosional seperti itu terkadang menciptakan kebisingan yang tidak ideal bagi tim. Namun, ia menekankan bahwa kesalahan adalah bagian dari proses pendewasaan seorang talenta yang diprediksi akan menjadi pemain terbaik di masa depan.

"Dia emosional dan itu bagus. Saya akan selalu mendukungnya. Dia pemain yang fantastis, berada di jalur yang benar dan kami membantunya berkembang di tempat yang tepat. Tidak baik membuat keributan tentang semua yang dia lakukan,” tambah Flick.

Baca juga: Joan Laporta Menang Mutlak, Kembali Terpilih Sebagai Presiden Barcelona

"Saya tahu semua orang menantikannya karena dia pemain yang fantastis. Tapi dia baru berusia 18 tahun. Kita semua pernah melakukan kesalahan. Saya katakan kepadanya, kamu bisa mencoba hal-hal baru, tidak masalah, saya akan selalu melindungimu.

"Dan di lapangan, dia harus menunjukkan kepada semua orang betapa hebatnya dia; bahwa dia akan menjadi salah satu yang terbaik, mungkin pemain terbaik di masa depan."

Kini, fokus Barcelona beralih ke leg pertama perempat final Liga Champions di kandang sendiri. Dengan kondisi internal yang telah diredam oleh Flick, Barcelona berharap Yamal dapat menyalurkan rasa frustrasinya menjadi performa gemilang di lapangan untuk membungkam para pengkritik.

Bagi Flick, melindungi Yamal bukan sekadar menjaga aset klub, melainkan memastikan bahwa beban ekspektasi yang masif tidak memadamkan api kreativitas salah satu talenta paling murni yang pernah dilahirkan La Masia.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!