Joan Laporta Menang Mutlak, Kembali Terpilih Sebagai Presiden Barcelona
Era kepemimpinan Joan Laporta di FC Barcelona dipastikan akan berlanjut ke babak baru yang lebih panjang. Pihak klub secara resmi mengumumkan pada Minggu malam bahwa sang petahana telah terpilih kembali sebagai Presiden Barcelona setelah meraih kemenangan telak dalam pemungutan suara yang melibatkan ribuan socios.
Laporta berhasil mengamankan lebih dari 68 persen suara melawan Victor Font, sebuah angka yang menunjukkan kepercayaan luar biasa dari para anggota klub terhadap kinerjanya dalam menstabilkan finansial dan prestasi tim selama beberapa tahun terakhir. Dengan hasil ini, ia akan memulai masa jabatan keduanya secara berturut-turut, dan yang keempat secara keseluruhan, mulai 1 Juli 2026.
Kemenangan Telak di Tengah Transformasi
Kemenangan ini bukanlah kejutan bagi banyak pihak. Di bawah kepemimpinan Laporta sejak 2021, Barcelona berhasil melewati masa-masa paling kelam dalam sejarah finansial mereka. Keberhasilannya mengawal proyek renovasi Spotify Camp Nou yang megah serta kebijakan transfer yang efektif di bawah arahan Hansi Flick menjadi kunci utama yang meluluhkan hati para pemilih.
Baca juga: Xavi Ungkap Laporta Halangi Kepulangan Messi ke Barcelona
"Pertama-tama, saya ingin menyampaikan beberapa kata terima kasih kepada klub luar biasa yang kita miliki ini," kata Laporta.
"Sangat menyenangkan melihat bahwa para anggota masih dapat memilih siapa yang mewakili kita. Semangat ini adalah sebuah kegembiraan, hal ini membuat klub menjadi istimewa, jadi terima kasih kepada Barça dan semua anggota yang memberikan suara hari ini dalam sebuah perwujudan demokrasi."
Agenda Besar: 2026-2031
Masa jabatan baru ini akan menempatkan Laporta di kursi kepemimpinan hingga tahun 2030. Fokus utamanya dalam empat tahun ke depan mencakup penyelesaian total proyek Espai Barça dan memastikan struktur gaji pemain tetap berada dalam koridor yang sehat di bawah regulasi La Liga.
Selain itu, kemenangan ini memberikan stabilitas politik yang sangat dibutuhkan di saat klub sedang bersaing ketat untuk gelar juara La Liga dan Liga Champions musim ini. Dengan dukungan 68 persen suara, Laporta memiliki kekuatan politik yang solid untuk menegosiasikan kontrak sponsor baru dan mempertahankan bintang-bintang muda jebolan La Masia seperti Lamine Yamal dan Pau Cubarsí dengan kontrak jangka panjang.
Baca juga: Laporta Konfirmasi Patung Messi Akan Hiasi Camp Nou Baru
Sejarah Panjang Sang Presiden
Dengan masa jabatan yang akan dimulai pada 1 Juli mendatang, Laporta semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah panjang Blaugrana.
Periode Pertama (2003-2010): Dikenal sebagai era keemasan bersama Frank Rijkaard dan Pep Guardiola.
Periode Kedua (2021-2026): Era penyelamatan klub dan transisi pasca-Messi.
Periode Ketiga (2026-2030): Era pemantapan dominasi di stadion baru yang modern.