Vincent Kompany menegaskan bahwa Bayern Munich tidak akan mengubah identitas menyerang mereka saat bersiap menghadapi salah satu malam terbesar dalam sejarah Allianz Arena. Berbicara dalam konferensi pers pada Selasa malam, sang pelatih menyatakan bahwa para pemain dan penggemar kini bersatu untuk menciptakan momen tak terlupakan dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions melawan Paris Saint-Germain.

Setelah kekalahan tipis 4-5 yang dramatis di Parc des Princes pekan lalu, sebuah laga yang disebut banyak pihak sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah kompetisi, Bayern kini hanya terpaut satu langkah (dan minimal satu gol) dari partai puncak di Budapest.

Momen untuk Para Pemain dan Fans

Kompany, yang telah membawa Bayern ke puncak performa di musim 2025-26 ini, menolak anggapan bahwa ia harus bermain lebih pragmatis demi menjaga pertahanan. Baginya, bermain untuk menang adalah bentuk pragmatisme yang sesungguhnya.  

“Misinya adalah memenangkan pertandingan. Kami memiliki ide-ide yang menurut kami dapat membantu kami melakukan itu,” kata Kompany.

Baca juga: Kompany Frustrasi Tonton Drama Sembilan Gol Bayern dari Tribun

“Hanya itu saja. Kami telah menunjukkan bahwa kami dapat memenangkan banyak pertandingan, PSG juga telah menunjukkannya. Pada akhirnya, Anda harus mencetak satu gol lebih banyak daripada lawan Anda untuk memenangkan pertandingan. Jika Anda dapat melakukannya tanpa kebobolan, itu adalah hal terbaik yang dapat terjadi.”

Kompany menambahkan bahwa atmosfer di Allianz Arena akan menjadi faktor kunci. “Ada hubungan yang baik antara tim ini dan para penggemar. Di awal musim, mungkin tidak banyak yang percaya bahwa kami masih memiliki kesempatan untuk mencapai final — tetapi sekarang kami di sini, kami telah mengalami banyak momen spesial,” tambahnya. 

“Dan saya pikir para penggemar percaya bahwa kami bisa melakukannya. Kami ingin menjadikannya momen yang tak terlupakan.”

Berita Tim

Bayern mendapatkan suntikan tenaga dengan kembalinya Raphael Guerreiro dan talenta muda Lennart Karl yang sudah berlatih penuh dan kemungkinan besar akan memulai dari bangku cadangan. Namun, Die Roten harus tampil tanpa Serge Gnabry yang masih dibekap cedera.  

Baca juga: Usai Hujan Gol di Paris, Kane Yakin Bayern Bisa Balikkan Kedudukan di Leg Kedua

Di sisi lawan, PSG asuhan Luis Enrique dikabarkan kehilangan bek sayap andalan mereka, Achraf Hakimi, yang menderita cedera hamstring. Meski begitu, trio lini depan PSG yang terdiri dari Ousmane Dembélé, Désiré Doué, dan Khvicha Kvaratskhelia tetap menjadi ancaman nyata setelah masing-masing mencatatkan namanya di papan skor pada leg pertama.  

Menuju Final Melawan Arsenal

Pemenang dari laga ini sudah ditunggu oleh Arsenal, yang telah lebih dulu mengamankan tiket final setelah menyingkirkan Atletico Madrid. Bagi Bayern, ini adalah kesempatan untuk kembali ke final sejak terakhir kali mereka mengangkat trofi pada tahun 2020.  

Bayern sendiri memiliki banyak pengalaman untuk membalikkan kedudukan usai kalah di leg pertama pada babak gugur kompetisi elit Eropa ini. Dengan agresivitas Harry Kane dan kreativitas Michael Olise yang tengah on-fire, publik Munich optimis keajaiban akan terjadi.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!