Parc des Princes menyaksikan malam yang akan dibicarakan selama bertahun-tahun pada Rabu (29/4) dini hari WIB, dalam sebuah semifinal Liga Champions yang tidak hanya menghasilkan kemenangan 5-4 untuk Paris Saint-Germain atas Bayern Munich, tapi juga mencatatkan dirinya dalam buku sejarah kompetisi.

Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah semifinal Eropa kedua tim masing-masing mencetak empat gol atau lebih. Ini juga menyamai rekor semifinal dengan gol terbanyak dalam sejarah Piala Eropa, menyamai kekalahan Rangers 3-6 dari Eintracht Frankfurt pada 1960.

Ousmane Dembélé dan Khvicha Kvaratskhelia masing-masing mencetak dua gol. Manuel Neuer tidak membuat satu pun penyelamatan. Dan Bayern pergi dengan selisih satu gol yang membuat peluang mereka masih hidup, tapi juga dengan pertanyaan besar tentang pertahanan mereka menjelang leg kedua di Munich.

Lima Gol di Babak Pertama

Harry Kane membuka skor lebih dulu. Striker Inggris itu mengonversi tendangan penalti di menit ke-17, gol ke-54-nya musim ini dan penalti ke-18 yang berhasil ia cetak dari 19 percobaan terakhirnya untuk klub dan negara. 

PSG tidak butuh waktu lama untuk merespons. Kvaratskhelia menyamakan kedudukan tujuh menit kemudian dengan tembakan indah yang tidak bisa dijangkau Neuer. Lalu di menit ke-33, João Neves memanfaatkan situasi corner yang buruk dari Bayern, ia berdiri bebas tanpa penjagaan dan mengarahkan sundulan ke sudut gawang untuk memberi PSG keunggulan 2-1. 

Baca juga: Akui Status Jawara Eropa PSG, Kompany Bertekad Bawa Bayern Melampauinya

Bayern tidak menyerah. Michael Olise menghukum kelengahan PSG di menit ke-41. Ia menari melewati empat bek dan melepaskan tembakan keras untuk menyamakan kedudukan. 

Namun, gol terakhir di babak pertama menjadi milik tuan rumah. Di masa injury time, Dembélé mengonversi penalti akibat handball Alphonso Davies, membawa PSG ke ruang ganti dengan keunggulan 3-2.

Lima gol dari babak pertama menjadikannya babak pertama dengan gol terbanyak dalam sejarah semifinal Liga Champions. 

PSG Berpesta, Bayern Bangkit

Jika babak pertama sudah luar biasa, yang terjadi setelah turun minum bahkan lebih mengejutkan. Achraf Hakimi melepas umpan silang rendah dan menemukan Kvaratskhelia yang berdiri bebas di dalam kotak penalti, winger Georgia itu menyelesaikannya dengan sempurna di menit ke-56 untuk membuat skor 4-2. 

Hanya tiga menit kemudian, Dembélé mencetak gol kelima PSG setelah memanfaatkan situasi serangan balik dan mengarahkan bola ke gawang lewat bagian dalam tiang untuk menjadikan skor 5-2, dan Bayern tampak sudah kehabisan tenaga. 

Bayern perlahan bangkit. Dayot Upamecano meneruskan tendangan bebas Joshua Kimmich ke dalam gawang di menit ke-65. Lalu tiga menit kemudian, Kane melepas umpan lambung sempurna menembus pertahanan PSG, Luis Díaz mengambil bola, memutar ke sisi kanan, dan menghujamkannya ke gawang untuk membuat skor kembali menjadi 5-4

Baca juga: Jelang Lawan Bayern, Enrique Sebut Tak Ada Tim yang Lebih Baik dari PSG

Bayern terus menekan hingga akhir. Sundulan Kimmich memaksakan penyelamatan dari garis gawang, dan tembakan Senna Mayulu bahkan membentur tiang gawang di menit-menit akhir, dan skor berakhir dengan kemenangan tipis bagi tuan rumah.

Leg kedua digelar di Allianz Arena, Munich, pada Kamis 7 Mei. Jika lima atau lebih gol tercipta di Munich, ini akan menjadi partai Liga Champions dengan gol terbanyak sepanjang sejarah. Berdasarkan apa yang terjadi malam ini, tidak ada yang berani mengatakan itu tidak mungkin. 

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!