Kompany Frustrasi Tonton Drama Sembilan Gol Bayern dari Tribun
Sementara dunia sepak bola terpukau oleh drama sembilan gol yang tersaji di Parc des Princes, ada satu orang yang sama sekali tidak menikmati tontonan tersebut: Vincent Kompany. Pelatih kepala Bayern Munich itu terpaksa menyaksikan timnya kalah tipis 4-5 dari Paris Saint-Germain dari bangku penonton, sebuah pengalaman yang ia sebut sebagai siksaan bagi seorang pelatih.
Kompany dilarang mendampingi tim di pinggir lapangan setelah menerima akumulasi kartu kuning ketiga musim ini saat laga perempat final melawan Real Madrid. Alhasil, kendali taktis di pinggir lapangan diserahkan kepada asistennya, Aaron Danks.
Pandangan Berbeda dari Tribun
Duduk di area media dengan mengenakan alat komunikasi, Kompany terlihat gelisah sepanjang 90 menit. Ia menyaksikan timnya unggul lebih dulu lewat penalti Harry Kane, yang mencetak rekor baru sebagai pemain Inggris dengan gol terbanyak dalam satu musim Liga Champions, sebelum akhirnya tertinggal jauh 2-5 oleh keganasan PSG.
Baca juga: PSG Menang 5-4 atas Bayern dalam Semifinal UCL yang Penuh Rekor
“Sama sekali tidak menyenangkan,” ujar Kompany kepada Prime Video usai laga. “Jika ini tidak pernah terjadi lagi, saya akan sangat puas. Sangat sulit ketika Anda tidak bisa mengambil keputusan dari jarak 80 meter.”
Menariknya, komentar Kompany sangat kontras dengan pelatih PSG, Luis Enrique, yang justru menyebut laga ini sebagai pertandingan terbaik sepanjang karier kepelatihannya.
Enrique bahkan seringkali sengaja menonton dari tribun di masa lalu untuk mendapatkan perspektif taktis. Namun, bagi Kompany, hal itu tidak masuk akal.
“Saya tidak tahu mengapa dia (Enrique) suka menonton dari atas. Saya tidak akan pernah melakukannya secara sukarela,” tambah pelatih asal Belgia tersebut.
Kebangkitan yang Memberi Harapan
Meski merasa tersiksa karena tidak bisa menginstruksikan pemainnya secara langsung dari pinggir lapangan, Kompany memuji mentalitas anak asuhnya yang mampu memperkecil kedudukan dari 5-2 menjadi 5-4 melalui gol Dayot Upamecano dan Luis Díaz.
Baca juga: Usai Hujan Gol di Paris, Kane Yakin Bayern Bisa Balikkan Kedudukan di Leg Kedua
“Saya mengapresiasi cara para pemain merespons dari posisi saya di atas tribun,” katanya.
Kepada TNT Sports, ia menambahkan, “Lima gol tandang di Liga Champions biasanya berarti Anda tersingkir, tetapi peluang yang kami miliki membuat kami percaya diri.”
“Jika Anda tidak memiliki peluang sama sekali saat skor 5-2, maka sulit untuk membalikkan keadaan, tetapi dengan betapa berbahayanya kami, saya merasa ini tentang mengembalikan fokus dan memanfaatkan peluang kami.”
“Saya melihat banyak pertahanan yang bagus hari ini, tetapi pertandingan ini sangat tipis, Anda harus sepenuhnya terlibat dalam pertempuran, atau sepenuhnya mundur. Sikap di antara keduanya tidak akan berhasil melawan pemain-pemain di level itu.”
Menanti Pembalasan di Munich
Kekalahan ini memang menghentikan rekor lima kemenangan beruntun Bayern atas PSG, namun skor 5-4 memberikan modal yang cukup besar untuk leg kedua di Allianz Arena pekan depan. Dengan dihapusnya aturan gol tandang, kemenangan dengan selisih satu gol saja sudah cukup untuk memaksa laga ke babak perpanjangan waktu.
Baca juga: Drama 9 Gol PSG-Bayern, Enrique Sebut Sebagai Pertandingan Terbaiknya
Kompany dipastikan akan kembali ke pinggir lapangan untuk laga penentuan tersebut. “Kami akan bermain di kandang dengan 75.000 orang di stadion [minggu depan], saya menginginkan lebih. Kami ingin tekanan itu ada, dan Allianz Arena adalah tempat di mana apa pun bisa terjadi,” tegasnya.
Bagi Bayern, kembalinya sang pelatih ke pinggir lapangan mungkin menjadi faktor kunci yang mereka butuhkan untuk membalikkan keadaan dan mengamankan tiket ke final di Budapest.