Zaïre-Emery Janjikan Agresivitas PSG di Allianz Arena Lawan Bayern
Gelandang muda Paris Saint-Germain, Warren Zaïre-Emery, menegaskan bahwa timnya tidak akan datang ke Munich untuk sekadar bermain aman.
Berbicara menjelang laga leg kedua semifinal Liga Champions yang sangat dinanti melawan Bayern Munich, pemain timnas Prancis tersebut menyatakan bahwa Les Parisiens akan tetap setia pada filosofi menyerang mereka.
Filosofi Tanpa Kompromi
Setelah kemenangan dramatis 5-4 di leg pertama yang memecahkan rekor gol di Parc des Princes pekan lalu, banyak pengamat mempertanyakan apakah PSG akan mengadopsi pendekatan yang lebih konservatif demi menjaga keunggulan agregat. Namun, Zaïre-Emery menepis spekulasi tersebut.
Baca juga: Memori Juara di Allianz, Enrique dan PSG Siap Ulangi Kejayaan Kontra Bayern
“Kita akan mencoba menerapkan rencana permainan kita, melakukan pressing seperti yang kita lakukan di setiap pertandingan, dan merebut kembali bola sebanyak mungkin,” kata Zaïre-Emery
Pemain berusia 20 tahun itu mengakui bahwa kebobolan empat gol di leg pertama merupakan catatan yang harus diperbaiki, namun ia percaya solusinya bukan dengan bertahan lebih dalam.
“Saya rasa kita harus melakukan hal yang sama seperti di leg pertama. Kita bertahan dengan baik, tetapi tetap kebobolan empat gol,” tambahnya.
“Kita perlu bertahan lebih tinggi di separuh lapangan mereka. Kita harus melakukan penjagaan ganda atau bahkan tiga kali lipat, dan semua orang perlu mengerahkan usaha bersama.”
Menuju Rekor Gol Sepanjang Masa
Kepercayaan diri Zaïre-Emery didukung oleh statistik yang mencengangkan. PSG musim ini telah mencetak 43 gol di Liga Champions, hanya terpaut dua gol dari rekor sepanjang masa milik Barcelona (45 gol pada musim 1999/2000).
Dengan pemain seperti Khvicha Kvaratskhelia, yang baru saja menyamai rekor 10 gol Zlatan Ibrahimovic dalam satu musim UCL bagi PSG, dan Ousmane Dembélé yang sedang dalam performa terbaiknya, potensi terjadinya pesta gol kembali terbuka lebar.
Namun, Zaïre-Emery juga menyadari tantangan bermain di Allianz Arena, tempat di mana PSG memiliki sejarah yang beragam. “Saya merasa sangat baik, seperti biasanya!” ucap Zaïre-Emery.
Baca juga: Bayern Siapkan Malam Tak Terlupakan untuk Balikkan Keadaan Kontra PSG
“Saya berusaha untuk tidak mengubah kebiasaan saya, selalu dengan senyum, hanya bermain sepak bola dan menjalani hari demi hari tanpa mengubah apa pun.”
Satu Langkah Menuju Budapest
Jika mampu melewati hadangan skuat asuhan Vincent Kompany, PSG akan melaju ke final untuk menghadapi Arsenal di Budapest pada 30 Mei mendatang.
Bagi skuat asuhan Luis Enrique, ini adalah kesempatan emas untuk mempertahankan gelar juara sekaligus mengukuhkan dominasi mereka di Eropa.
“Di lapangan, itu pertandingan yang gila! Anda bermain sepak bola untuk pertandingan seperti itu, salah satu yang terbaik di Liga Champions,” serunya.
“Intensitas, komitmen, gol… itu luar biasa. Kami mengharapkan pertandingan yang sama… mungkin bahkan lebih sulit! Kami siap dan akan mencoba mencapai final.”