Diego Simeone dikenal sebagai sosok yang berapi-api di pinggir lapangan, namun usai peluit panjang berbunyi di Emirates Stadium semalam, sang pelatih Atletico Madrid menunjukkan sisi yang berbeda. Di tengah kekecewaan akibat tersingkirnya Los Colchoneros dari semifinal Liga Champions, Simeone menolak untuk menjadikan keputusan wasit sebagai kambing hitam.  

Pertandingan yang berakhir 1-0 untuk kemenangan Arsenal tersebut menyisakan sebuah momen kontroversial di babak kedua. Antoine Griezmann tampak dijatuhkan oleh Riccardo Calafiori di dalam kotak penalti, namun wasit Daniel Siebert tetap pada keputusannya untuk tidak memberikan penalti setelah adanya tinjauan VAR yang menyatakan adanya pelanggaran terlebih dahulu oleh pemain Atletico.  

Simeone Tak Cari Alasan

Meskipun Simeone sempat terlihat melakukan protes keras hingga menerima kartu kuning di masa injury time, ia tampil tenang dalam konferensi pers pascapertandingan.

"Saya tidak akan fokus pada hal sederhana seperti insiden Griezmann," kata Simeone. "Jelas, itu pelanggaran. Wasit mengatakan ada pelanggaran yang dilakukan Marc [Pubill] terhadap salah satu pemain mereka.

Baca juga: Saka Antar Arsenal ke Final UCL usai Bungkam Atletico

"Saya tidak akan fokus pada itu. Itu hanya alasan, dan saya tidak ingin membuat alasan."

Pelatih asal Argentina itu justru memberikan pujian tinggi kepada skuat asuhan Mikel Arteta. “Kami mengucapkan selamat kepada Arsenal, mereka bermain dengan baik,” pujinya. 

“Mereka memiliki tim dan pelatih yang saya sukai. Mereka mengikuti pendekatan yang konsisten, dengan dukungan finansial yang sangat kuat yang memungkinkan mereka untuk bersaing seperti ini. Selamat.”

Penyesalan Atas Peluang yang Hilang

Simeone lebih menyoroti kegagalan timnya mengonversi peluang emas, terutama saat putranya, Giuliano Simeone, berhasil melewati David Raya namun digagalkan oleh tekel heroik Gabriel Magalhães. Begitu pula dengan peluang Alexander Sørloth di menit-menit akhir yang gagal membuahkan gol penyeimbang.  

"Kami tersingkir, itu karena lawan kami pantas lolos, mereka memanfaatkan peluang besar di babak pertama, dan mereka pantas lolos. Saya merasa tenang, saya merasa damai," katanya kepada UEFA.

"Kami kurang klinis dalam situasi yang kami hadapi. Kami meningkat di babak kedua. Ada hal-hal yang bisa menguntungkan kami, tetapi tidak. Kami telah memberikan yang terbaik dan sekarang kami harus menerima posisi kami saat ini.”

Baca juga: Arteta Sanjung Pemain dan Fans Usai Arsenal Segel Tiket Final Liga Champions

Akhir dari Sebuah Perjalanan

Kekalahan ini memastikan Atletico Madrid harus kembali mengubur impian mereka untuk meraih trofi Liga Champions pertama. Bagi Simeone, ini adalah kegagalan pahit lainnya di kompetisi elit Eropa, namun ia tetap optimis dengan masa depan timnya.

"Terima kasih kepada para pendukung dan pemain kami, saya merasa bangga berada di posisi kami saat ini. Saya mengatakan kami ingin bersaing dan kami telah melakukannya,” ujarnya.

“Sayangnya, kami belum memenangkan apa pun, tetapi kami telah mencapai tempat-tempat yang sulit dicapai."

Dengan hasil ini, Arsenal melaju ke Budapest untuk melakoni final pertama mereka sejak 2006, sementara Atletico Madrid kini harus fokus penuh untuk mengamankan posisi terbaik mereka di La Liga di sisa musim ini.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!