Arteta Tuntut Reaksi Positif Arsenal di UCL usai Kekalahan Beruntun
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menegaskan bahwa rasa sakit akibat kekalahan beruntun di kompetisi domestik harus dijadikan motivasi utama saat timnya mengalihkan fokus ke ajang Liga Champions. The Gunners akan menghadapi Sporting CP dalam laga leg pertama perempat final di Estadio Jose Alvalade, Rabu dini hari nanti.
Raksasa London Utara tersebut tiba di Portugal dengan membawa luka. Ambisi meraih quadruple sirna setelah mereka takluk 2-0 dari Manchester City di final Carabao Cup, disusul kekalahan mengejutkan 2-1 dari Southampton di perempat final FA Cup pada Sabtu lalu.
Rasa Sakit Jadi Motivasi
Arteta menekankan pentingnya menjaga perspektif di tengah periode sulit ini. Bagi Arsenal, ini adalah pertama kalinya mereka menelan dua kekalahan beruntun di musim 2025-26.
Ia menyatakan bahwa tim harus memiliki perspektif tentang betapa sulitnya apa yang telah dicapai sejauh ini. Menurutnya, para pemain harus merasakan sakit tersebut dan menggunakannya untuk berkembang karena tim sudah sangat jelas tentang apa yang terjadi dan mengapa itu terjadi.
Baca juga: Arteta Kecewa Berat Setelah Arsenal Tersingkir dari Piala FA
“Cobalah untuk melihat dari sudut pandang yang lebih luas, betapa sulitnya situasi ini, apa yang telah kita lakukan hingga saat ini. Kemudian rasakan rasa sakit itu, rasakan emosi itu, dan gunakan untuk menjadi lebih baik dan berkembang,” kata Arteta.
“Jadi, kami sangat memahami apa yang terjadi, alasan mengapa itu terjadi, setelah menonton pertandingan dua kali, kami tidak pantas kalah dalam pertandingan itu, tetapi ini adalah sepak bola dan kami dihukum karena hal-hal yang berkaitan dengan identitas kami, dan itulah hal-hal yang perlu kami pertahankan sekuat mungkin, karena itulah alasan kami berada di posisi kami sekarang.”
Arteta menegaskan bahwa kunci untuk bangkit bukanlah kepanikan, melainkan pemikiran yang tenang dan evaluasi yang jujur. Dengan tersingkirnya mereka dari dua kompetisi domestik, fokus Arsenal kini terbagi antara mempertahankan keunggulan sembilan poin di puncak Premier League dan mengejar kejayaan di Eropa.
Krisis Cedera Menghantui
Persiapan Arsenal terganggu oleh absennya beberapa pilar penting. Tiga pemain kunci dipastikan tidak ikut dalam rombongan ke Portugal karena masalah kebugaran.
Bukayo Saka yang menjadi jimat lini serang Arsenal harus absen dan meninggalkan lubang besar di sisi sayap. Selain itu, playmaker Eberechi Eze yang tampil impresif musim ini juga menepi, bersama dengan bek serba bisa Jurrien Timber yang dinilai belum cukup fit untuk tampil di leg pertama.
Meski begitu, ada kabar baik dengan kembalinya Gabriel Magalhaes, Declan Rice, dan Leandro Trossard. Ketiganya sudah terlihat berlatih penuh dan siap diturunkan untuk meredam agresivitas tuan rumah di Lisbon.
Baca juga: Usai Absen Panjang, Havertz Siap Kejar Treble dan Sukses di Piala Dunia
Benteng Kokoh Jose Alvalade
Menghadapi Sporting bukanlah tugas mudah. Tim asuhan Rui Borges tersebut memiliki rekor kandang yang mengerikan dengan menyapu bersih 17 kemenangan terakhir mereka di Jose Alvalade, termasuk lima kemenangan di Liga Champions musim ini.
Sporting melaju ke babak delapan besar setelah melakukan comeback spektakuler melawan Bodo/Glimt, membalikkan ketertinggalan 3-0 di leg pertama menjadi kemenangan agregat 5-3 setelah perpanjangan waktu.
“Sebelumnya kami juga pernah bermain melawan mereka, jika Anda melihat apa yang telah mereka lakukan, terutama di kandang, cara mereka berperilaku di Liga Champions ini, tim-tim yang telah mereka kalahkan, kita tahu betapa sulitnya pertandingan ini. Itulah mengapa kami menginginkannya lebih dari sebelumnya,” pungkas Arteta.