Chief Executive Officer (CEO) Juventus, Damien Comolli, mengakui bahwa klubnya kini harus bersiap menghadapi skenario penjualan pemain yang pada bursa transfer musim panas mendatang. Langkah pahit ini terpaksa diambil demi menyeimbangkan neraca keuangan klub setelah Bianconeri dipastikan absen dari kompetisi elite UEFA Champions League musim depan.

Kegagalan finis di zona empat besar, di mana Juventus harus puas mengakhiri musim di peringkat keenam Serie A di bawah asuhan Luciano Spalletti, memberikan pukulan telak bagi pendapatan klub. Alhasil, Si Nyonya Tua harus rela turun kasta dan bermain di UEFA Europa League untuk kompetisi 2026-2027, sebuah realitas yang memaksa manajemen merombak total cetak biru finansial mereka.

Jual Pemain demi Keseimbangan Finansial

Dalam sebuah wawancara mendalam bersama harian Italia La Repubblica yang diterbitkan pada Rabu, Comolli secara jujur mengungkapkan bahwa rencana transfer klub telah berubah drastis menyusul musim domestik yang berakhir mengecewakan.

Baca juga: Ditahan Imbang Torino 2-2, Mimpi Liga Champions Juventus Kandas

Pria asal Prancis tersebut menegaskan bahwa dirinya telah mencapai kesepakatan penuh dengan pemilik klub John Elkann serta pelatih Luciano Spalletti terkait langkah darurat ini.

"Kami harus menjual satu pemain lagi dari yang kami rencanakan. Kami berdua sepakat bahwa itu masuk akal," kata Comolli.

"Ini tidak berarti kami akan melemah: setiap pemain yang dijual akan digantikan oleh pemain dengan level yang sama, atau bahkan lebih tinggi."

Kenan Yildiz Tak Dijual, Masa Depan Vlahovic Abu-Abu

Di tengah kekhawatiran para pendukung Juventini mengenai potensi eksodus bintang-bintang muda mereka, Comolli memberikan garansi mutlak untuk satu nama: Kenan Yildiz.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan melepas penyerang sayap berbakat asal Turki yang menjadi komoditas panas di Eropa tersebut, Comolli menjawab dengan sangat lugas: "Tentu saja tidak." Pemain berusia 21 tahun itu dipastikan tetap menjadi episentrum proyek jangka panjang klub di Allianz Stadium.

Baca juga: Amukan Spalletti usai Derby: Krisis Mentalitas Juventus dan Kecam Torino

Namun, situasi berbeda justru menyelimuti ujung tombak andalan mereka, Dusan Vlahovic. Comolli mengakui ada ketidakpastian besar terkait masa depan striker asal Serbia tersebut.

"Kami ingin melanjutkan, entah bagaimana caranya. Dia memberi tahu kami, mari kita bertemu di akhir musim. Itu saja," kata Comolli.

Hubungan dengan Spalletti

Sebagai sosok yang memegang kendali operasional olahraga di Turin, Comolli tidak ingin bersembunyi dari badai kritik menyusul performa buruk tim yang kerap diwarnai konflik internal dengan tim kepelatihan. Namun ia menepis retaknya hubungan dengan Spalletti.

"Itu tidak benar. Hubungan saya dengan Luciano konstan dan positif, juga secara pribadi," katanya.

"Kami baru bekerja sama selama tujuh bulan, kami tidak saling mengenal sebelumnya, tetapi sayalah yang merekomendasikan namanya karena saya yakin dia adalah orang yang tepat. Itulah mengapa saya bersikeras memperpanjang kontraknya tanpa menunggu hingga akhir musim."

Dengan target pemulihan kondisi keuangan yang sehat secara menyeluruh hingga tahun 2028 agar memenuhi regulasi finansial UEFA, Juventus kini memasuki fase rekonstruksi tiga hingga lima tahun. Tantangan terbesar Comolli musim panas ini adalah melepas aset yang tepat di pasar transfer tanpa merusak fondasi tim yang sedang dibangun kembali oleh Luciano Spalletti.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!