Usai Absen Panjang, Havertz Siap Kejar Treble dan Sukses di Piala Dunia
Penyerang tim nasional Jerman, Kai Havertz, menyatakan bahwa dirinya kini berada di ambang performa terbaiknya setelah melewati masa-masa sulit akibat badai cedera dalam 12 bulan terakhir.
Berbicara menjelang laga persahabatan melawan Swiss, pemain berusia 26 tahun tersebut menegaskan ambisinya untuk menjadikan sisa musim bersama Arsenal sebagai batu loncatan menuju Piala Dunia 2026.
Agenda Padat Arsenal
Havertz, yang baru saja kembali ke skuad Die Mannschaft setelah absen lebih dari satu tahun, mengakui bahwa perjalanan pemulihannya tidaklah mudah.
"Saya mengalami masa yang berat. Itu tidak mudah bagi saya," ujar Havertz. Ia merujuk pada rentetan cedera yang dimulai sejak Februari tahun lalu, diikuti oleh masalah lutut serius pada hari pembukaan musim ini saat melawan Manchester United yang membuatnya menepi hingga Januari 2026.
Baca juga: Havertz Jadikan Trauma Cedera Sebagai Bahan Bakar Arsenal Kejar Trofi
Alih-alih merasa terbebani dengan jadwal padat Arsenal yang masih bersaing di tiga kompetisi besar, Premier League, Liga Champions, dan Piala FA, Havertz justru menyambutnya dengan tangan terbuka. Baginya, intensitas kompetisi di level klub adalah persiapan paling ideal sebelum terbang ke Amerika Utara musim panas ini.
"Kami memiliki banyak pertandingan di tiga kompetisi. Saya melewatkan enam bulan pertama musim ini dan saya akan memberikan segalanya untuk klub agar bisa berangkat dengan kepercayaan diri tinggi ke Piala Dunia," tambahnya. Havertz percaya bahwa menit bermain reguler dalam perebutan gelar juara akan mengasah kembali insting dan kebugaran fisiknya hingga mencapai 100 persen.
Target Besar Bersama Jerman
Kembalinya Havertz menjadi suntikan tenaga krusial bagi pelatih Julian Nagelsmann. Dengan fleksibilitas taktisnya yang bisa bermain sebagai penyerang tengah maupun pemain nomor 10, Havertz diharapkan mampu memimpin lini serang Jerman yang sedang berusaha memulihkan reputasi global mereka setelah kegagalan beruntun di fase grup Piala Dunia 2018 dan 2022.
Jerman sendiri telah tergabung dalam Grup E bersama Ekuador, Pantai Gading, dan Curacao. Laga pembuka mereka dijadwalkan berlangsung di Houston pada 14 Juni mendatang. Bagi Havertz, misi kali ini sangat jelas. "Saya ingin sukses di Piala Dunia ini dan memimpin jalan bagi tim,” tegasnya.
Baca juga: Gol Cantik Eze dan Rice Bungkam Leverkusen, Arsenal Amankan Tiket Perempat Final
Fokus Terdekat
Sebelum kembali ke London untuk mengejar ambisi treble bersama The Gunners, Havertz akan terlebih dahulu diuji dalam dua laga uji coba internasional.
Jerman dijadwalkan menghadapi Swiss di Basel pada hari Jumat, sebelum menjamu Ghana di Stuttgart tiga hari kemudian. Laga-laga ini akan menjadi indikator sejauh mana Havertz telah kembali ke level permainan yang membuatnya menjadi salah satu pemain paling berharga di Eropa.