Manajemen West Ham United mengambil keputusan mengejutkan dengan tetap mempertahankan manajer Nuno Espirito Santo di kursi kepelatihan. Kepastian ini diumumkan langsung oleh pihak klub pada Rabu (27/5), setelah sempat melalui spekulasi panas menyusul tragedi terlemparnya The Hammers dari panggung Premier League pada pekan terakhir kompetisi hari Minggu lalu.

Keputusan krusial ini diambil setelah jajaran direksi klub menggelar rapat darurat dengan juru taktik asal Portugal tersebut pada Senin kemarin. Meskipun kemenangan telak 3-0 atas Leeds United di London Stadium tidak cukup menyelamatkan posisi West Ham akibat kemenangan Tottenham Hotspur atas Everton, pemilik klub memilih untuk tidak melakukan perombakan radikal di sektor manajerial.

Progres Paruh Kedua Jadi Pertimbangan Utama

Bagi kubu London Timur, keputusan ini didasarkan pada grafik performa skuad yang dinilai mengalami peningkatan sejak Nuno mengambil alih kemudi dari Graham Potter pada September tahun lalu.

Dalam rilis resmi yang dikeluarkan pihak klub pada Rabu sore, manajemen West Ham membeberkan alasan utama di balik pemberian kesempatan kedua bagi mantan pelatih Wolverhampton tersebut.

Baca juga: Gol Tunggal Palhinha Selamatkan Tottenham dari Jurang Degradasi

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa internal klub melihat adanya perbaikan mentalitas dan kebersamaan di dalam ruang ganti sejak bursa transfer Januari lalu, faktor krusial yang dianggap wajib dipertahankan untuk mengarungi kerasnya kompetisi kasta kedua.

"Meskipun hasil akhir pada hari Minggu sangat menyakitkan, Dewan Direksi percaya bahwa ada tanda-tanda perbaikan dan kemajuan yang lebih luas dalam beberapa bulan terakhir, dan kami ingin Nuno terus mengembangkan kemajuan tersebut," kata klub dalam sebuah pernyataan.

Target Kembali ke Kasta Tertinggi

Nuno Espirito Santo sendiri kabarnya langsung menyatakan komitmen dan motivasi tingginya dalam pertemuan awal pekan tersebut untuk menebus kegagalan musim ini. Manajemen West Ham pun langsung menetapkan target yang tidak bisa ditawar lagi untuk musim depan: tiket promosi otomatis.

Reputasi Nuno di kompetisi EFL Championship menjadi salah satu modal kuat yang membuat jajaran direksi menaruh kepercayaan penuh. Pelatih berusia 52 tahun tersebut pernah mengukir tinta emas saat membawa Wolverhampton Wanderers menjuarai Championship dengan raihan impresif 99 poin pada tahun 2018 silam.

Baca juga: Trossard Jadi Pahlawan, Arsenal Bungkam West Ham untuk Jaga Asa Juara

“Nuno menegaskan bahwa ia sangat termotivasi untuk menghadapi tantangan membawa West Ham United kembali ke kasta tertinggi pada kesempatan pertama. Itu harus menjadi tujuan yang tak terbantahkan untuk musim depan,” tambah West Ham.

Sebagai bagian dari langkah mitigasi pasca-degradasi dan upaya membangun kembali hubungan dengan basis suporter yang sempat menyuarakan protes keras kepada pemilik klub David Sullivan di laga terakhir, manajemen West Ham juga mengumumkan kebijakan pemotongan harga tiket musiman hingga 30 persen untuk musim depan.

Dengan bertahannya Nuno, West Ham memilih stabilitas taktis ketimbang memulai segalanya dari nol. Rencana pembersihan skuad dan perekrutan pemain baru kini diserahkan sepenuhnya kepada sang manajer demi merealisasikan misi tunggal: mengembalikan marwah West Ham ke tempat yang semestinya di Premier League pada Agustus 2027.

Buat kamu yang gak mau ketinggalan berita-berita menarik serta trivia unik seputar olahraga dari mulai sepak bola, basket, hingga MotoGP, yuk gabung channel Whatsapp official Yuk Sports DI SINI!