Bruno Fernandes Tuduh Roy Keane Berbohong Soal Rekor Asis Premier League
Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, secara terbuka menuduh legenda klub Roy Keane telah menyebarkan "kebohongan" terkait dirinya. Gelandang asal Portugal tersebut menegaskan bahwa kata-katanya telah dipelintir dan ia kini telah menghubungi mantan manajer United, Ole Gunnar Solskjaer, untuk meminta nomor telepon Keane demi meluruskan masalah secara langsung.
Perseteruan ini memuncak tepat setelah Fernandes memecahkan rekor assist terbanyak dalam satu musim Premier League (21 assist) usai membawa United menang 3-0 atas Brighton pada laga pamungkas hari Minggu.
Keane, yang berbicara di podcast The Overlap, mengkritik keras Fernandes dan menuduhnya lebih mementingkan rekor pribadi ketimbang tim setelah laga kontra Nottingham Forest sepekan sebelumnya. Keane mengklaim Fernandes berkata bahwa ia sengaja mengoper bola di saat seharusnya ia bisa menembak demi mengejar rekor.
Fakta Rekaman Berbicara Terbalik
Namun, rekaman wawancara pasca-laga melawan Forest menunjukkan hal yang sebaliknya. Fernandes sebenarnya berkata: "Mungkin ada momen hari ini di mana saya seharusnya mengoper alih-alih menembak." Keane tampaknya salah dengar atau keliru mengutip pernyataan tersebut, yang kemudian ia gunakan untuk menyebut Fernandes sebagai pusat dari "pertunjukan sirkus."
Baca juga: Bruno Fernandes Cetak Rekor saat Man United Hancurkan Brighton 3-0
Berbicara dalam podcast The Diary of a CEO pada Senin waktu setempat, Fernandes tidak mampu lagi menahan kekecewaannya terhadap preseden buruk yang dilemparkan sang pandit.
“Seperti yang selalu saya katakan, saya tidak keberatan dengan kritik. Saya selalu menerima kritik dari siapa pun dan saya tidak pernah membalas apa pun,” kata Fernandes.
"Orang-orang punya pendapat; mereka pikir itu baik, buruk, atau apa pun. Yang tidak saya sukai adalah ketika orang berbohong tentang sesuatu dan [dalam] kasus ini, apa yang Anda katakan tentang Roy Keane pada dasarnya adalah kebohongan karena… entah dia melihat wawancara lain atau dia tidak bisa mengatakan bahwa saya mengatakan sesuatu yang belum pernah saya katakan dan, untungnya bagi saya, semuanya tercatat.
Gelandang berusia 31 tahun itu menambahkan bahwa ia tidak mempermasalahkan jika Keane tidak menyukainya sebagai pemain atau individu, namun ia mengecam tindakan menaruh kata-kata palsu di dalam mulutnya.
"Saya menerima kritiknya, saya menerima bahwa dia mungkin menyukai saya sebagai pemain atau tidak, menyukai saya sebagai pribadi atau tidak. Tetapi yang tidak saya sukai adalah dia menaruh kata-kata di mulut saya yang belum pernah saya ucapkan. Itu satu-satunya hal yang tidak saya sukai,” lanjutnya.
Balasan Menohok dari Roy Keane
Bukan Roy Keane namanya jika mundur dari konfrontasi. Alih-alih melunasi kesalahpahamannya setelah disemprot oleh sang kapten Setan Merah, mantan gelandang legendaris yang terkenal temperamental itu justru memilih untuk menyiram bensin ke dalam api.
Melalui akun Instagram pribadinya, Keane mengunggah sebuah sindiran tajam yang diyakini kuat ditujukan langsung kepada Fernandes:
"Terlalu banyak perhatian membuat seekor keledai berpikir bahwa dia adalah seekor singa."
Baca juga: Carrick Yakin Bruno Fernandes Bertahan di Manchester United
Perselisihan internal yang melibatkan mantan kapten dan kapten United saat ini langsung memicu perdebatan di kalangan pandit sepak bola Inggris. Mantan bek Manchester United, Phil Bardsley, langsung pasang badan membela Fernandes dengan menyebut etos kerja sang playmaker di bawah asuhan Michael Carrick "luar biasa" dan sangat layak memimpin tim kembali ke zona Liga Champions setelah finis di peringkat ketiga musim ini.
Berusaha Selesaikan Jantan ke Jantan
Meski suasana memanas di media sosial, Fernandes mengaku tetap menaruh rasa hormat yang besar atas apa yang telah diberikan Roy Keane sepanjang sejarah emasnya di Old Trafford. Karena alasan itulah, ia memilih jalur komunikasi langsung ketimbang terus berbalas argumen di media.
"Saya selalu menunjukkan rasa hormat yang besar kepada Roy Keane dan untuk semua yang telah dia lakukan bagi klub ini. Saya hanya tidak suka ketika orang-orang mengarang kata-kata mereka sendiri atas apa yang saya katakan," pungkas pemenang penghargaan Pemain Terbaik Premier League musim ini tersebut. Kini, bola berada di tangan Keane apakah ia bersedia mengangkat telepon dari sang suksesornya atau tetap bertahan dengan egonya.